IQRA

Menyingkap Ancaman Azab bagi Pembawa Fitnah dalam Islam: Hadits yang Mengingatkan

725
×

Menyingkap Ancaman Azab bagi Pembawa Fitnah dalam Islam: Hadits yang Mengingatkan

Sebarkan artikel ini
Menyingkap Ancaman Azab bagi Pembawa Fitnah dalam Islam Hadits yang Mengingatkan
Menyingkap Ancaman Azab bagi Pembawa Fitnah dalam Islam Hadits yang Mengingatkan

Media90 (media90.id) – Sebelum membahas lebih lanjut tentang azab bagi tukang gosip, penting untuk membicarakan tentang godaan mulut dan kemaluan.

Organ-organ tubuh ini memiliki peran yang signifikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ads
close ads

Jika digunakan dengan benar, keduanya dapat menjadi sumber amal yang baik, seperti menggunakan mulut untuk berzikir.

Ada zikir yang ringan di lidah namun berat pahalanya di timbangan.

Sebagaimana disampaikan oleh Abu Hurairah r.a, Rasulullah Saw bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan tapi berat dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh Allah Swt. Dua kalimat tersebut adalah ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil’azhimi’.” Jika Anda mengucapkannya 100 kali sehari, itu artinya Anda telah menanam 100 pohon kurma di surga yang akan Anda tempati kelak.

Namun, hampir tidak ada orang yang bisa lepas dari godaan mulut dan kemaluan.

Dua organ ini memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan jika digunakan dengan cara yang berlebihan, kemungkinan untuk mengatakan kebohongan dan melakukan perbuatan buruk dengan kemaluan jauh lebih besar dari yang diperkirakan.

Dan tentu saja, dampaknya akan semakin besar.

Pernahkah Anda melihat bahwa satu keputusan yang diambil berdasarkan perkataan, baik atau buruk, dapat memiliki dampak selama puluhan tahun?

Mulut adalah alat komunikasi bagi manusia, sedangkan kemaluan adalah tempat reproduksi untuk menciptakan keturunan. Jika mulut dan kemaluan digunakan dengan baik, akan melahirkan kata-kata dan keturunan yang berkualitas.

Namun, jika digunakan dengan cara yang salah, hanya akan melahirkan keburukan yang dapat berdampak selama puluhan tahun.

Bahkan, keburukan yang dilakukan oleh orang penting dalam suatu negara dapat dicatat dalam sejarah.

Tidak perlu melihat jauh-jauh kepada orang penting, contoh-contoh bisa ditemukan di sekitar kita.

Banyak dari kita pernah membicarakan keburukan orang lain, baik dalam jumlah kecil maupun besar.

Gosip tersebar hampir di semua tempat. Asalkan ada mulut, gosip akan memiliki peluang untuk menyebar.

Ada banyak alasan mengapa orang tetap bergosip meskipun mereka tahu bahwa membicarakan aib orang lain dilarang dalam agama.

Ketika kita membicarakan keburukan orang lain, kita akan jatuh ke dalam salah satu dari dua jurang. Jika apa yang kita bicarakan adalah benar, itu disebut ghibah.

Sementara jika apa yang kita bicarakan tidak benar, itu merupakan fitnah. Mana yang lebih baik di antara keduanya? Sebenarnya tidak ada yang lebih baik, keduanya sama-sama berpotensi mendapat ancaman azab bagi tukang gosip.

Yang terbaik adalah diam. Jika mampu, kita harus mencegah orang lain saat mereka tengah bergosip.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, Rasulullah Saw melewati dua kuburan dan bersabda, “Kedua penghuni kubur ini sedang mengalami siksaan. Mereka tidak dihukum karena dosa besar. Salah satunya dihukum karena buang air kecil di sembarang tempat, sedangkan yang lainnya dihukum karena menyebarkan perkataan orang lain (gosip).”

Setelah itu, Rasulullah Saw mengambil pelepah kurma yang masih basah, membaginya menjadi dua, dan menempatkannya di atas kedua kubur tersebut.

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah Saw, mengapa Anda melakukan hal ini?” Rasulullah Saw menjawab, “Semoga siksaan kedua penghuni kubur ini diringankan selama pelepah kurma ini masih basah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Setiap ucapan Rasulullah Saw adalah kenyataan yang tak dapat dibantah oleh siapapun.

Hadits di atas membuktikan bahwa gosip dapat menjadi penyebab azab kubur yang serius dan berulang-ulang.

Jika dosa gosip dianggap remeh, Rasulullah Saw tidak akan berujar, “Semoga siksaan kedua penghuni kubur ini diringankan.”

Begitu mulut membicarakan keburukan orang lain, sulit bagi seseorang untuk menghentikannya dan tidak melanjutkan untuk membicarakan lebih banyak keburukan orang lain.

