Media90.id – Sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dalam sepekan terakhir untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut menghasilkan berbagai kesepakatan strategis di bidang ekonomi, pertahanan, perdagangan, energi, hingga teknologi.
Kunjungan para pemimpin dunia itu juga merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke negara masing-masing sebelumnya. Berikut deretan kepala negara yang telah menyambangi Prabowo di Indonesia.
1. Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi pemimpin negara pertama yang tiba di Indonesia pada Rabu (1/7/2026). Setibanya di Tanah Air, ia disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam kunjungan tersebut, Lukashenko mencatat sejarah sebagai kepala negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara pada era modern.
“Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono.
Kunjungan ini merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025 sekaligus menjadi kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah sebelumnya datang pada 2013.
Momen menarik terjadi ketika Lukashenko secara spontan menghadiahkan pulpen miliknya kepada Prabowo usai menandatangani buku tamu di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan bilateral, kedua pemimpin menandatangani Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 sebagai peta jalan kerja sama Indonesia-Belarus.
Kesepakatan tersebut mencakup penguatan kerja sama di sektor ketahanan pangan melalui pasokan pupuk dan alat pertanian, pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, transfer teknologi, investasi manufaktur, otomotif, kendaraan berat, agroindustri, hingga pendidikan dan pelatihan vokasi.
Prabowo juga mengapresiasi Belarus yang telah meratifikasi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), sementara Indonesia sedang menyelesaikan proses ratifikasi serupa.
2. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong tiba di Indonesia pada Minggu (5/7/2026) dan disambut Menteri Luar Negeri Sugiono. Sehari kemudian, ia menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyinggung hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura yang akan memasuki usia 60 tahun pada tahun depan.
Pertemuan menghasilkan 26 capaian kerja sama, terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah (government-to-government) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business).
“Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata di berbagai bidang,” kata Prabowo.
Salah satu kesepakatan penting adalah implementasi perdagangan listrik lintas batas dengan penunjukan BPI Danantara sebagai pelaksana kerja sama tersebut.
Selain itu, kedua negara juga memperkuat kolaborasi di bidang energi, ekonomi digital, keamanan siber, ketahanan pangan, pariwisata, hingga pendidikan dan pertukaran pemuda.
3. Perdana Menteri India Narendra Modi
Usai menerima Lawrence Wong, Presiden Prabowo langsung menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi pada Senin (6/7/2026). Keduanya kemudian menggelar pertemuan resmi di Istana Negara pada Selasa (7/7/2026).
Kunjungan Modi merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke India pada Februari 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Narendra Modi sebagai bentuk penghormatan atas jasanya dalam mempererat hubungan Indonesia dan India.
Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk perpanjangan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) dalam bidang eksplorasi dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai.
“Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Prabowo.
Selain kerja sama antariksa, Indonesia dan India juga mengumumkan 15 dokumen kerja sama yang mencakup sektor pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, teknologi, serta berbagai bidang strategis lainnya.
Kunjungan tiga pemimpin dunia tersebut menandai semakin intensifnya diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai kesepakatan yang dicapai diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing negara.














