NASIONAL

Perabotan Digasak Maling, Dapur Program MBG di Mojokerto Gagal Beroperasi

Novta Tria
4
×

Perabotan Digasak Maling, Dapur Program MBG di Mojokerto Gagal Beroperasi

Sebarkan artikel ini
Dapur MBG di Mojokerto Batal Beroperasi Setelah Peralatan Dicuri Maling

Media90.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Jazeerah di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, gagal beroperasi setelah sejumlah peralatan dan perlengkapan dapur dicuri. Akibat pencurian tersebut, distribusi makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah pun terhambat.

Pelaku pencurian diketahui bernama Bambang (47). Polisi telah menangkap pelaku dan kini tengah mendalami kasus tersebut.

Ads
close ads

“Pelaku mencuri barang-barang di SPPG tersebut sendirian,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kamis (16/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Bambang melakukan aksi pencurian secara bertahap pada 1, 2, dan 4 Juli 2026. Berbagai perlengkapan penting milik dapur MBG dibawa kabur.

Barang-barang yang dicuri antara lain delapan kompor gas, lima unit outdoor AC, tujuh kamera CCTV, satu blower dapur, mesin instalasi gas, tiga kasur, tiga bantal, delapan set roda kereta dorong, serta timbangan elektrik.

Selain itu, pelaku juga menggondol dua blender, 38 ompreng atau wadah makanan, tiga kipas angin, satu timbangan meja elektrik, televisi 32 inci, genset, DVR CCTV, hingga sejumlah peralatan dapur lainnya.

AKP Aldhino mengatakan hilangnya berbagai perlengkapan tersebut membuat SPPG Al Jazeerah belum dapat menjalankan operasionalnya.

“Karena barang-barangnya dicuri pelaku, akhirnya SPPG ini tidak bisa operasi. Termasuk ompreng buat makan anak-anak itu karena diambil, tidak bisa mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga masuk ke area SPPG pada dini hari dengan cara memotong kawat pagar. Setelah berhasil masuk ke kompleks, pelaku melubangi atap berbahan asbes untuk mengakses bangunan dapur.

“Pelaku mengangkut barang-barang SPPG menggunakan sepeda motor yang dilengkapi tas motor (ronjot),” ujarnya.

Saat ini polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk menelusuri keberadaan barang bukti hasil curian. Sementara itu, pihak pengelola SPPG berharap operasional dapur MBG dapat segera dipulihkan agar penyaluran makanan bergizi kepada para siswa dapat kembali berjalan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *