Media90 – Kabar mengenai tuntutan hukuman 18 tahun penjara terhadap mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook menjadi sorotan luas di media sosial.
Polemik ini memicu reaksi dari sejumlah figur publik yang menilai kasus tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan generasi muda terhadap dunia pemerintahan.
Jaksa Penuntut Umum disebut menuntut hukuman penjara selama 18 tahun kepada Nadiem, disertai denda sebesar Rp1 miliar serta uang pengganti senilai Rp5,67 triliun. Proyek pengadaan Chromebook yang berlangsung pada periode 2019 hingga 2022 itu diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,18 triliun.
Isu ini langsung menjadi perbincangan hangat publik, mengingat nilai kerugian yang fantastis serta latar belakang Nadiem yang dikenal sebagai tokoh pendidikan sekaligus pendiri perusahaan teknologi besar sebelum terjun ke dunia pemerintahan.
Influencer pendidikan Jerome Polin menjadi salah satu figur publik yang paling disorot setelah mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Dalam unggahan yang viral, Jerome mengaku merasa sedih dan khawatir kasus tersebut dapat membuat banyak orang berintegritas enggan terlibat dalam pemerintahan.
Ia menilai kondisi ini bisa menimbulkan ketakutan bagi generasi muda yang ingin mengabdi di sektor publik, karena khawatir menghadapi risiko hukum yang berat.
Dukungan moral juga datang dari aktris Raline Shah yang menuliskan pesan singkat “Justice for Nadiem” di akun media sosialnya.
Sementara itu, pedangdut senior Inul Daratista turut memberikan tanggapan terkait kasus tersebut. Ia mengaku pernah beberapa kali diajak masuk ke dunia politik, namun memilih menolak.
Menurut Inul, kasus besar seperti ini dapat membuat banyak orang semakin ragu untuk terjun ke pemerintahan meski memiliki niat baik.
Di sisi lain, kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini dinilai menjadi salah satu perkara besar yang dapat mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Publik kini menanti proses persidangan lanjutan serta keputusan hakim dalam perkara tersebut.
Perdebatan di media sosial pun masih terus berlangsung. Sebagian masyarakat meminta agar proses hukum dihormati hingga ada putusan berkekuatan tetap. Sementara sebagian lainnya menyoroti dampak psikologis dan sosial dari kasus ini terhadap tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah.














