IQRA

Relevansi Ikhtilaf Masyarakat Kontemporer dalam Pemilihan Madzhab

716
×

Relevansi Ikhtilaf Masyarakat Kontemporer dalam Pemilihan Madzhab

Sebarkan artikel ini
Relevansi Ikhtilaf Masyarakat Kontemporer dalam Pemilihan Madzhab
Relevansi Ikhtilaf Masyarakat Kontemporer dalam Pemilihan Madzhab

Media90 (media90.id) – Kita sudah lebih dari 1400 tahun menjalani tanggal-tanggal berdasarkan kalender Hijriyah.

Banyak di antara kaum muslimin masih berselisih mengenai permasalahan yang sebenarnya hanyalah perkara ikhtilaf.

Ads
close ads

Entah itu tentang amalan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam masih hidup maupun ketika beliau telah wafat.

Sebenarnya, apa itu ikhtilaf?

Ikhtilaf memiliki 4 penjabaran dengan dasar dan maksud yang berbeda.

Pertama, ikhtilaf tanawwu’, kedua ikhtilaf tadhad, ketiga ikhtilaf mu’tabar, dan terakhir ikhtilaf ghairu mu’tabar.

Untuk lebih jelasnya simak ulasan singkat berikut.

Ikhtilaf Tanawwu’

Ikhtilaf tanawwu’ bermakna khilaf atau perbedaan menurut bahasa dan pengungkapan belaka.

Adapun inti dan tujuannya sama.

Misalkan Anda ingin memakan buah apel.

Anda tidak harus mengupas dan membelah menjadi potongan-potongan agar bisa merasakan enaknya apel.

Anda bisa mengupas dan langsung makan pun hasilnya sama.

Kedua hal ini tidak berbeda, karena tujuannya sama.

Ikhtilaf Tadhad

Ikhtilaf tadhad ini merupakan perbedaan dalam agama Islam yang tidak bisa ditoleransi lagi sebab memiliki unsur pertentangan.

Namun, untuk menyikapinya tentu harus memiliki landasan ilmu yang kuat.

Terutama ketersediaan dalil dalam diri Anda untuk membentengi permikiran yang mungkin bisa merusak kekuatan dalil itu sendiri, andai Anda ketika itu tidak menggenggamnya.

Ikhtilaf Mu’tabar

Ikhtilaf mu’tabar adalah perbedaan yang disebabkan karena berbedanya sumber dalil dan syari’at.

Tentu saja kita tidak bisa serta-merta menyanggah perbedaan itu menurut hawa nafsu.

Perbedaan yang seperti ini sebaiknya kita hormati. Namun, Anda dalam menentukan mana yang hak dan batil tentu paling afdal kembali lagi pada Allah dan Rasul-Nya menurut dalil-dalilnya.

Ikhtilaf Ghairu Mu’tabar

Ikhtilaf ghairu mu’tabar adalah perbedaan yang tidak lagi bisa dianggap kebenarannya, sebab bertentangan menurut dalil, maupun derajat keilmuannya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata, “Siapa yang mencari-cari perselisihan pada pada ulama’ untuk pendapat yang ringan/rukhshah, maka ia akan hampir atau binasa.”

Pada kenyataannya, masih banyak orang yang taklid buta dalam menyikapi ikhtilaf menurut cara berpikir mereka sendiri.

Padahal hal ini bisa berakibat fatal, sebab setiap laku dalam kehidupan sudah tercatat dalam Al-Qur’an maupaun Al-Hadits.

Seyogyanya kita kembali ke sana untuk memahami beberapa ikhtilaf, utamanya untuk masyarakat kontemporer dalam beribadah.

Setiap ilmu memiliki ahlinya. Begitupun dalam menyikapi perbedaan dalam beribadah.

Salah satu rujukan terbaik adalah dengan menyimak pendapat para ulama’, utamanya para imam madzhab.

Di kalangan kita, ada 4 madzhab yang paling diikuti, yakni Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.

Apa itu madzhab? Secara bahasa madzhab memiliki makna sebagai tempat pergi.

