Media90.id – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menghadapi tantangan yang cukup mengejutkan menjelang laga pembuka turnamen.
Di tengah berbagai klaim mengenai tingginya antusiasme publik terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut, data terbaru justru menunjukkan masih banyak tiket pertandingan yang belum berhasil terjual.
Beberapa hari menjelang dimulainya turnamen pada 11 Juni 2026, tercatat hampir 180 ribu tiket fase grup masih tersedia melalui berbagai jalur penjualan resmi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan banyaknya kursi kosong di stadion selama pertandingan berlangsung.
Jika situasi tersebut terus berlanjut, atmosfer pertandingan dikhawatirkan tidak akan semeriah edisi-edisi sebelumnya. Selain itu, FIFA juga berpotensi menghadapi sorotan publik terkait strategi penjualan tiket yang diterapkan pada turnamen kali ini.
Harga Tiket Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang paling banyak diperbincangkan adalah tingginya harga tiket yang dianggap sulit dijangkau oleh sebagian besar penggemar sepak bola.
Berdasarkan data penjualan terbaru, pertandingan pembuka yang mempertemukan tim nasional Amerika Serikat melawan Paraguay masih menyisakan lebih dari 4.400 kursi yang belum terisi.
Meski FIFA telah menawarkan sejumlah potongan harga untuk beberapa pertandingan, biaya masuk stadion tetap dianggap terlalu mahal oleh banyak calon penonton.
Laporan media internasional menyebutkan harga rata-rata tiket pertandingan tersebut berada di kisaran 800 dolar AS atau sekitar Rp13 juta. Sementara itu, tiket termurah yang dijual langsung melalui FIFA masih dibanderol sekitar 1.120 dolar AS atau setara Rp18,2 juta.
Besarnya biaya yang harus dikeluarkan membuat sebagian penggemar memilih menunda pembelian tiket atau mencari alternatif lain untuk menyaksikan pertandingan.
Sistem Dynamic Pricing Tuai Kritik
Selain harga yang tinggi, sistem dynamic pricing juga menjadi sasaran kritik dari berbagai kalangan.
Mekanisme ini memungkinkan harga tiket berubah secara otomatis mengikuti tingkat permintaan pasar. Saat permintaan meningkat, harga tiket akan naik. Sebaliknya, ketika minat menurun, harga dapat diturunkan untuk menarik pembeli.
Meskipun metode tersebut telah lama digunakan dalam industri hiburan dan olahraga, banyak suporter menilai sistem ini membuat harga tiket menjadi tidak stabil dan sulit diprediksi.
Akibatnya, sebagian calon pembeli memilih menunggu hingga mendekati hari pertandingan dengan harapan harga akan turun, yang pada akhirnya turut memengaruhi laju penjualan tiket.
Lebih dari 176 Ribu Tiket Masih Tersedia
Data terbaru menunjukkan sekitar 176 ribu tiket pertandingan fase grup masih tersedia di portal penjualan ulang resmi FIFA.
Selain itu, sekitar 15 ribu tiket lainnya juga masih dipasarkan melalui kanal penjualan resmi organisasi sepak bola dunia tersebut.
Angka tersebut cukup mengejutkan mengingat FIFA sebelumnya beberapa kali menyampaikan optimisme terkait tingginya minat masyarakat terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Besarnya jumlah tiket yang belum terjual menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas strategi pemasaran dan penetapan harga yang diterapkan untuk turnamen kali ini.
Berbagai Faktor Ikut Memengaruhi
Menjelang kick-off turnamen, perhatian publik tidak hanya tertuju pada persaingan di lapangan hijau.
Sejumlah isu lain seperti keamanan, kebijakan perjalanan internasional, biaya akomodasi yang tinggi, hingga ongkos transportasi antar kota penyelenggara juga menjadi pertimbangan bagi para suporter yang berencana hadir langsung ke stadion.
Sebagai turnamen pertama yang digelar di tiga negara sekaligus dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, kebutuhan perjalanan dan logistik bagi penonton memang jauh lebih kompleks dibandingkan edisi sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian penggemar memilih menonton dari rumah dibandingkan harus mengeluarkan biaya besar untuk hadir langsung.
FIFA Hadapi Tantangan Besar
Dengan waktu yang semakin dekat menuju pertandingan pembuka, FIFA kini menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan penjualan tiket sekaligus memastikan stadion tetap dipenuhi penonton selama fase grup berlangsung.
Keberhasilan mengatasi persoalan ini akan menjadi salah satu indikator penting kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Meski demikian, banyak pihak masih optimistis antusiasme masyarakat akan meningkat seiring dimulainya pertandingan dan semakin dekatnya laga-laga besar yang melibatkan tim favorit. Namun untuk saat ini, isu penjualan tiket menjadi salah satu sorotan utama yang mengiringi persiapan menuju pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.














