TEKNO

Bird of Prey Airbus: Drone Interceptor yang Bisa Lumpuhkan 8 Drone Musuh Sekaligus

90
×

Bird of Prey Airbus: Drone Interceptor yang Bisa Lumpuhkan 8 Drone Musuh Sekaligus

Sebarkan artikel ini
Canggih Drone Hunter Bird of Prey Airbus Bisa Hancurkan 8 Drone dalam Sekali Serangan

Media90 – Lanskap peperangan modern mencatat babak baru dalam teknologi pertahanan asimetris. Airbus Defence and Space resmi mengumumkan keberhasilan uji coba perdana drone interceptor bernama Bird of Prey. Demonstrasi dilakukan di area latihan militer Jerman Utara, menunjukkan kemampuan drone ini untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan drone kamikaze secara otonom tanpa kendali langsung manusia.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting menghadapi ancaman One-Way Attack (OWA) atau drone serangan satu arah yang semakin masif dalam konflik global. Bird of Prey bukan sekadar pengawas udara, tetapi eksekutor yang mampu mengklasifikasikan target secara mandiri sebelum melancarkan serangan presisi.

Ads
close ads

Mekanisme Kerja: Deteksi Mandiri dan Rudal Mark I

Dalam simulasi misi realistis, Bird of Prey menampilkan kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi. Setelah mendeteksi drone kamikaze berukuran sedang, sistem langsung meluncurkan rudal udara-ke-udara Mark I, hasil kolaborasi Airbus dengan Frankenburg Technologies.

Rudal Mark I dirancang untuk intersepsi jarak pendek dengan biaya rendah: panjang 65 cm, bobot <2 kg, dan jangkauan 1,5 km. Dengan hulu ledak fragmentasi, rudal tetap efektif meski tidak mengenai sasaran secara langsung.

CEO Frankenburg Technologies, Kusti Salm, menyatakan:
“Integrasi rudal murah ke drone ini memungkinkan pertahanan terhadap ancaman udara massal pada skala yang berbeda.”

Spesifikasi Teknis: Satu Drone, Delapan Target

Bird of Prey dikembangkan dari drone target Airbus Do-DT25 yang dimodifikasi ekstensif. Memiliki bentang sayap 2,5 meter dan bobot lepas landas maksimum 160 kg, drone ini lebih efisien dibanding sistem pertahanan udara konvensional.

Prototipe saat ini membawa empat rudal Mark I, tetapi versi operasional direncanakan mampu membawa delapan, memungkinkan satu drone menumpas delapan target dalam satu misi.

Salah satu inovasi utama adalah reusability. Tidak seperti drone kamikaze, Bird of Prey mendarat kembali dengan parasut di ekor, sehingga bisa digunakan berulang kali dan menghemat biaya operasional.

Integrasi ke Sistem Pertahanan NATO

CEO Airbus Defence and Space, Mike Schoellhorn, menekankan bahwa ancaman drone kini menjadi prioritas. Bird of Prey dirancang untuk terintegrasi ke Integrated Battle Management System (IBMS) milik Airbus, berfungsi sebagai lapisan tambahan dalam pertahanan udara NATO.

“Integrasi ini berfungsi sebagai pengganda kekuatan. Bird of Prey dapat menerima data dari jaringan radar yang luas untuk intersepsi lebih efisien,” ujar Schoellhorn.

Rencana Pengujian Sepanjang 2026

Dalam waktu sembilan bulan, proyek ini bergerak cepat dari tahap awal hingga uji terbang. Airbus dan Frankenburg Technologies berencana melanjutkan pengujian sepanjang 2026, termasuk penggunaan hulu ledak aktif (live warheads) untuk menyempurnakan kemampuan operasional sebelum produksi massal.

Langkah ini diharapkan menarik perhatian militer internasional yang mencari solusi efektif untuk menghadapi ancaman drone massal, menegaskan posisi Airbus sebagai pelopor pertahanan udara canggih berbasis AI.

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya. Ads close ads Pendekatan…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya. Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil. Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat…

Bocoran Terbaru Galaxy Z Fold Wide, Desain Layar Diduga Mirip Pura X Max
TEKNO

Media90 – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan form factor baru untuk lini smartphone foldable mereka. Perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan mulai ramai dibicarakan karena membawa pendekatan layar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, bocoran ini muncul menjelang rumor peluncuran iPhone Fold pada September mendatang. Dimensi Galaxy Z Fold Wide Informasi terbaru yang dibagikan oleh Ice Universe di platform X mengungkap detail ukuran perangkat ini. Dalam kondisi terbuka, Galaxy Z Fold Wide memiliki dimensi 123,9 x 164,4 x 4,3 mm yang tergolong sangat tipis untuk perangkat foldable modern. Ads close ads Saat dilipat, ukurannya menjadi 123,9 x 82,2…

ASUS Pad Mengudara! Tablet Baru ASUS Mulai Terekspos Bocoran
TEKNO

Media90 – ASUS tampaknya bersiap kembali meramaikan pasar tablet setelah cukup lama vakum. Meski tahun ini dikabarkan lebih fokus pada segmen lain, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan perangkat baru bernama ASUS Pad yang menyasar kelas premium. Layar 12,2 Inci Dual-Layer OLED Menurut laporan dari Android Headlines, ASUS Pad akan hadir dengan layar berukuran 12,2 inci yang menggunakan panel dual-layer OLED. Teknologi ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, sehingga biasanya digunakan pada perangkat kelas atas seperti tablet flagship. Ads close ads Selain itu, layar tersebut juga disebut mendukung refresh rate 144Hz, yang…