TEKNO

AI Cetak Puluhan Miliarder Baru di 2025, Peta Kekayaan Global Berubah Drastis

190
×

AI Cetak Puluhan Miliarder Baru di 2025, Peta Kekayaan Global Berubah Drastis

Sebarkan artikel ini
Lonjakan AI Ubah Peta Kekayaan Dunia, 50 Miliarder Baru Lahir pada 2025
Lonjakan AI Ubah Peta Kekayaan Dunia, 50 Miliarder Baru Lahir pada 2025

Media90 – Tahun 2025 menandai era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai mesin pembuat kekayaan baru. Jika sebelumnya AI dipandang sebatas teknologi pendukung, kini sektor tersebut menjelma menjadi penggerak utama lahirnya para miliarder dunia. Laporan terbaru Forbes mencatat, ekspansi pesat infrastruktur, model, dan aplikasi AI telah melahirkan lebih dari 50 miliarder baru hanya dalam satu tahun.

Gelontoran dana ke sektor ini pun terbilang masif. Investor global dikabarkan telah menanamkan lebih dari 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.300 triliun ke industri AI. Bahkan, startup AI menyerap hampir 50 persen dari total pendanaan global, menegaskan posisi AI sebagai pusat gravitasi baru dalam ekonomi teknologi dunia.

Ads
close ads

Wajah Baru Kekayaan Dunia

Perubahan besar terlihat pada daftar orang terkaya dunia. Hingga Desember 2025, Forbes mencatat terdapat 71 miliarder berusia di bawah 40 tahun yang sukses berkat usaha sendiri, menyamai rekor tertinggi sepanjang masa pada 2021. Namun, berbeda dengan era sebelumnya yang didominasi media sosial dan e-commerce, generasi miliarder muda saat ini tumbuh dari AI, fintech, dan kripto.

Salah satu terobosan paling mencolok datang dari Edwin Chen, pendiri Surge AI. Di usia 37 tahun, Chen menjadi pendatang baru terkaya di daftar Forbes 400 dengan estimasi kekayaan bersih mencapai 18 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun. Ia bahkan disebut menggantikan Mark Zuckerberg sebagai simbol baru kekayaan pengusaha teknologi muda. Menariknya, Surge AI dibangun Chen dalam waktu kurang dari lima tahun tanpa dukungan modal ventura, dengan klien raksasa seperti Google, Meta, dan Microsoft.

Rekor Miliarder Termuda

Kecepatan menciptakan kekayaan di era AI juga mencetak rekor baru. Pada Oktober 2025, tiga pendiri startup rekrutmen berbasis AI Mercor—Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha—menjadi miliarder self-made termuda sepanjang sejarah di usia 22 tahun. Masing-masing memiliki kekayaan bersih sekitar 2,2 miliar dolar AS atau Rp36 triliun, melampaui rekor Mark Zuckerberg yang menjadi miliarder pada usia 23 tahun.

Nama lain yang tak kalah mencuri perhatian adalah Lucy Guo (31), salah satu pendiri Scale AI. Dengan kekayaan bersih sekitar 1,4 miliar dolar AS atau Rp23 triliun, Guo sempat menyandang predikat miliarder perempuan termuda di dunia yang sukses berkat usahanya sendiri. Meski posisinya kini tergeser, pencapaiannya menunjukkan meningkatnya peran perempuan di industri teknologi berisiko tinggi.

Ledakan Investasi Infrastruktur AI

Sumber kekayaan di era AI tidak hanya berasal dari software, tetapi juga dari pembangunan infrastruktur dasar. Proyek pusat data berskala raksasa, seperti proyek Stargate senilai 500 miliar dolar AS yang diumumkan OpenAI bersama SoftBank dan Oracle, memicu lonjakan permintaan terhadap perangkat keras dan komputasi.

Ledakan ini melahirkan deretan miliarder baru dari perusahaan semikonduktor dan cloud computing seperti Astera Labs, CoreWeave, hingga ISU Petasys dari Korea Selatan. Sementara itu, raksasa teknologi Meta, Alphabet, dan Microsoft masing-masing berkomitmen mengucurkan lebih dari 65 miliar dolar AS sepanjang 2025 demi memperkuat infrastruktur AI mereka.

