INTERNASIONAL

Pakar Nilai Gencatan Senjata AS-Iran 2 Minggu Hanya Bersifat Taktis

Luluk RJMP
10
×

Pakar Nilai Gencatan Senjata AS-Iran 2 Minggu Hanya Bersifat Taktis

Sebarkan artikel ini
Pakar Internasional Beri Tanggapan Soal Gencatan Senjata AS‑Iran 2 Minggu
Pakar Internasional Beri Tanggapan Soal Gencatan Senjata AS‑Iran 2 Minggu

Media90 – Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Asra Virgianita, menilai gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran selama dua minggu belum menjamin terciptanya perdamaian jangka panjang. Menurutnya, kesepakatan ini lebih bersifat taktis ketimbang strategis.

“Kalau kesepakatan ini dari sisi waktu dua minggu rasanya kecil kemungkinan menjadi permanen,” ujar Asra, Kamis (9/4/2026). Ia menambahkan, kedua pihak kemungkinan hanya memanfaatkan waktu ini untuk “bernapas” sejenak, mengkalkulasi langkah ke depan, dan membaca reaksi lawan, yang bisa dikategorikan sebagai crisis management.

Ads
close ads

Menurut Asra, gencatan senjata ini berorientasi jangka pendek dan bukan untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Peluang kesepakatan ini berkembang menjadi permanen masih sangat kecil. Dibutuhkan upaya intensif dan jangka panjang untuk membangun kepercayaan antar kedua negara.

Baca Juga:  PAN Sambut Positif Pembukaan Kembali Selat Hormuz, Harap Harga Minyak Stabil

“Dua minggu terlalu pendek untuk menjamin situasi aman. Masing-masing pihak masih on high alert,” tambahnya.

Pandangan Guru Besar UI

Hal senada disampaikan Fredy Buhama Lumban Tobing, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI. Menurutnya, gencatan senjata memberi ruang bagi AS dan Iran untuk melakukan kalkulasi strategis, apakah konflik akan berlanjut atau dihentikan.

Fredy menilai pembukaan Selat Hormuz merupakan bagian dari strategi membangun citra di mata dunia. Namun, mengingat posisi geopolitik Iran yang strategis dan 10 persyaratan yang diajukan Iran, kesepakatan dua minggu ini sulit berkembang menjadi permanen.

“Kuncinya ada pada Presiden Trump. Dia harus menahan ambisi agresinya terhadap Iran,” ujarnya.

Baca Juga:  Android vs iOS: Studi Terbaru Mengungkap Kemudahan Penggunaan Android Lebih Unggul

Kesepakatan Dua Minggu

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Iran setuju gencatan senjata jika serangan terhadap Iran dihentikan. Selama dua minggu, jalur pelayaran aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran.

Pernyataan Araghchi muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kesediaannya menempuh gencatan senjata dua minggu dengan syarat Iran membuka lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” ujar Trump melalui akun Truth Social.

Tinggalkan Balasan