Media90.id – Sebuah unggahan lowongan kerja yang mengatasnamakan Honda tengah menjadi perbincangan di media sosial TikTok. Informasi tersebut menawarkan pekerjaan dengan gaji hingga Rp6 juta per bulan serta persyaratan yang dinilai sangat mudah, sehingga menarik perhatian banyak pencari kerja.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa perusahaan Honda membuka kesempatan kerja bagi laki-laki maupun perempuan berusia 18 hingga 45 tahun. Iklan tersebut juga mengklaim bahwa pelamar tidak diwajibkan memiliki pengalaman kerja maupun ijazah tertentu.
Selain itu, disebutkan pula bahwa pekerja akan memperoleh gaji sebesar Rp6 juta per bulan dengan tambahan upah lembur mencapai Rp75 ribu per jam. Kombinasi antara iming-iming gaji yang cukup besar dan persyaratan yang minim membuat informasi tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi tersebut diduga tidak berasal dari jalur rekrutmen resmi perusahaan dan berpotensi menjadi modus penipuan yang menyasar para pencari kerja.
Kejanggalan mulai terlihat ketika pengguna mengakses tautan yang dicantumkan pada bio akun pengunggah. Alih-alih mengarah ke situs resmi perusahaan, tautan tersebut justru membawa pengguna ke sebuah formulir digital yang meminta sejumlah data pribadi.
Data yang diminta antara lain nama lengkap, alamat tempat tinggal, hingga nomor akun Telegram. Pola seperti ini kerap ditemukan dalam berbagai modus penipuan berkedok rekrutmen yang bertujuan mengumpulkan data pribadi calon korban untuk disalahgunakan.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa proses rekrutmen resmi Honda dilakukan melalui kanal yang telah ditetapkan perusahaan. Informasi lowongan kerja resmi diumumkan melalui situs karier perusahaan dan akun media sosial resmi yang dikelola oleh tim rekrutmen.
Pihak Honda melalui Astra Honda Motor juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dan komunikasi rekrutmen dilakukan melalui saluran resmi perusahaan, termasuk penggunaan alamat email resmi, bukan melalui akun pribadi maupun aplikasi perpesanan yang tidak terverifikasi.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat menemukan informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial. Beberapa ciri yang perlu diwaspadai antara lain menawarkan gaji tinggi tanpa kualifikasi yang jelas, menggunakan akun media sosial yang tidak terverifikasi, mengarahkan pelamar ke situs di luar kanal resmi perusahaan, meminta data pribadi secara berlebihan sejak tahap awal, serta menggunakan aplikasi pesan instan sebagai sarana komunikasi utama.
Jika menemukan ciri-ciri tersebut, pencari kerja disarankan untuk melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui situs resmi perusahaan, akun media sosial terverifikasi, atau kanal resmi lainnya sebelum mengirimkan data pribadi.
Maraknya informasi lowongan kerja palsu di media sosial menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran yang terdengar terlalu menguntungkan. Verifikasi informasi sebelum melamar merupakan langkah penting untuk menghindari risiko penyalahgunaan data pribadi maupun kerugian akibat penipuan berkedok rekrutmen kerja.
Dengan meningkatnya berbagai modus penipuan digital, kewaspadaan dan ketelitian menjadi kunci utama bagi pencari kerja agar tidak menjadi korban oknum yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.














