TEKNO

Amerika Serikat Kewalahan Hadapi Drone Misterius, Teknologi China Disebut Jadi Ancaman Nyata

166
×

Amerika Serikat Kewalahan Hadapi Drone Misterius, Teknologi China Disebut Jadi Ancaman Nyata

Sebarkan artikel ini
AS Kewalahan Hadapi Drone Misterius, Teknologi China Dinilai Jadi Ancaman
AS Kewalahan Hadapi Drone Misterius, Teknologi China Dinilai Jadi Ancaman

Media90 – Amerika Serikat, negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia, kini justru dilanda kecemasan serius. Ancaman tersebut bukan berasal dari rudal balistik atau kekuatan militer konvensional, melainkan dari kehadiran kawanan drone misterius yang berulang kali terdeteksi “mengepung” langit di atas markas militer dan fasilitas energi nuklir strategis.

Fenomena ini memicu kebingungan di kalangan pejabat Pentagon hingga aparat kepolisian lokal. Kemunculan drone yang tak diketahui asal-usulnya itu dinilai sebagai ancaman baru yang sulit ditangani, bahkan oleh negara dengan sistem pertahanan paling canggih sekalipun.

Ads
close ads

Teror “Lebah Besi” di Atas Markas Militer

Sejumlah laporan mengungkap serangkaian insiden drone canggih yang terbang dalam formasi rapi di atas Pangkalan Angkatan Udara Langley, Virginia, serta beberapa lokasi sensitif lainnya. Drone-drone tersebut tidak muncul sekali dua kali, melainkan berulang selama berminggu-minggu, menunjukkan tingkat koordinasi, daya tahan baterai, dan kemampuan navigasi yang jauh melampaui drone komersial biasa.

Yang membuat aparat keamanan AS semakin waspada, drone-drone ini beroperasi nyaris tanpa suara dan sulit terdeteksi radar konvensional hingga sudah berada di wilayah terlarang. Kondisi ini memunculkan spekulasi luas mengenai keterlibatan teknologi China, mengingat dominasi negara tersebut dalam industri drone global.

Polisi AS Dilarang Pakai Drone China, Tapi Tak Punya Alternatif

Di tengah meningkatnya ancaman tersebut, kepolisian Amerika Serikat justru berada dalam dilema. Pemerintah federal di Washington DC terus mendorong larangan penggunaan drone buatan China, terutama dari produsen besar seperti DJI, dengan alasan kekhawatiran spionase dan potensi “pintu belakang” data.

Namun di sisi lain, kepolisian daerah mengaku berada dalam kondisi nyaris lumpuh. Drone buatan dalam negeri atau negara sekutu dinilai jauh lebih mahal, sementara kemampuan teknologinya tertinggal dibandingkan produk China.

“Jika kami dilarang menggunakan drone China, kemampuan memantau situasi darurat hingga pengejaran pelaku kejahatan akan berkurang drastis,” ungkap salah satu pejabat kepolisian. Aparat merasa terjepit antara kepentingan keamanan nasional dan kebutuhan operasional di lapangan.

Mengapa Tidak Ditembak Jatuh?

Pertanyaan besar pun muncul di tengah publik Amerika: jika drone-drone tersebut dianggap berbahaya, mengapa militer tidak langsung menembak jatuhnya?

Jawabannya terletak pada kerumitan hukum federal. Menembak jatuh drone di wilayah domestik Amerika Serikat tergolong ilegal bagi sebagian besar instansi, kecuali jika terbukti ada ancaman langsung terhadap nyawa manusia. Penggunaan teknologi pengacau sinyal (jamming) juga dinilai berisiko mengganggu sistem komunikasi sipil dan navigasi penerbangan komersial.

Celah hukum inilah yang diduga dimanfaatkan oleh operator drone misterius. Selama tidak melakukan serangan fisik, aparat keamanan AS praktis hanya bisa memantau dan mendokumentasikan pergerakan drone dari darat.

China dan Bayang-Bayang Spionase Digital

Washington mencurigai drone-drone tersebut berfungsi sebagai alat pengumpul data berteknologi tinggi. Informasi sensitif seperti tata letak pangkalan militer, pola penjagaan, hingga infrastruktur energi strategis berpotensi dipetakan dan dikirimkan secara real-time ke server luar negeri.

Pemerintah China telah berulang kali membantah tudingan keterlibatan. Namun bagi Amerika Serikat, fakta bahwa perusahaan China—terutama DJI—menguasai lebih dari 70 persen pasar drone global tetap dianggap sebagai risiko keamanan serius. Kekhawatiran muncul bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat dipaksa untuk menyerahkan data pengguna kepada pemerintah China.

Mencari Alternatif Bebas China

Sebagai respons, Kongres AS tengah menggodok rancangan undang-undang untuk memberikan subsidi kepada kepolisian agar beralih ke drone buatan non-China. Namun proses ini diperkirakan memakan waktu lama, sementara drone misterius masih terus terlihat hampir setiap malam di langit Amerika.

Situasi ini menciptakan ironi pahit. Negara dengan anggaran militer terbesar di dunia justru tampak kebingungan menghadapi kawanan drone kecil yang mungkin hanya bernilai ribuan dolar, tetapi mampu menembus batas pertahanan paling sensitif.

Fenomena ini menandai babak baru perang asimetris. Tanpa satu pun peluru ditembakkan, drone-drone tersebut berhasil mengekspos kerentanan infrastruktur, regulasi, dan sistem pertahanan Amerika Serikat. Tantangan terbesar bagi AS kini bukan lagi soal senjata terbesar, melainkan siapa yang benar-benar menguasai langit di atas wilayahnya sendiri.

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya.Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858 untuk…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional.Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai merek…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya.Ads close ads Pendekatan desain…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya.Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah cukup…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil.Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini….

Bocoran Terbaru Galaxy Z Fold Wide, Desain Layar Diduga Mirip Pura X Max
TEKNO

Media90 – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan form factor baru untuk lini smartphone foldable mereka. Perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan mulai ramai dibicarakan karena membawa pendekatan layar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, bocoran ini muncul menjelang rumor peluncuran iPhone Fold pada September mendatang. Dimensi Galaxy Z Fold Wide Informasi terbaru yang dibagikan oleh Ice Universe di platform X mengungkap detail ukuran perangkat ini. Dalam kondisi terbuka, Galaxy Z Fold Wide memiliki dimensi 123,9 x 164,4 x 4,3 mm yang tergolong sangat tipis untuk perangkat foldable modern.Ads close ads Saat dilipat, ukurannya menjadi 123,9 x 82,2 x…

ASUS Pad Mengudara! Tablet Baru ASUS Mulai Terekspos Bocoran
TEKNO

Media90 – ASUS tampaknya bersiap kembali meramaikan pasar tablet setelah cukup lama vakum. Meski tahun ini dikabarkan lebih fokus pada segmen lain, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan perangkat baru bernama ASUS Pad yang menyasar kelas premium. Layar 12,2 Inci Dual-Layer OLED Menurut laporan dari Android Headlines, ASUS Pad akan hadir dengan layar berukuran 12,2 inci yang menggunakan panel dual-layer OLED. Teknologi ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, sehingga biasanya digunakan pada perangkat kelas atas seperti tablet flagship.Ads close ads Selain itu, layar tersebut juga disebut mendukung refresh rate 144Hz, yang membuat…