Media90 – Google resmi menggulirkan Android 17 Beta 3 untuk para developer, sekitar satu bulan setelah versi Beta 2 dirilis. Sebelumnya, versi beta pertama sudah diperkenalkan sejak 13 Februari.
Rilis ini menjadi momen penting karena Android 17 kini memasuki fase platform stability. Artinya, API sudah dikunci sehingga pengembang bisa mulai fokus pada pengujian kompatibilitas dan menyiapkan aplikasi mereka untuk rilis final di Google Play Store.
Update ini sudah tersedia untuk perangkat Google Pixel 6 ke atas, termasuk Pixel Tablet dan Pixel Fold, melalui distribusi OTA bagi pengguna yang mengikuti program beta.
Peningkatan Fitur Android 17
Android 17 Beta 3 membawa sejumlah peningkatan signifikan, tidak hanya untuk developer tetapi juga untuk pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Di sektor kamera dan media, Android 17 kini mendukung format RAW14 yang umum digunakan dalam fotografi profesional. Selain itu, Google membuka peluang bagi vendor untuk menghadirkan fitur kamera khusus seperti Super Resolution atau teknologi berbasis AI. Developer juga kini bisa mengenali jenis kamera yang digunakan, baik kamera bawaan, webcam USB, maupun virtual camera.
Fitur Photo Picker juga mendapat pembaruan. Kini tampilannya bisa dikustomisasi, termasuk rasio grid yang tidak lagi terbatas pada format 1:1, tetapi bisa diubah ke 9:16 agar lebih sesuai dengan desain aplikasi modern.
Pada sektor audio, Android 17 menghadirkan dukungan untuk Bluetooth LE Audio hearing aid. Sistem mampu membedakan alat bantu dengar dengan headset biasa, serta memberikan kontrol lebih detail terkait jenis suara yang dialirkan, seperti notifikasi atau alarm. Selain itu, hadir pula encoder Extended HE-AAC yang mendukung berbagai bitrate dalam satu format.
Fokus Efisiensi, Privasi, dan Keamanan
Dari sisi performa, Google memperkenalkan mekanisme baru untuk alarm yang tidak lagi bergantung pada wakelock terus-menerus. Hal ini membantu meningkatkan efisiensi daya tanpa mengganggu fungsi aplikasi.
Di sektor privasi, Android 17 menghadirkan tombol lokasi bawaan sistem yang bisa diintegrasikan langsung ke aplikasi. Akses lokasi kini bersifat sementara, hanya untuk satu sesi. Pengaturan tampilan password juga dipisahkan antara keyboard layar sentuh dan keyboard fisik.
Untuk keamanan, sistem kini mewajibkan file native yang dimuat secara dinamis berada dalam kondisi read-only guna mencegah injeksi kode berbahaya. Selain itu, Android 17 juga mulai mengadopsi dukungan Post-Quantum Cryptography melalui skema tanda tangan APK baru.
Pengalaman Pengguna Lebih Fleksibel
Android 17 juga membawa sejumlah peningkatan di sisi antarmuka. Widget kini tampil lebih konsisten di berbagai layar, termasuk perangkat dengan kepadatan piksel berbeda. Pengguna juga bisa menyembunyikan label aplikasi di home screen untuk tampilan yang lebih bersih.
Mode desktop turut ditingkatkan melalui fitur Interactive Picture-in-Picture, yang memungkinkan jendela kecil tetap interaktif di atas aplikasi lain. Sementara itu, toolbar screen recording juga didesain ulang agar lebih mudah diakses.
Di level sistem, Android 17 membawa pembaruan OpenJDK 21 dan 25, dukungan Unicode terbaru, serta peningkatan keamanan SSL. Tersedia juga pengaturan VPN baru yang memungkinkan pengguna memilih aplikasi tertentu agar tidak melewati koneksi VPN.
Jika melihat jadwal pengembangannya, versi final Android 17 diperkirakan akan meluncur sekitar Juni. Dengan fitur yang sudah terkunci di tahap ini, Beta 3 menjadi fase krusial bagi developer untuk memastikan aplikasi mereka siap saat versi final dirilis.














