INTERNASIONAL

Penulisan “Thailand” Jadi “Tailan” di Peta Indonesia, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

2
×

Penulisan “Thailand” Jadi “Tailan” di Peta Indonesia, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Peta Indonesia Berubah! Nama Thailand Kini Ditulis “Tailan”, Begini Penjelasan Pemerintah
Peta Indonesia Berubah! Nama Thailand Kini Ditulis “Tailan”, Begini Penjelasan Pemerintah

Media90 – Penulisan nama Thailand yang berubah menjadi Tailan mendadak menyita perhatian publik setelah muncul dalam peta terbaru Indonesia. Banyak warganet mengira perubahan tersebut merupakan kesalahan cetak, namun pemerintah memastikan bahwa penulisan tersebut merupakan bagian dari kebijakan resmi.

Perubahan ini berasal dari pembaruan standar ejaan nama negara asing yang dilakukan pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG), sebagai bentuk penyesuaian penamaan geografis dunia dengan kaidah bahasa Indonesia, baik dari sisi pelafalan maupun ejaan.

Punya Dasar Hukum dan Internasional, Bukan “Ganti Nama” Sembarangan

Pembaruan standar ejaan tersebut bukan keputusan sepihak. Indonesia telah mengajukan perubahan secara resmi melalui dokumen GEGN.2/2025/122/CRP.122 dalam sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York pada April–Mei 2025.

Baca Juga:  Prosedur Medis Dunia Pertama: Telinga Dicangkok ke Kaki untuk Selamatkan Pasien di China

Dokumen berjudul “Updated World Country Names” itu memuat usulan penyesuaian ejaan nama negara agar lebih selaras dengan sistem bahasa Indonesia. Perubahan ini tidak mempengaruhi kedudukan negara dalam keanggotaan PBB, melainkan hanya menyangkut penulisan dalam bahasa Indonesia.

Deretan Nama Negara yang Berubah Ejaannya

Dalam standar terbaru tersebut, beberapa nama negara yang selama ini lazim digunakan mengalami penyesuaian. Beberapa di antaranya ialah:

  • Thailand → Tailan

  • Paraguay → Paraguai

  • Afghanistan → Afganistan

  • Bangladesh → Banglades

  • Swiss → Swis

Penyesuaian ini berlaku pada dokumen resmi, peta nasional, serta produk geospasial lainnya yang diterbitkan pemerintah.

Melalui Proses Panjang dan Melibatkan Banyak Lembaga

Meski baru ramai dibicarakan publik sekarang, proses penyesuaian ejaan ini sudah berjalan sejak 2019, dan melibatkan lintas institusi seperti:

  • Badan Informasi Geospasial (BIG)

  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB)

  • Kementerian Luar Negeri

  • Pakar bahasa Universitas Indonesia (UI)

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Dora Amalia, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut menggunakan konsep eksonim.

Apa yang Dimaksud Eksonim?

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksonim adalah nama geografis yang digunakan oleh suatu komunitas bahasa untuk menyebut tempat di luar wilayahnya, berbeda dari nama asli setempat.

Contohnya:

  • Belanda (untuk Netherlands)

  • Jerman (untuk Germany)

  • Tiongkok (untuk China)

Dengan prinsip ini, Indonesia menyesuaikan penulisan nama tempat agar:

  • Lebih mudah dilafalkan,

  • Lebih sesuai kaidah bahasa Indonesia,

  • Lebih konsisten dalam peta dan dokumen nasional.

Identitas negara yang dimaksud tetap sama, tanpa ada perubahan politik.

Kenapa Baru Viral Sekarang?

Isu ini mencuat setelah BIG merilis peta terbaru NKRI pada pertengahan Januari 2026, di mana penulisan “Tailan” tampil jelas di atas wilayah Thailand. Banyak netizen menganggapnya sebagai kesalahan, sehingga menjadi perbincangan besar di media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, BIG menegaskan bahwa penulisan sudah sesuai dokumen eksonim resmi, telah dilaporkan ke PBB, dan diterapkan demi standardisasi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *