TEKNO

Meta Patenkan AI yang Bisa “Menghidupkan” Akun Orang Meninggal

49
×

Meta Patenkan AI yang Bisa “Menghidupkan” Akun Orang Meninggal

Sebarkan artikel ini
Meta Kembangkan AI yang Mampu Menghidupkan Kembali Aktivitas Akun Pengguna Wafat
Meta Kembangkan AI yang Mampu Menghidupkan Kembali Aktivitas Akun Pengguna Wafat

Media90 – Perusahaan teknologi Meta dilaporkan tengah mengembangkan inovasi yang memicu pro dan kontra. Perusahaan induk dari Facebook dan Instagram ini baru saja mengantongi paten teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Paten tersebut diklaim mampu membuat akun media sosial tetap “hidup” meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Dengan teknologi ini, akun dapat terus beroperasi secara otomatis layaknya masih dikendalikan oleh pemilik aslinya.

Ads
close ads

Teknologi AI Pelajari Jejak Digital Pengguna

Inovasi ini didukung sistem komputasi canggih berbasis large language model (LLM). Teknologi ini memungkinkan mesin mempelajari rekam jejak digital pengguna secara mendalam.

Data yang dianalisis mencakup riwayat unggahan, komentar, hingga pola interaksi pengguna di media sosial. Dari sana, sistem AI akan memahami gaya bahasa, kebiasaan, bahkan cara seseorang merespons berbagai situasi.

Dengan kemampuan tersebut, AI dapat meniru kepribadian digital pengguna secara cukup akurat—menciptakan ilusi bahwa akun tersebut masih aktif digunakan oleh orang yang sama.

Akun Tetap Aktif dan Interaktif

Akun yang ditinggalkan pemiliknya tidak lagi sekadar menjadi “prasasti digital”. Sebaliknya, akun tersebut bisa berubah menjadi entitas yang aktif dan interaktif.

Sistem AI mampu:

  • Membuat unggahan baru secara otomatis
  • Membalas komentar pengguna lain
  • Berinteraksi layaknya manusia asli

Semua aktivitas ini dirancang agar terasa natural dan konsisten dengan kepribadian pemilik akun semasa hidupnya.

Motif Bisnis di Balik Teknologi

Di balik inovasi ini, terdapat kepentingan bisnis yang cukup jelas. Meta dinilai ingin mempertahankan tingkat keterlibatan (engagement) pengguna di platformnya.

Akun milik pengguna yang telah meninggal—terutama yang memiliki banyak pengikut—masih memiliki nilai komersial tinggi. Dengan menjaga akun tetap aktif, lalu lintas interaksi di platform juga tetap terjaga.

Menariknya, teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna yang telah wafat. Sistem serupa juga bisa digunakan untuk mengelola akun pengguna yang sedang tidak aktif dalam jangka waktu lama.

Masih Sebatas Konsep, Belum Dirilis

Meski paten telah diterbitkan, teknologi ini belum tentu akan dirilis dalam waktu dekat. Pihak Meta menegaskan bahwa inovasi tersebut masih berada pada tahap konsep.

Dalam industri teknologi, mematenkan ide futuristik merupakan hal yang lumrah. Banyak perusahaan besar mengamankan ide-ide eksperimental tanpa benar-benar mengembangkannya menjadi produk nyata.

Menuai Kontroversi dan Kekhawatiran Etika

Kemunculan teknologi ini langsung memicu perdebatan luas. Laporan dari Business Insider menyoroti berbagai kekhawatiran, terutama terkait etika dan privasi.

Penggunaan data pribadi setelah seseorang meninggal (post-mortem data) dinilai berpotensi melanggar privasi. Selain itu, kehadiran “versi digital” seseorang juga bisa menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Alih-alih membantu proses berduka, teknologi ini justru dikhawatirkan memperpanjang rasa kehilangan atau bahkan memicu trauma baru.

Tren “Grief Tech” yang Mengundang Tanda Tanya

Fenomena ini merupakan bagian dari tren baru bernama grief tech atau teknologi kedukaan. Tren ini berupaya menghadirkan kembali sosok yang telah tiada dalam bentuk digital.

Namun, konsep ini juga menimbulkan dilema. Batas antara kenyataan dan simulasi bisa menjadi kabur. Selain itu, AI tidak memiliki empati seperti manusia, sehingga berisiko menghasilkan respons yang tidak pantas dalam situasi sensitif.

Bukan yang Pertama

Meta bukan satu-satunya yang mengeksplorasi ide ini. Sejumlah startup sebelumnya juga telah mencoba mengembangkan chatbot berbasis data orang yang telah meninggal.

Meski demikian, sebagian besar proyek tersebut masih berada di tahap eksperimen dan belum diadopsi secara luas oleh masyarakat.

Pentingnya Kesadaran Privasi Digital

Isu ini juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum terhadap data pribadi orang yang telah meninggal. Banyak regulasi privasi saat ini hanya melindungi individu yang masih hidup.

Kondisi ini membuka celah bagi perusahaan untuk memanfaatkan data tersebut. Oleh karena itu, pengguna media sosial disarankan untuk mulai memikirkan aspek privasi digital jangka panjang.

Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan adalah membuat “wasiat digital” terkait bagaimana akun mereka akan dikelola setelah meninggal dunia.

Teknologi ini mungkin masih sebatas konsep, namun diskusi yang ditimbulkannya sudah sangat nyata. Jika suatu saat benar-benar diwujudkan, inovasi ini berpotensi mengubah cara manusia memandang kematian—dan kehadiran digital setelahnya.

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya. Ads close ads Pendekatan…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya. Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil. Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat…

Bocoran Terbaru Galaxy Z Fold Wide, Desain Layar Diduga Mirip Pura X Max
TEKNO

Media90 – Samsung dikabarkan tengah menyiapkan form factor baru untuk lini smartphone foldable mereka. Perangkat tersebut disebut sebagai Galaxy Z Fold Wide, dan mulai ramai dibicarakan karena membawa pendekatan layar yang berbeda dari generasi sebelumnya. Menariknya, bocoran ini muncul menjelang rumor peluncuran iPhone Fold pada September mendatang. Dimensi Galaxy Z Fold Wide Informasi terbaru yang dibagikan oleh Ice Universe di platform X mengungkap detail ukuran perangkat ini. Dalam kondisi terbuka, Galaxy Z Fold Wide memiliki dimensi 123,9 x 164,4 x 4,3 mm yang tergolong sangat tipis untuk perangkat foldable modern. Ads close ads Saat dilipat, ukurannya menjadi 123,9 x 82,2…

ASUS Pad Mengudara! Tablet Baru ASUS Mulai Terekspos Bocoran
TEKNO

Media90 – ASUS tampaknya bersiap kembali meramaikan pasar tablet setelah cukup lama vakum. Meski tahun ini dikabarkan lebih fokus pada segmen lain, bocoran terbaru menunjukkan bahwa perusahaan asal Taiwan tersebut tengah menyiapkan perangkat baru bernama ASUS Pad yang menyasar kelas premium. Layar 12,2 Inci Dual-Layer OLED Menurut laporan dari Android Headlines, ASUS Pad akan hadir dengan layar berukuran 12,2 inci yang menggunakan panel dual-layer OLED. Teknologi ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan tingkat kecerahan puncak yang tinggi, sehingga biasanya digunakan pada perangkat kelas atas seperti tablet flagship. Ads close ads Selain itu, layar tersebut juga disebut mendukung refresh rate 144Hz, yang…