Media90 – Event streetball Park Takeover yang digelar di Surabaya mendadak menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian ini muncul setelah insiden tidak menyenangkan yang melibatkan bintang tamu internasional, Kevon Harris atau yang dikenal sebagai Kshowtime.
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu, 1 Mei 2026, awalnya berjalan sebagai hiburan olahraga yang meriah. Namun suasana berubah ketika Kshowtime diduga menjadi target tindakan rasis dari salah satu lawannya di lapangan.
Meski menghadapi situasi tersebut, Kshowtime tidak terpancing emosi secara berlebihan. Ia justru memilih merespons dengan cara elegan, yakni melalui performa impresif di lapangan. Dengan permainan yang dominan, ia berhasil mengalahkan penantangnya dengan skor telak.
Aksi tersebut langsung viral dan banyak dianggap sebagai “balasan paling berkelas” terhadap provokasi yang diterimanya. Melalui akun Instagram pribadinya (@k_showtime), ia membagikan momen tersebut dengan pesan singkat namun tegas: “Inilah yang terjadi saat Anda merendahkan orang yang salah.”
Menariknya, meskipun mengalami pengalaman kurang menyenangkan, Kshowtime tetap menunjukkan sikap dewasa. Ia tidak menggeneralisasi kejadian tersebut kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam unggahan lanjutan, ia justru menyampaikan apresiasi kepada para penggemarnya di Tanah Air.
“Saya suka orang Indonesia. Mereka sangat sopan, baik, dan ramah. Tolong jangan hiraukan pria rasis itu. Saya tidak marah pada orang Indonesia dan saya tahu kalian tidak mentolerir perilaku tidak sopan,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menuai banyak pujian karena dinilai mencerminkan profesionalisme sekaligus penghargaan terhadap audiens lokal.
Sebagai pemain streetball, Kshowtime mengakui bahwa ejekan atau trash talk merupakan hal yang lumrah dalam permainan. Namun, ia menegaskan bahwa ada batas yang tidak boleh dilanggar, terutama terkait isu rasial.
“Aku tidak peduli jika kalian menghinaku. Tapi jangan rasis. Kalian boleh berkata kasar, tetapi ketika rasisme terlibat, di situlah batas harus ditegakkan,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa olahraga bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga ruang untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan saling menghormati. Perilaku diskriminatif, dalam bentuk apa pun, tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga modern.














