Media90.id – Seorang driver ShopeeFood menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda di wilayah Simbang Wetan, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat malam (19/6/2026) sekitar pukul 21.45 WIB. Insiden tersebut terjadi tidak lama setelah korban menyelesaikan tugas mengantarkan pesanan makanan kepada pelanggan.
Korban Dihentikan Sekelompok Pemuda
Saat melintas di depan sebuah lokasi yang biasa dijadikan tempat berkumpul sejumlah pemuda, korban tiba-tiba dihentikan oleh beberapa orang yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras oplosan.
Menurut informasi yang dihimpun, para pemuda tersebut memaksa korban untuk melakukan salim atau mencium tangan mereka. Situasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan ketika salah satu pelaku berinisial IB diduga melakukan pemukulan terhadap korban yang saat itu masih mengenakan helm.
Merasa keselamatannya terancam, korban kemudian memilih meninggalkan lokasi secepat mungkin. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami syok dan trauma, terlebih usianya masih tergolong muda.
Driver Datang Kembali, Situasi Memanas
Usai insiden tersebut, korban bersama sejumlah rekan dari aliansi driver mendatangi kembali lokasi kejadian untuk meminta klarifikasi kepada pihak yang diduga terlibat.
Namun situasi tidak berjalan kondusif. Salah satu pelaku disebut kembali menunjukkan sikap provokatif dan bahkan menantang korban. Melihat jumlah driver yang datang semakin banyak, pelaku akhirnya melarikan diri dari lokasi.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Buru Pelaku
Menindaklanjuti laporan yang masuk, tim Buser Polres Pekalongan bersama personel Polsek Buaran langsung melakukan penyelidikan serta pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan barang bukti berupa minuman keras oplosan yang diduga dikonsumsi para pelaku sebelum terjadinya aksi penghadangan dan penganiayaan.
Saat ini, polisi masih melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Imbauan Polisi Terkait Miras Oplosan
Selain melakukan pengejaran, pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi konsumsi minuman keras oplosan. Minuman ilegal tersebut kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal, gangguan keamanan, hingga peristiwa yang membahayakan keselamatan jiwa.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku diimbau segera melapor kepada pihak berwenang agar proses penegakan hukum dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari laporan dan keterangan yang tersedia saat publikasi. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap memiliki hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. Redaksi tidak bermaksud menggiring opini maupun menarik kesimpulan sepihak terkait dugaan yang masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat diharapkan tetap bersikap rasional dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kebenaran klaim atau informasi tambahan yang beredar di media sosial di luar sumber yang digunakan dalam pemberitaan ini.














