Media90 – Perubahan besar terjadi di platform Al-Qur’an digital Quran.com yang selama ini dikenal luas oleh umat Muslim di seluruh dunia. Nama Mishary Rashid Alafasy kini tidak lagi menjadi qari default atau suara utama saat pengguna memutar ayat suci.
Kondisi ini langsung memicu perhatian publik, terutama setelah diketahui adanya kaitan dengan unggahan kontroversial di media sosial.
Status Default Dicabut
Sejumlah pengguna menyadari bahwa suara Alafasy tidak lagi otomatis diputar seperti sebelumnya. Posisi tersebut kini telah digantikan oleh qari lain.
Meski demikian, rekaman lantunan Al-Qur’an oleh Alafasy masih tersedia dan tetap bisa dipilih secara manual. Artinya, perubahan hanya terjadi pada pengaturan default, bukan penghapusan total dari platform.
Diduga Terkait Unggahan Kontroversial
Keputusan ini diduga berkaitan dengan unggahan Alafasy di platform X yang memicu perdebatan luas.
Dalam unggahan tersebut, ia mengutip pernyataan terkait kebijakan Donald Trump terhadap Iran.
Pernyataan itu kemudian viral dan menuai beragam respons dari publik global, karena dinilai menyentuh isu politik yang sensitif.
Langkah Jaga Netralitas
Langkah yang diambil Quran.com dinilai sebagai upaya menjaga posisi mereka di tengah dinamika isu internasional.
Sebagai platform yang digunakan jutaan orang untuk belajar dan beribadah, keputusan tersebut dianggap penting agar layanan tetap fokus pada fungsi utamanya tanpa terpengaruh narasi politik.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga saat ini, Mishary Rashid Alafasy belum memberikan klarifikasi resmi terkait perubahan statusnya di Quran.com maupun maksud dari unggahan yang ia bagikan.
Diketahui, Alafasy merupakan salah satu qari paling populer di dunia, dengan jutaan pendengar yang selama ini menjadikan suaranya sebagai pilihan utama dalam mendengarkan Al-Qur’an.
Perubahan ini pun terus menjadi perbincangan hangat, sekaligus menyoroti bagaimana platform digital kini semakin berhati-hati dalam menjaga netralitas di tengah isu global.














