Media90.id – TNI Angkatan Darat (AD) menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam peristiwa tersebut, satu personel TNI AD gugur saat menjalankan tugas, sementara sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan TNI AD turut berbelasungkawa kepada keluarga korban serta memastikan seluruh personel yang menjadi korban mendapatkan penanganan terbaik.
“TNI Angkatan Darat turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di Gupusmu II Puspalad. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga prajurit yang gugur dalam tugas serta mendoakan seluruh korban yang saat ini masih menjalani perawatan agar segera diberikan kesembuhan dan dapat pulih kembali seperti sediakala,” ujar Donny dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan laporan awal yang diterima TNI AD, insiden terjadi ketika personel sedang melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan perawatan materiil munisi di salah satu gudang penyimpanan.
Akibat ledakan tersebut, satu orang personel dinyatakan gugur dalam tugas, empat personel mengalami luka berat, sedangkan dua personel lainnya mengalami luka ringan.
Donny menjelaskan, TNI AD telah mengambil langkah cepat dengan memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga, sekaligus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara optimal.
Selain penanganan korban, TNI AD juga telah membentuk tim investigasi guna mengungkap penyebab dan kronologi insiden secara menyeluruh.
“Proses ini dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang kepada tim investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai,” tegas Donny.
Ia menambahkan, investigasi akan dilakukan secara transparan dan akuntabel sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam menangani peristiwa tersebut secara serius.
Menurut Donny, hasil penyelidikan nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap kegiatan pengelolaan materiil di lingkungan TNI Angkatan Darat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan sistem keamanan dan meminimalkan risiko terjadinya insiden serupa pada masa mendatang.
TNI AD juga menegaskan akan terus memberikan perhatian kepada seluruh korban beserta keluarganya selama proses penanganan berlangsung, sembari memastikan investigasi berjalan sesuai prosedur hingga penyebab pasti ledakan dapat diketahui.














