Media90.id – Sebuah unggahan lowongan kerja yang mengatasnamakan Alfamidi ramai beredar di media sosial TikTok dan menarik perhatian para pencari kerja. Informasi tersebut menawarkan posisi Crew Store yang mencakup tugas sebagai kasir dan pramuniaga dengan penempatan di berbagai cabang sesuai domisili pelamar.
Sekilas, informasi tersebut terlihat meyakinkan karena memuat deskripsi pekerjaan yang cukup rinci. Namun, masyarakat diminta lebih berhati-hati setelah ditemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan penipuan berkedok rekrutmen online.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa Alfamidi membuka kesempatan kerja bagi pria dan wanita berusia 18 hingga 25 tahun dengan pendidikan minimal SMA atau SMK. Pelamar dijanjikan akan bertugas melayani pelanggan, mengoperasikan mesin kasir, menata barang dagangan, memeriksa stok, hingga menerima barang masuk ke toko.
Unggahan tersebut juga mencantumkan kisaran gaji dan tunjangan antara Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per bulan. Informasi tersebut membuat banyak pengguna media sosial tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai lowongan yang ditawarkan.
Namun, kejanggalan mulai terlihat ketika calon pelamar mengakses tautan yang dicantumkan pada bio akun pengunggah. Alih-alih mengarah ke portal rekrutmen resmi perusahaan, tautan tersebut justru membawa pengguna ke sebuah formulir digital yang meminta berbagai data pribadi.
Data yang diminta antara lain nama lengkap, alamat tempat tinggal, hingga nomor akun Telegram. Praktik seperti ini sering ditemukan dalam berbagai modus penipuan lowongan kerja yang bertujuan mengumpulkan data pribadi calon korban.
Berdasarkan mekanisme rekrutmen resmi yang berlaku di Alfamidi, proses pendaftaran dilakukan melalui sistem karier perusahaan dengan tahapan yang jelas dan terstruktur. Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu pada portal rekrutmen resmi sebelum dapat mengajukan lamaran pekerjaan.
Setelah akun dibuat, pelamar harus masuk ke sistem menggunakan data akun tersebut untuk melihat dan melamar posisi yang tersedia. Prosedur ini berbeda dengan mekanisme dalam unggahan viral yang langsung meminta data pribadi melalui formulir eksternal tanpa melalui portal resmi perusahaan.
Untuk menghindari risiko menjadi korban penipuan, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah ciri lowongan kerja yang mencurigakan. Di antaranya menggunakan akun media sosial yang tidak terverifikasi, mencantumkan tautan pendaftaran di luar situs resmi perusahaan, meminta data pribadi secara berlebihan sejak tahap awal, serta tidak menjelaskan proses seleksi secara rinci.
Selain itu, pelamar juga perlu berhati-hati apabila komunikasi dilakukan melalui akun pribadi atau aplikasi pesan instan yang tidak terkait dengan sistem rekrutmen resmi perusahaan.
Jika menemukan indikasi tersebut, pencari kerja disarankan melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui situs resmi perusahaan atau kanal informasi terpercaya sebelum mengisi formulir maupun mengirimkan dokumen pribadi.
Maraknya lowongan kerja palsu di media sosial menjadi pengingat bahwa kehati-hatian sangat diperlukan dalam mencari pekerjaan secara online. Verifikasi sederhana terhadap sumber informasi dapat membantu mencegah penyalahgunaan data pribadi dan mengurangi risiko menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan perusahaan besar.
Dengan lebih teliti dan kritis dalam menyeleksi informasi, masyarakat dapat menemukan peluang kerja yang aman, terpercaya, dan sesuai dengan prosedur rekrutmen yang berlaku.














