NASIONAL

Joget di Dapur MBG Viral, Hendrik Irawan Minta Maaf Usai Pamer Rp6 Juta per Hari

Luluk RJMP
52
×

Joget di Dapur MBG Viral, Hendrik Irawan Minta Maaf Usai Pamer Rp6 Juta per Hari

Sebarkan artikel ini
Aksi Joget di Dapur MBG Jadi Sorotan Hendrik Irawan Klarifikasi dan Minta Maaf BGN Turun Tangan

Media90 – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh video viral dari Hendrik Irawan, seorang mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Bandung Barat.

Aksi joget yang dilakukannya di dalam ruangan yang diduga dapur SPPG menuai kontroversi, terutama setelah ia menyebut penghasilannya bisa mencapai Rp6 juta per hari.

Ads
close ads

Konten yang diunggah melalui TikTok pada 15 Maret 2026 itu memperlihatkan Hendrik berjoget di dalam ruangan, sementara di belakangnya terlihat aktivitas pekerja yang tengah menyiapkan paket makanan.

Meski kolom komentar di unggahan asli telah dinonaktifkan, reaksi publik terus bermunculan di berbagai platform lain setelah video tersebut diunggah ulang dan menyebar luas.

Baca Juga:  Viral Dugaan Perselingkuhan Pendiri Nussa, Aditya Triantoro Akhirnya Buka Suara

Kontroversi semakin meluas setelah Hendrik menyebut dirinya memperoleh keuntungan hingga Rp6 juta per hari dari program tersebut. Banyak netizen menilai pernyataan itu tidak sensitif, mengingat program MBG merupakan inisiatif pemerintah untuk pemenuhan gizi masyarakat.

Setelah mendapat kritik tajam, Hendrik akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan program pemerintah, termasuk program yang digagas oleh Prabowo Subianto.

Selain itu, ia juga meluruskan bahwa angka Rp6 juta bukan berasal dari jatah makanan masyarakat, melainkan insentif resmi sebagai mitra yang membangun dapur secara mandiri.

Hendrik menjelaskan bahwa dapur SPPG yang dikelolanya dibangun menggunakan dana pribadi, bukan dari anggaran pemerintah. Hal ini menjadi dasar ia menerima insentif dalam program tersebut.

Baca Juga:  Video Bocil Debat Sengit di Depan Guru Viral, Netizen: Gurunya Ikut Deg-Degan

Menanggapi viralnya video tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan kekecewaannya. Melalui Wakil Kepala, Nanik Sudaryati Deyang, pihaknya menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan standar mitra program.

Apalagi, aktivitas di dapur tanpa alat pelindung diri (APD) dinilai melanggar prosedur yang berlaku. BGN juga memastikan akan melakukan pengawasan lebih lanjut terhadap operasional dapur tersebut.

Sebelum kasus ini viral, Hendrik juga sempat menjadi perhatian publik terkait dugaan hilangnya dana operasional SPPG sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut diduga raib akibat kasus phishing yang menimpa pengelola sebelumnya, sehingga sempat mengganggu operasional dapur.

Kasus ini menjadi sorotan luas dan memicu diskusi publik mengenai etika dalam membuat konten, khususnya yang berkaitan dengan program pemerintah dan layanan masyarakat.

Tinggalkan Balasan