Dengan kata lain, karena keterbatasan ilmu yang kita miliki, tentu sebaiknya kita kembalikan ikhtilaf-ikhtilaf yang telanjur menyebar di masyarakat pada terapan hukum syar’i yang bersifat far’i maupun ijtihad yang dihasilkan dari dalil-dalil oleh seorang mujtahid secara khusus.

Siapa yang memiliki kedalaman ilmu perihal ini? Tentu saja para imam madzhab.

Keempat imam itu memiliki ciri khas tersendiri dan masing-masing saling melengkapi.

Bukan pertentangan. Masyarakat kita seringkali salah tafsir mengenai perbedaan dengan menggantikan kata itu jadi pertentangan.

Padahal maknanya jauh sekali. Perbedaan yang ada di permukaan bumi terkait sumber hukum dalam Islam tidak boleh diserang secara brutal, karena akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Semua permasalahan memiliki solusi, seperti mengembalikan perbedaan itu pada ahlinya.

Setidaknya dalam masyarakat kontemporer, ada beberapa hal ikhtilaf yang kerapkali diperdebatkan dan seharusnya cukup dihormati saja.

Penting kita ketahui, kembali pada para imam madzhab merupakan solusi terbaik untuk hari ini. Apa saja ikhtilaf yang kerap terjadi?

Turun Ketika Hendak Sujud

Beberapa kalangan mengklaim turun ketika hendak sujud sebaiknya lutut lebih dulu yang jatuh ke bumi.

Sebagian lagi bilang, tangan dulu. Keduanya ini memiliki porsi yang sama dengan tujuan yang sama, sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam melakukan keduanya.

Posisi Telunjuk Ketika Tasyahud

Tidak perlu lagi ada pertentangan ketika ada sebagian umat Islam ketika tasyahud, ia menggerak-gerakkan telunjuk, maupun yang tuma’ninah.

Kedua-duanya memiliki lisensi dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri. Beliau melakukan keduanya dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Zikir Memakai Tasbih

Syekh Utsaimin membolehkan kaum muslimin memakai tasbih ketika berzikir dan bukanlah termasuk dari bagian bid’ah.

Sebab, bid’ah merupakan perbuatan yang jelas-jelas dilarang oleh agama. Sementara penggunaan tasbih ketika berzikir hanya untuk menghitung jumlah zikir agar tidak lupa.

Masih ada beberapa lagi ikhtilaf yang beredar dalam tubuh masyarakat kontemporer tempat kita berada.

Setidaknya dengan uraian di atas, Anda jadi lebih bisa memahami beberapa ikhtilaf dalam ber-madzhab, sehingga ke depannya Anda akan lebih memprioritaskan kembali pada ahlussunnah wal-jamaah untuk memutuskan sebuah perkara itu hak ataupun batil.

Teks Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Singkat, Padat, dan Bermakna – Njogo Kerukunan Umat Islam
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, para khatib dapat memanfaatkan contoh khutbah sebagai referensi dalam menyampaikan pesan pada hari kemenangan. Khutbah Idul Fitri tidak hanya mengajak jamaah untuk saling memaafkan, tetapi juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani bulan Ramadhan. Beragam tema dapat diangkat dalam khutbah, seperti menjaga silaturahmi, kembali kepada kesucian diri, mensyukuri nikmat Ramadhan, serta menjaga keimanan agar tetap kuat setelah bulan suci berakhir. Ads close ads Selain menyiapkan materi khutbah, khatib juga perlu memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan aspek teknis agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik…

Menjelang Idul Fitri 2026 Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Beserta Latin
IQRA

Media90 – Menjelang Idul Fitri 2026, umat Muslim dianjurkan membaca doa akhir Ramadhan sebagai bentuk permohonan agar ibadah di bulan suci diterima oleh Allah SWT. Doa ini juga menjadi momen refleksi diri sekaligus persiapan menyambut hari kemenangan. Bacaan doa akhir Ramadhan yang lengkap dengan Latin memudahkan umat untuk membaca dan mengamalkannya di rumah maupun di masjid. Ads close ads Doa Akhir Ramadhan Bacaan doa akhir Ramadhan ini dikutip dari KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Jawa Tengah: Arab:اللهم اختم رمضان لنا ولكم بالقبول. واجعل صيامنا وصيامكم وسيلة للطهور. واجعل قيامنا وقيامكم تكفيرا للذنوب طول الدهور. اللهم ثبت حبنا…

Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Fitri Begini Niat dan Caranya
IQRA

Media90 – Lebaran Idul Fitri 2026 Masehi / 1447 Hijriah sudah di depan mata. Meski begitu, umat Muslim masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk memastikan tanggal Hari Raya. Saat Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan Sholat Ied, yang hukumnya sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Sebelum sholat, terdapat sunnah mandi yang bertujuan untuk menyucikan badan dan membangun semangat ibadah di hari raya. Ads close ads Mandi sunnah Idul Fitri berbeda dengan mandi junub atau mandi wajib, karena fungsinya lebih kepada membersihkan diri dari kotoran dan…

Doa Saat Keluar Rumah: Bacaan Lengkap Salah Satu Doa Sehari-hari
IQRA

Media90 – Doa keluar rumah merupakan salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca setiap hari oleh umat Islam. Doa ini termasuk amalan harian yang penting untuk dihafalkan dan diamalkan, terutama ketika hendak memulai aktivitas di luar rumah. Dalam ajaran Islam, setiap aktivitas dianjurkan untuk diawali dengan doa dan disandarkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Hal tersebut mencerminkan sikap tawakal dan keyakinan bahwa segala urusan berada dalam kuasa-Nya, termasuk ketika seorang muslim melangkah keluar rumah untuk bekerja, belajar, maupun keperluan lainnya. Lantas, apa doa keluar rumah, apa manfaatnya, serta bagaimana tata cara mengamalkannya? Ads close ads Ustaz Bitoh Purnomo, Lc., MA, dosen UIN Raden…

Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi, Ini Doa Saat Memasuki Masjid Nabawi
IQRA

Media90 – Masjid Nabawi di Kota Madinah merupakan salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap jemaah yang berkesempatan menginjakkan kaki di masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW ini dianjurkan untuk membaca doa ketika memasukinya, sebagai bentuk adab, penghormatan, dan pengharapan akan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang sering dibaca saat memasuki Masjid Nabawi diawali dengan lafaz Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi. Lantas, apa arti bacaan tersebut dan bagaimana maknanya dalam tradisi Islam? Arti Bismillah Wa ‘Ala Millati Rasulillahi Secara bahasa, Bismillah wa ‘ala millati Rasulillahi berarti “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Bacaan ini…

Doa untuk Keluarga yang Berangkat Haji dan Umrah, Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya
IQRA

Media90 – Menjelang keberangkatan jemaah haji maupun umrah ke Tanah Suci, umat Islam tidak hanya dianjurkan memanjatkan doa keselamatan bagi mereka yang akan menunaikan ibadah. Lebih dari itu, mendoakan keluarga yang ditinggalkan di rumah juga termasuk amalan yang disunnahkan, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Dalam ajaran Islam, keselamatan dan penjagaan Allah menjadi hal utama, baik bagi jemaah yang bepergian maupun keluarga yang menunggu kepulangan. Oleh karena itu, tradisi saling mendoakan antara calon jemaah haji atau umrah dan keluarga yang ditinggalkan telah lama dianjurkan oleh para ulama. Doa untuk Keluarga yang Ditinggal Pergi Haji atau Umrah Salah satu doa…

Simak Bacaan Doa Mandi Wajib Setelah Haid atau Menstruasi, Lengkap dengan Tata Caranya
IQRA

Media90 – Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dalam Islam, kesucian menjadi salah satu syarat utama agar seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan sah. Karena itu, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan seseorang melakukan mandi wajib sebelum kembali beribadah, termasuk bagi perempuan yang telah selesai menjalani masa haid atau menstruasi. Mandi wajib merupakan proses pembersihan diri yang bersifat wajib bagi setiap muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar. Tujuan utamanya adalah menyucikan tubuh secara lahir dan batin agar kembali diperbolehkan melaksanakan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah keadaan yang mengharuskan mandi wajib,…