Media90.id – Engine mounting memang memiliki ukuran yang relatif kecil, tetapi perannya sangat besar dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan sebuah mobil. Komponen ini bekerja setiap kali mesin dinyalakan untuk menopang mesin sekaligus meredam getaran agar tidak merambat ke bodi kendaraan.
Tanpa engine mounting yang berfungsi dengan baik, getaran mesin akan langsung terasa hingga ke setir, dashboard, lantai, bahkan kursi penumpang. Akibatnya, kenyamanan berkendara akan berkurang dan dalam jangka panjang dapat memengaruhi komponen lain di sekitar mesin.
Lantas, apa sebenarnya fungsi engine mounting, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja tanda-tanda kerusakannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Engine Mounting?
Engine mounting atau dudukan mesin adalah komponen yang menghubungkan mesin dengan rangka (chassis) kendaraan. Umumnya, komponen ini terbuat dari kombinasi logam dan karet berkualitas tinggi yang dirancang untuk menopang bobot mesin sekaligus menyerap getaran yang dihasilkan selama proses pembakaran.
Pada mobil modern, engine mounting biasanya dipasang di beberapa titik sesuai konfigurasi mesin. Penempatannya bertujuan menjaga posisi mesin tetap stabil saat kendaraan berakselerasi, mengerem, maupun melintasi jalan yang tidak rata.
Fungsi Engine Mounting pada Mobil
1. Menopang Posisi Mesin
Fungsi utama engine mounting adalah menopang mesin agar tetap berada pada posisi yang telah ditentukan oleh pabrikan.
Mesin mobil memiliki bobot yang cukup besar sehingga membutuhkan dudukan yang kuat agar tidak bergeser saat kendaraan digunakan. Posisi mesin yang stabil juga membantu menjaga distribusi bobot kendaraan sehingga performa tetap optimal.
Jika engine mounting mengalami kerusakan, mesin bisa bergerak lebih bebas dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada komponen lain yang terhubung dengannya.
2. Meredam Getaran Mesin
Setiap mesin menghasilkan getaran sebagai bagian dari proses pembakaran.
Engine mounting berfungsi menyerap sebagian besar getaran tersebut sebelum diteruskan ke bodi kendaraan. Berkat material karet khusus yang digunakan, kabin menjadi lebih nyaman dan tidak dipenuhi getaran berlebihan, terutama saat mesin dalam kondisi idle.
Mobil dengan engine mounting yang masih baik biasanya memiliki tingkat getaran yang sangat minim.
3. Mengurangi Kebisingan Kabin
Selain meredam getaran, engine mounting juga membantu mengurangi suara bising dari ruang mesin.
Tanpa lapisan peredam, suara mesin akan lebih mudah merambat ke dalam kabin melalui rangka kendaraan. Dengan adanya engine mounting, suara tersebut dapat diredam sehingga perjalanan menjadi lebih tenang dan nyaman.
Fungsi ini sangat penting pada mobil keluarga maupun kendaraan premium yang mengutamakan kenyamanan.
4. Melindungi Komponen Lain
Engine mounting juga berperan menjaga umur pakai berbagai komponen di sekitar mesin.
Mesin yang bergerak terlalu bebas dapat memberikan tekanan berlebih pada selang, kabel, pipa, hingga sistem transmisi.
Dengan menjaga posisi mesin tetap stabil, risiko kerusakan dini pada komponen tersebut dapat diminimalkan sehingga biaya perawatan kendaraan menjadi lebih efisien.
5. Menjaga Stabilitas Saat Berkendara
Ketika mobil berakselerasi atau melakukan pengereman, mesin akan mengalami perubahan gaya yang cukup besar.
Engine mounting berfungsi menahan pergerakan tersebut agar tetap dalam batas normal sehingga kendaraan terasa lebih halus saat dikendarai.
Jika dudukan mesin mulai aus, pengemudi biasanya akan merasakan hentakan ketika mobil mulai berjalan atau saat perpindahan gigi berlangsung.
Jenis-Jenis Engine Mounting
Engine Mounting Karet
Ini merupakan jenis yang paling banyak digunakan pada mobil penumpang.
Keunggulannya antara lain:
- Harga relatif terjangkau
- Konstruksi sederhana
- Tahan lama
- Perawatan mudah
Hydraulic Engine Mounting
Jenis ini menggunakan cairan hidrolik di dalam konstruksinya sehingga mampu meredam getaran lebih efektif.
Biasanya digunakan pada kendaraan modern yang mengutamakan kenyamanan berkendara.
Active Engine Mounting
Engine mounting aktif memakai sistem elektronik untuk mengatur tingkat peredaman sesuai kondisi kendaraan.
Teknologi ini banyak ditemukan pada mobil premium karena mampu memberikan kenyamanan maksimal, meski biaya perawatan dan penggantiannya lebih tinggi.
Tanda-Tanda Engine Mounting Rusak
Beberapa gejala yang menunjukkan engine mounting mulai mengalami kerusakan antara lain:
Getaran Kabin Semakin Besar
Getaran mulai terasa pada setir, dashboard, atau jok, terutama saat mesin hidup dalam kondisi diam.
Muncul Bunyi Benturan
Suara “duk” dari ruang mesin saat melewati jalan berlubang atau ketika berakselerasi bisa menjadi tanda engine mounting mulai aus.
Mesin Bergoyang Berlebihan
Jika mesin terlihat bergerak terlalu banyak saat pedal gas diinjak dalam kondisi kap terbuka, kemungkinan engine mounting sudah tidak mampu menopang mesin secara optimal.
Perpindahan Gigi Kurang Halus
Posisi mesin yang tidak stabil dapat memengaruhi kerja transmisi sehingga perpindahan gigi terasa lebih kasar.
Penyebab Engine Mounting Cepat Rusak
Beberapa faktor yang mempercepat kerusakan engine mounting meliputi:
- Usia pemakaian yang sudah lama
- Sering melewati jalan rusak dengan kecepatan tinggi
- Kebocoran oli yang mengenai bagian karet
- Kebiasaan berkendara agresif seperti akselerasi dan pengereman mendadak
Material karet akan mengeras dan retak seiring waktu sehingga kemampuan meredam getaran pun berkurang.
Cara Merawat Engine Mounting
Agar engine mounting lebih awet, lakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa kondisi engine mounting saat servis berkala.
- Hindari menghantam lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi.
- Pastikan tidak ada kebocoran oli yang mengenai dudukan mesin.
- Segera lakukan penggantian apabila muncul gejala kerusakan.
Perawatan sederhana tersebut dapat memperpanjang usia pakai komponen sekaligus menjaga kenyamanan berkendara.
Kesimpulan
Meski ukurannya kecil, fungsi engine mounting sangat penting bagi kenyamanan dan performa kendaraan. Komponen ini bertugas menopang mesin, meredam getaran, mengurangi kebisingan, menjaga kestabilan mesin, hingga melindungi berbagai komponen di sekitarnya.
Apabila engine mounting mulai rusak, berbagai gejala seperti getaran berlebih, suara benturan, hingga perpindahan gigi yang kasar dapat muncul. Karena itu, pemeriksaan dan penggantian tepat waktu menjadi langkah penting agar kerusakan tidak meluas ke komponen lain.
FAQ Seputar Engine Mounting
Apakah engine mounting yang rusak berbahaya?
Ya. Dudukan mesin yang rusak dapat membuat posisi mesin tidak stabil sehingga berpotensi merusak transmisi, selang, kabel, hingga komponen lain di ruang mesin.
Berapa umur pakai engine mounting?
Umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun, tergantung kondisi jalan, gaya berkendara, dan kualitas komponen.
Apakah getaran di kabin selalu disebabkan engine mounting?
Tidak. Getaran juga dapat berasal dari busi, sistem pengapian, idle mesin yang tidak stabil, atau masalah pada kaki-kaki kendaraan.
Kapan engine mounting harus diganti?
Saat muncul gejala seperti getaran berlebih, bunyi benturan, karet retak, atau posisi mesin terlihat tidak normal.
Apakah semua mobil menggunakan engine mounting yang sama?
Tidak. Setiap mobil memiliki jumlah, bentuk, dan desain engine mounting yang berbeda sesuai konstruksi mesin dan platform kendaraan.