AI di Dunia Kerja dan Coding

Pemanfaatan AI dalam aktivitas sehari-hari juga meningkat signifikan. Data Gallup menunjukkan penggunaan AI mingguan di dunia kerja melonjak dari 11 persen pada 2023 menjadi 23 persen pada 2025. Di sektor pengembangan perangkat lunak, dampaknya bahkan lebih nyata.

CEO Microsoft Satya Nadella mengungkapkan sekitar 40 persen kode perangkat lunak Microsoft kini ditulis dengan bantuan AI. Tren ini mengerek valuasi perusahaan seperti Anysphere, pengembang alat coding Cursor, hingga 29 miliar dolar AS. Keempat pendirinya pun langsung menyandang status miliarder. Hal serupa terjadi pada startup audio AI ElevenLabs yang kini bernilai 6,6 miliar dolar AS, berkat teknologi suara mirip manusia yang digunakan luas untuk layanan pelanggan.

Deretan Miliarder AI 2025

Forbes mencatat sejumlah tokoh yang meraih status miliarder berkat AI sepanjang 2025, antara lain Edwin Chen (Surge AI), Bret Taylor dan Clay Bavor (Sierra), trio pendiri Mercor, Anton Osika dan Fabian Hedin (Lovable), Lucy Guo (Scale AI), para pendiri Cursor, hingga duo ElevenLabs Mati Staniszewski dan Piotr Dabkowski.

Masa Depan Ekonomi AI

Ledakan ekonomi AI pada 2025 telah mengubah lanskap kekayaan global secara permanen. Sejumlah selebritas papan atas dunia bahkan tak lagi masuk daftar 40 miliarder teratas karena pertumbuhan kekayaan para pendiri AI melaju jauh lebih cepat. Seiring AI terus terintegrasi ke berbagai aspek kehidupan, teknologi ini dipandang akan tetap menjadi mesin utama pembentuk kekayaan dan kekuatan ekonomi baru di era modern.

China Jadi Negara Pertama yang Terapkan Nomor Identitas untuk Robot Humanoid
TEKNO

Media90 – Hubei Humanoid Robot Innovation Center di Provinsi Hubei, China, resmi menerapkan sistem pemberian nomor identitas unik atau “KTP” khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini menjadi langkah perdana di dunia yang bertujuan untuk memastikan pelacakan penuh serta akuntabilitas operasional perangkat robotika. Sistem identitas ini dirancang untuk merekam seluruh riwayat aktivitas robot sepanjang masa pakainya. Langkah tersebut diambil untuk mengurangi risiko keamanan sekaligus mempermudah penentuan tanggung jawab hukum apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada robot.Ads close ads Identitas Digital Berisi Data Lengkap Robot Melansir China Daily, Chief Operating Officer Hubei Humanoid Robot Innovation Center, Liu Chuanhou, menjelaskan bahwa nomor identitas…

Jangan Sembarangan Tunjukkan Pose Peace AI Bisa Ambil Data Biometrik
TEKNO

Media90 – Tren keamanan siber terbaru memperingatkan bahwa kebiasaan berfoto dengan pose dua jari atau peace sign berpotensi membuka celah baru bagi pencurian data biometrik. Seiring meningkatnya kualitas kamera smartphone dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), ancaman terhadap privasi digital pengguna kini semakin nyata. Teknologi seperti computer vision dan image enhancement disebut mampu dimanfaatkan untuk mengekstraksi informasi sensitif dari foto yang diunggah secara publik di media sosial.Ads close ads Modus Pencurian Data Sidik Jari Berbasis AI Ancaman ini bekerja melalui beberapa tahapan yang memanfaatkan detail visual pada gambar digital: Pertama, pelaku melakukan ekstraksi gambar, yaitu mencari foto beresolusi tinggi yang…

WhatsApp Dibanjiri Spam Nomor Brasil Sejumlah Akun Mendadak Logout
TEKNO

Media90 – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh fenomena serangan spam misterius yang menyasar para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp. Sejumlah warganet di platform Threads dan TikTok mengeluhkan akun WhatsApp mereka yang tiba-tiba dibanjiri pesan dari ratusan nomor asing dengan kode negara Brasil. Dampak dari serbuan pesan massal tersebut tidak bisa dianggap sepele. Beberapa pengguna melaporkan akun mereka langsung keluar (logout) secara otomatis dan mengalami kesulitan saat mencoba melakukan pemulihan akun.Ads close ads Salah satu unggahan yang viral di Threads berasal dari seorang praktisi keamanan siber dengan akun @cantikacr. Dalam unggahannya, ia mengingatkan pengguna untuk segera meningkatkan keamanan akun…

Anker Rilis USB C Hub 5 in 1 Murah dengan HDMI 4K untuk Laptop Tipis
TEKNO

Media90 – Tren desain laptop modern yang semakin tipis dan minimalis memang terlihat elegan, namun sering kali membuat jumlah port konektivitas menjadi terbatas. Menjawab kebutuhan tersebut, produsen aksesori teknologi global Anker resmi memperkenalkan perangkat terbaru mereka bernama Anker 5-in-1 All-in-One USB-C Expansion Dock atau Anker 5-in-1 USB-C Hub. Perangkat aksesori ini debut di pasar China melalui platform e-commerce JD.com dan langsung menarik perhatian karena hadir dengan harga yang sangat terjangkau. Anker membanderol produk ini seharga 99 yuan atau setara sekitar Rp258 ribuan.Ads close ads Dengan harga ekonomis tersebut, produk ini diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi pengguna ultrabook maupun laptop modern…

Google Resmi Ubah Fitbit Jadi Google Health Kini Hadir dengan AI Health Coach
TEKNO

Media90 – Google resmi memperkenalkan gelang kebugaran terbaru bernama Fitbit Air. Bersamaan dengan peluncuran perangkat tersebut, Google juga mengumumkan rebranding aplikasi Fitbit menjadi Google Health yang kini dilengkapi layanan pelatih kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau AI.Ads close ads Transformasi ini menjadi bagian dari strategi kebugaran Google setelah mengakuisisi Fitbit pada 2021 untuk memperkuat ekosistem perangkat wearable Android mereka. Gemini AI Jadi Otak Google Health Coach Salah satu pembaruan terbesar dalam platform baru ini adalah kehadiran Google Health Coach. Fitur tersebut ditenagai teknologi Gemini dan dirancang sebagai pelatih kebugaran, pakar tidur, sekaligus penasihat kesehatan personal berbasis AI. Menurut Google, sistem ini…

OpenAI Hadirkan Codex ke ChatGPT Mobile Programmer Kini Bisa Pantau Proyek dari HP
TEKNO

Media90 – OpenAI resmi mengintegrasikan alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan mereka, Codex, ke dalam aplikasi ChatGPT versi seluler. Melalui pembaruan ini, pengguna kini dapat memantau sekaligus mengelola alur kerja pengembangan perangkat lunak secara jarak jauh langsung dari perangkat mobile.Ads close ads Pembaruan yang masih berstatus preview tersebut telah tersedia bagi seluruh pelanggan paket langganan ChatGPT di perangkat iOS maupun Android. Fitur Pengelolaan Jarak Jauh Integrasi terbaru ini memungkinkan pengembang melihat environment Codex yang sedang berjalan secara langsung dari berbagai perangkat. Dalam pernyataan resminya, OpenAI menjelaskan bahwa pembaruan tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengontrol komputer dari jarak jauh, tetapi juga menghadirkan…

OpenAI Ungkap Masalah Keamanan di ChatGPT Mac Update Terbaru Jadi Solusi
TEKNO

Media90 – OpenAI mengumumkan adanya insiden keamanan yang melibatkan aplikasi ChatGPT khusus untuk perangkat Mac. Menyusul temuan tersebut, perusahaan mengimbau para pengguna untuk segera melakukan pembaruan aplikasi ke versi terbaru guna memastikan keamanan sistem tetap terjaga.Ads close ads Insiden ini bermula dari kampanye serangan siber yang meretas TanStack, sebuah pustaka open-source yang digunakan pengembang untuk membangun aplikasi web. Peretas memanfaatkan proyek tersebut untuk merilis pembaruan yang telah disusupi malware. OpenAI mengonfirmasi bahwa perangkat milik dua karyawannya turut terdampak dalam serangan tersebut. Dampak Sistem dan Data Pengguna Setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan, OpenAI langsung melakukan investigasi internal serta langkah penanganan untuk melindungi…