Perilaku ini dapat berlanjut secara berulang. Gosip bisa menimpa siapa saja, bahkan seorang kiai pun dapat terjebak dalam dosa akibat ketidakmampuannya untuk mengendalikan mulutnya.

Apalagi bagi orang biasa? Ada yang bahkan bergosip karena kehabisan topik pembicaraan untuk menghindari suasana yang kaku dan hening.

Bagaimana cara untuk mengurangi ancaman azab bagi tukang gosip setelah kita terlanjur membicarakan keburukan orang lain? Ada dua langkah yang dapat dilakukan untuk menebus kesalahan tersebut.

Pertama, dengan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan. Kedua, membicarakan lebih banyak kebaikan tentang orang yang sama (dalam proporsi yang lebih besar).

Dengan melakukan kedua langkah ini, selain mengurangi beban dosa, kita juga bisa membangun silaturahmi dan hubungan yang lebih baik antara sesama.

Namun, banyak yang masih merasa malu untuk meminta maaf dan enggan membicarakan kebaikan orang lain.

Oleh karena itu, syetan tidak pernah melewatkan kesempatan yang terbuka lebar tersebut. Bukan syetan yang membuka peluang tersebut, melainkan korban yang memberikan kesempatan.

Ada pepatah yang mengatakan, “Syetan tidak pernah salah.” Menyalahkan syetan tidak berguna, karena itu adalah tugasnya.

Tugas kita adalah menjaga diri dari jalan yang terbuka lebar untuk bisikan syetan masuk dan keluar.

Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Singkat, Padat, dan Bermakna – Njogo Kerukunan Umat Islam
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, para khatib dapat memanfaatkan contoh khutbah sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada hari kemenangan. Khutbah Idul Fitri tidak hanya mengajak jamaah untuk saling memaafkan, tetapi juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadhan. Beragam tema dapat diangkat dalam khutbah, seperti menjaga silaturahmi, kembali kepada kesucian diri, mensyukuri nikmat Ramadhan, serta menjaga keimanan agar tetap kuat setelah bulan suci berakhir. Ads close ads Selain menyiapkan materi khutbah, khatib juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan aspek teknis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik…

Menjelang Idul Fitri 2026 Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Beserta Latin
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar ibadah di bulan suci diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen refleksi diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan. Bacaan doa akhir Ramadhan yang lengkap dengan Latin memudahkan umat untuk membaca dan mengamalkannya di rumah maupun di masjid. Ads close ads Doa Akhir Ramadhan Bacaan doa akhir Ramadhan ini dikutip dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah: Arab:اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا…

Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Begini Niat dan Caranya
IQRA

Media90 – Lebaran Idul Fitri 2026 Masehi / 1447 Hijriah sudah di depan mata. Meski begitu, umat Muslim masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal Hari Raya. Saat Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan Sholat Ied, yang hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum sholat, terdapat sunnah mandi yang bertujuan untuk menyucikan badan dan membangun semangat ibadah di hari raya. Ads close ads Mandi sunnah Idul Fitri berbeda dengan mandi junub atau mandi wajib, karena fungsinya lebih kepada membersihkan diri dari kotoran dan…

Doa Saat Keluar Rumah: Bacaan Lengkap Salah Satu Doa Sehari-hari
IQRA

Media90 – Doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari oleh umat Islam. Doa ini termasuk amalan harian yang penting untuk dihafalkan dan diamalkan, terutama ketika hendak memulai aktivitas di luar rumah. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala urusan berada dalam kuasa-Nya, termasuk ketika seorang muslim melangkah keluar rumah untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Lantas, apa doa keluar rumah, apa manfaatnya, serta bagaimana tata cara mengamalkannya? Ads close ads Ustaz Bitoh Purnomo, Lc., MA, dosen UIN Raden…

Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi, Ini Doa Saat Memasuki Masjid Nabawi
IQRA

Media90 – Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap jemaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini dianjurkan untuk membaca doa ketika memasukinya, sebagai bentuk adab, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca saat memasuki Masjid Nabawi diawali dengan lafaz Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi. Lantas, apa arti bacaan tersebut dan bagaimana maknanya dalam tradisi Islam? Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi Secara bahasa, Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi berarti “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Bacaan ini…

Doa untuk Keluarga yang Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
IQRA

Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama. Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah Salah satu doa…

Simak Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid atau Menstruasi, Lengkap dengan Tata Caranya
IQRA

Media90 – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dalam Islam, kesucian menjadi salah satu syarat utama agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan sah. Karena itu, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib sebelum kembali beribadah, termasuk bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid atau menstruasi. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri yang bersifat wajib bagi setiap muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar. Tujuan utamanya adalah menyucikan tubuh secara lahir dan batin agar kembali diperbolehkan melaksanakan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah keadaan yang mengharuskan mandi wajib,…