INTERNASIONAL

Prosedur Medis Dunia Pertama: Telinga Dicangkok ke Kaki untuk Selamatkan Pasien di China

63
×

Prosedur Medis Dunia Pertama: Telinga Dicangkok ke Kaki untuk Selamatkan Pasien di China

Sebarkan artikel ini
Terobosan Medis Dunia: Cangkok Telinga ke Kaki Selamatkan Pasien
Terobosan Medis Dunia: Cangkok Telinga ke Kaki Selamatkan Pasien

Media90 – Dunia medis kembali mencatat tonggak sejarah baru. Seorang pasien perempuan di China berhasil diselamatkan melalui prosedur bedah yang belum pernah dilakukan sebelumnya: mencangkok telinga yang terputus ke bagian kaki. Langkah ekstrem ini diambil sebagai solusi darurat untuk menjaga jaringan tetap hidup sebelum telinga dapat dipasang kembali ke posisi semula.

Kecelakaan yang Mengancam Nyawa

Insiden terjadi pada April 2025 ketika pasien mengalami kecelakaan serius di tempat kerja. Mesin berat membuat sebagian kulit kepala, leher, dan wajahnya mengalami robekan parah. Telinga pasien bahkan terlepas sepenuhnya bersama kulit kepala, menciptakan kondisi kritis yang menuntut tindakan medis segera.

Qiu Shenqiang, wakil direktur unit bedah mikro di Rumah Sakit Provinsi Shandong, Jinan, menjelaskan bahwa tingkat kerusakan tergolong sangat kompleks. Kulit kepala, leher, dan wajah terbelah menjadi beberapa bagian, sementara telinga terputus bersama kulit kepala, membuat penanganan awal menjadi sangat menantang.

Baca Juga:  Peningkatan Kasus Covid-19 Membuat Dinkes Lampung Melibatkan Tim Surveilans dalam Pemantauan Rutin

Langkah Awal Penanganan

Tim medis, yang terdiri dari spesialis bedah mikro rekonstruksi tangan, kaki, dan kepala, langsung menangani pasien. Prioritas pertama adalah memperbaiki kulit kepala menggunakan metode standar. Namun, kerusakan luas pada jaringan dan pembuluh darah membuat pendekatan biasa gagal.

Keputusan Berani: Telinga Ditanamkan ke Kaki

Kondisi ini memunculkan tantangan baru: telinga tidak bisa langsung dipasang kembali ke kepala karena jaringan di sekitarnya belum stabil. Jika dibiarkan tanpa aliran darah, jaringan telinga berisiko mati.

Setelah mempertimbangkan berbagai opsi, tim Qiu mengambil keputusan yang belum pernah tercatat sebelumnya: menanamkan telinga ke bagian atas kaki pasien. Langkah ini bersifat sementara, untuk menjaga jaringan tetap hidup selama pemulihan kulit kepala berlangsung.

Baca Juga:  Terobosan MIT: Sintesis Verticillin A Berhasil, Harapan Baru Basmi Kanker Otak

Pembuluh darah arteri dan vena di kaki memiliki ukuran relatif sebanding dengan pembuluh darah telinga, memungkinkan prosedur dilakukan. Ketebalan kulit dan jaringan lunak di kaki juga cukup mirip dengan area kepala, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.

Tantangan Besar dalam Prosedur

Operasi menanam telinga ke kaki memakan waktu sekitar 10 jam. Tantangan terbesar adalah menyambung pembuluh darah yang sangat kecil, hanya 0,2–0,3 milimeter, yang membutuhkan presisi tinggi dan pengalaman bedah mikro bertahun-tahun.

Beberapa hari setelah operasi, aliran darah vena mengalami hambatan, membuat telinga berubah warna menjadi ungu kehitaman. Untuk mengatasinya, tim medis melakukan teknik pengeluaran darah secara manual, berulang hingga sekitar 500 kali dalam lima hari, demi menjaga sirkulasi dan mencegah kematian jaringan.

Baca Juga:  Industri Baterai China Menjadi Mesin Uang Baru Energi Global, Ekspor Tembus US$65 Miliar

Pemulihan Kepala dan Reposisi Telinga

Sementara telinga dipertahankan di kaki, kulit dari perut pasien dicangkokkan ke kepala untuk menggantikan jaringan yang rusak. Proses pemulihan memakan waktu berbulan-bulan hingga jaringan stabil.

Setelah pembengkakan mereda dan luka sembuh, telinga akhirnya dipasang kembali ke tempat asalnya. Pasien kini telah keluar dari rumah sakit dalam kondisi jauh membaik. Fungsi wajah dan jaringan tubuh pulih signifikan, meski beberapa prosedur lanjutan seperti pemulihan alis dan pengurangan bekas luka masih diperlukan.

Tonggak Sejarah dalam Bedah Rekonstruksi

Keberhasilan prosedur ini menandai kemajuan besar dalam dunia bedah rekonstruksi. Selain menyelamatkan nyawa, operasi ini membuka peluang baru bagi penanganan kasus trauma ekstrem yang sebelumnya dianggap hampir mustahil, menunjukkan inovasi medis dapat menciptakan solusi kreatif dan efektif untuk kondisi yang paling kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *