Media90.id – Industri smartphone diperkirakan akan menghadapi tren kenaikan harga dalam beberapa tahun ke depan. Penyebab utamanya adalah meningkatnya biaya komponen penting, terutama chip memori dan penyimpanan yang menjadi bagian inti dari setiap perangkat modern.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh CEO Xiaomi, Lei Jun, dalam acara peluncuran Xiaomi 17 Max di China. Ia menyebut bahwa konsumen yang sudah berencana mengganti ponsel sebaiknya tidak terlalu lama menunda pembelian, karena harga smartphone diprediksi akan terus merangkak naik.
Harga Memori Jadi Pemicu Utama Kenaikan Harga HP
Menurut Lei Jun, lonjakan harga komponen memori sudah mulai terasa sejak tahun lalu dan diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga dua tahun ke depan.
Chip memori memiliki peran penting dalam smartphone, baik untuk RAM maupun penyimpanan internal. Ketika harga komponen ini naik, otomatis biaya produksi perangkat juga ikut meningkat.
Dampaknya tidak hanya terjadi pada smartphone, tetapi juga merambat ke berbagai perangkat elektronik lainnya. Meski begitu, Xiaomi mengklaim tetap berupaya menjaga harga produknya agar tetap kompetitif di pasar.
Perusahaan melakukan berbagai langkah efisiensi, mulai dari optimalisasi teknologi internal hingga penguatan rantai pasok. Tujuannya agar kenaikan biaya produksi tidak sepenuhnya dibebankan kepada konsumen.
Namun, Xiaomi juga mengakui bahwa mempertahankan harga stabil akan semakin sulit jika tren kenaikan harga memori terus berlanjut.
Harga HP Premium Diprediksi Tembus Rp 26 Juta
Sebelumnya, Presiden Xiaomi Group, Lu Weibing, juga memberikan proyeksi serupa terkait masa depan harga smartphone.
Ia memperkirakan bahwa harga smartphone flagship dari vendor China bisa mencapai 10.000 yuan atau sekitar Rp 26 juta pada akhir 2026.
Bahkan, kenaikan harga memori diperkirakan bisa berlangsung hingga 2027, dan berpotensi berlanjut sampai 2028 jika kondisi pasar belum stabil.
Di pasar China sendiri, dampaknya sudah mulai terlihat. Sejak Maret 2025, harga smartphone dilaporkan naik sekitar 200 hingga 400 yuan akibat meningkatnya biaya komponen.
Konsumen Diminta Pertimbangkan Upgrade Lebih Cepat
Dengan kondisi tersebut, konsumen yang memang sudah merencanakan pembelian smartphone baru disarankan untuk tidak terlalu menunda keputusan.
Jika tren kenaikan harga terus berlanjut, maka perangkat di semua segmen—baik flagship maupun kelas menengah—berpotensi mengalami kenaikan harga lebih lanjut.
Artinya, konsumen bisa saja harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan spesifikasi yang sama di masa depan.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti integrasi AI, peningkatan kamera, baterai yang lebih besar, serta kebutuhan penyimpanan yang semakin tinggi juga ikut mendorong permintaan chip memori.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat tekanan harga di industri smartphone semakin sulit dihindari.
Kesimpulan
Kenaikan harga smartphone bukan hanya isu jangka pendek, melainkan tren yang dipengaruhi oleh biaya komponen global, terutama memori dan penyimpanan.
Dengan kondisi ini, konsumen disarankan lebih bijak dalam menentukan waktu pembelian perangkat baru. Menunda terlalu lama bisa berarti harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk spesifikasi yang sama.
Di sisi lain, produsen seperti Xiaomi terus berupaya menjaga keseimbangan antara inovasi dan harga agar tetap bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.














