TEKNO

CEO DeepMind Ungkap Rutinitas Tak Biasa: Kerja Dini Hari dan Tidur di Pagi Hari

9
×

CEO DeepMind Ungkap Rutinitas Tak Biasa: Kerja Dini Hari dan Tidur di Pagi Hari

Sebarkan artikel ini
Ungkap Rutinitas Aneh CEO DeepMind: Kerja Tengah Malam, Tidur Menjelang Siang
Ungkap Rutinitas Aneh CEO DeepMind: Kerja Tengah Malam, Tidur Menjelang Siang

Media90 – Rutinitas kerja CEO Demis Hassabis terbilang tidak biasa jika dibandingkan dengan eksekutif teknologi lainnya. Berbeda dengan tokoh seperti Sundar Pichai, Tim Cook, hingga Mark Zuckerberg yang memiliki pola tidur lebih teratur di malam hari, Hassabis justru menjalani jadwal kerja yang terpecah dan tidak konvensional.

Dalam wawancara terbarunya bersama Fortune, Hassabis mengungkap bahwa ia tetap berusaha tidur sekitar enam jam per hari, namun waktu tidurnya justru dimulai setelah dini hari.

Ads
close ads

“Saya mencoba tidur enam jam, tetapi kebiasaan tidur saya tidak biasa. Saya mengaturnya di siang hari,” ungkapnya.

Pola Kerja Dua Sif yang Unik

Dalam kesehariannya, Demis Hassabis membagi aktivitasnya ke dalam dua sesi kerja yang berbeda.

Pada siang hingga sore hari, ia menjalani peran sebagai eksekutif pada umumnya: menghadiri rapat, mengelola operasional, dan berinteraksi dengan tim di kantor. Setelah itu, ia meluangkan waktu untuk keluarga sebelum memasuki fase kerja kedua.

Sesi kedua inilah yang menjadi ciri khas rutinitasnya, yaitu bekerja dari pukul 22.00 hingga sekitar 04.00 pagi. Waktu tersebut ia gunakan untuk fokus pada riset, pemikiran mendalam, dan pekerjaan kreatif yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Setelah itu, ia tidur hingga sekitar pukul 10.00 pagi sebelum kembali memulai aktivitas hariannya.

Sudah Dilakukan Sejak Satu Dekade

Pola kerja ekstrem ini bukan hal baru. Hassabis telah menjalankannya sejak memimpin DeepMind, yang didirikan pada 2010 sebelum diakuisisi Google pada 2014.

Pada 2023, DeepMind kemudian digabung dengan Google Brain menjadi Google DeepMind. Divisi ini kini menjadi motor utama pengembangan teknologi kecerdasan buatan Google, termasuk model bahasa besar Gemini.

Alasan di Balik Rutinitas Dini Hari

Menurut Hassabis, ia bukan tipe orang yang produktif di jam kerja normal pagi hingga siang hari. Ia justru merasa lebih fokus dan kreatif pada malam hingga dini hari, ketika lingkungan lebih tenang dan minim gangguan.

Meski sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun, ia mengakui bahwa pola tidur tersebut tidak ideal. Bahkan, ia menyebutnya berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan otak jika dilakukan tanpa kontrol.

Risiko Kesehatan dan Standar Tidur Ideal

Secara umum, para ahli kesehatan merekomendasikan waktu tidur antara 7 hingga 9 jam per hari untuk orang dewasa. Rutinitas yang terlalu singkat atau tidak teratur dapat berdampak pada konsentrasi, kesehatan mental, hingga fungsi kognitif jangka panjang.

Bukan Fenomena Baru di Dunia Teknologi

Pola kerja ekstrem seperti yang dilakukan Hassabis juga pernah diungkap oleh tokoh teknologi lain, seperti Elon Musk. CEO Tesla tersebut pernah mengaku hanya tidur sekitar enam jam saat masa-masa intens pengembangan perusahaan.

Namun, Hassabis menegaskan bahwa gaya kerja seperti ini bukan sesuatu yang layak dijadikan standar. Meski mungkin mendukung produktivitas dalam kondisi tertentu, pola kerja dengan minim tidur tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.

Kesimpulan

Rutinitas Demis Hassabis menunjukkan bagaimana tekanan dan tuntutan industri teknologi dapat membentuk pola kerja yang tidak konvensional. Meski efektif bagi sebagian orang di level tertentu, pendekatan ini tetap memiliki risiko dan tidak cocok untuk ditiru secara umum.

Di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan melalui Google DeepMind, kisah ini menjadi pengingat bahwa produktivitas tinggi tidak selalu sejalan dengan pola hidup yang sehat jika tidak dikelola dengan baik.

Tinggalkan Balasan