Media90.id – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Minggu (31/5/2026). Erupsi terjadi pada pukul 06.33 WIT dengan kolom abu vulkanik yang teramati membumbung setinggi sekitar 1.300 meter di atas puncak gunung.
Berdasarkan hasil pengamatan petugas, kolom erupsi mencapai ketinggian sekitar 2.387 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur mengikuti arah angin saat letusan berlangsung.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam oleh peralatan seismograf. Hasil pemantauan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 34 milimeter dengan durasi letusan sekitar 41,68 detik.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih berlangsung dan tetap aktif. Gunung yang berada di Pulau Halmahera itu diketahui merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan frekuensi erupsi yang relatif tinggi.
Seiring dengan aktivitas erupsi yang masih terjadi, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Dukono diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebaran abu vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu karena sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin.
Kondisi tersebut membuat wilayah yang terdampak hujan abu tidak selalu berada pada lokasi yang sama. Oleh karena itu, warga diimbau untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung api dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh instansi terkait.
Selain berpotensi mengurangi jarak pandang, abu vulkanik juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan apabila terhirup dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cukup lama.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di sekitar Kawah Malupang Warirang yang menjadi pusat aktivitas erupsi Gunung Dukono.
Area yang harus dihindari mencakup radius 4 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut berlaku untuk seluruh aktivitas, baik pendakian, wisata, maupun kegiatan lainnya yang berpotensi mendekati zona berbahaya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya lontaran material vulkanik maupun peningkatan aktivitas erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas.
Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono dianjurkan selalu menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan saat terjadi hujan abu.
Warga juga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila konsentrasi abu vulkanik meningkat. Dengan aktivitas erupsi yang masih berlangsung secara periodik, masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada serta selalu mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan terkini aktivitas Gunung Dukono.














