Media90 – Nasib kurang beruntung dialami seorang driver ojek online (ojol) yang menjadi korban dugaan penipuan saat mengantar pesanan makanan di wilayah Kunciran Jaya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 23 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB dan kini menjadi perhatian publik.
Korban menerima pesanan makanan cepat saji dengan nilai sekitar Rp110 ribu menggunakan sistem bayar di tempat (COD). Namun, sesampainya di lokasi, pelanggan langsung mengambil pesanan lalu masuk ke dalam rumah tanpa melakukan pembayaran.
Driver tersebut sempat menunggu di luar dengan harapan pelanggan akan kembali untuk menyelesaikan transaksi. Namun, hingga sekitar 15 menit berlalu, pembayaran tak kunjung dilakukan.
Korban kemudian mencoba menagih haknya. Alih-alih membayar, pelaku justru mengaku tidak memiliki uang. Bahkan, makanan yang dipesan diketahui sudah hampir habis dikonsumsi.
Situasi sempat memanas ketika korban terus meminta pembayaran. Pelaku justru marah dan mengusir driver dari lokasi, membuat korban berada dalam posisi yang sulit.
Menurut keterangan warga sekitar, kejadian serupa diduga bukan pertama kali terjadi. Modus ini disebut-sebut sudah beberapa kali dilakukan oleh pelaku.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para driver ojek online untuk lebih berhati-hati, terutama saat menerima pesanan dengan sistem Cash on Delivery (COD).
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa antara lain:
- Memastikan komunikasi dengan pelanggan jelas sejak awal
- Menghindari lokasi yang mencurigakan
- Mengutamakan keselamatan diri
- Segera melaporkan jika ada indikasi penipuan
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut terkait tindak lanjut dari kasus tersebut. Namun, peristiwa ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi para driver ojol di lapangan.














