Media90 – Jagat media sosial kembali diramaikan dengan beredarnya video seorang pria berinisial YD yang tampil mencolok di atas panggung konser dangdut di Pamekasan.
Dalam video tersebut, YD terlihat berjoget sambil menghamburkan uang saat penyanyi Valen Akbar tampil di acara halal bihalal yang berlangsung di Gedung Bakorwil Pamekasan pada Rabu malam (25/3/2026).
Perhatian publik semakin meningkat setelah diketahui bahwa YD merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), tepatnya sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pratama Pakong di bawah Yayasan Fatimah Maju Bersama. Status tersebut membuat aksinya menjadi bahan diskusi, terutama terkait citra dan tanggung jawab pihak yang terlibat dalam program publik.
Kontroversi Aksi Sawer Uang
Berbeda dari kebiasaan umum, aksi yang dilakukan YD menuai kontroversi. Dalam video, uang yang dibawanya tidak langsung diberikan kepada penyanyi, melainkan digesek-gesekkan terlebih dahulu sebelum akhirnya berhamburan di panggung. Suasana konser terlihat meriah dengan respons penonton yang bersorak menyaksikan kejadian tersebut.
Di tengah ramainya komentar publik, pihak penyelenggara memberikan klarifikasi terkait jalannya acara.
“Kami dari Crew Pamekasan Kreatif ingin membantah perspektif yang terbentuk di beberapa kalangan bahwa konser musik dangdut identik dengan kerusuhan, joget, dan mabuk-mabukan. Di acara semalam kami tidak melihat satu pun penonton yang joget,” ujar Kuswanto melalui status WhatsApp-nya, Kamis (26/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa acara berlangsung aman dan terkendali.
Beragam Respons Netizen
Video tersebut memancing berbagai respons dari netizen. Sebagian mengkritik aksi YD dan mempertanyakan etika, terutama karena aksinya dikaitkan dengan program pemerintah. Ada juga yang menyoroti asal dana yang digunakan dalam aksi tersebut.
Di sisi lain, beberapa netizen menyebut bahwa YD telah memiliki usaha pribadi sebelum terlibat dalam program MBG, sehingga kemungkinan dana berasal dari sumber pribadi.
Kasus ini kembali membuka diskusi lebih luas mengenai pentingnya transparansi dan perilaku individu yang terlibat dalam program publik. Masyarakat berharap adanya kejelasan dan standar etika yang dijaga agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kemudian hari.














