TEKNO

Meta Patenkan AI yang Bisa “Menghidupkan” Akun Orang Meninggal

43
×

Meta Patenkan AI yang Bisa “Menghidupkan” Akun Orang Meninggal

Sebarkan artikel ini
Meta Kembangkan AI yang Mampu Menghidupkan Kembali Aktivitas Akun Pengguna Wafat
Meta Kembangkan AI yang Mampu Menghidupkan Kembali Aktivitas Akun Pengguna Wafat

Media90 – Perusahaan teknologi Meta dilaporkan tengah mengembangkan inovasi yang memicu pro dan kontra. Perusahaan induk dari Facebook dan Instagram ini baru saja mengantongi paten teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Paten tersebut diklaim mampu membuat akun media sosial tetap “hidup” meskipun pemiliknya telah meninggal dunia. Dengan teknologi ini, akun dapat terus beroperasi secara otomatis layaknya masih dikendalikan oleh pemilik aslinya.

Ads
close ads

Teknologi AI Pelajari Jejak Digital Pengguna

Inovasi ini didukung sistem komputasi canggih berbasis large language model (LLM). Teknologi ini memungkinkan mesin mempelajari rekam jejak digital pengguna secara mendalam.

Data yang dianalisis mencakup riwayat unggahan, komentar, hingga pola interaksi pengguna di media sosial. Dari sana, sistem AI akan memahami gaya bahasa, kebiasaan, bahkan cara seseorang merespons berbagai situasi.

Dengan kemampuan tersebut, AI dapat meniru kepribadian digital pengguna secara cukup akurat—menciptakan ilusi bahwa akun tersebut masih aktif digunakan oleh orang yang sama.

Akun Tetap Aktif dan Interaktif

Akun yang ditinggalkan pemiliknya tidak lagi sekadar menjadi “prasasti digital”. Sebaliknya, akun tersebut bisa berubah menjadi entitas yang aktif dan interaktif.

Sistem AI mampu:

  • Membuat unggahan baru secara otomatis
  • Membalas komentar pengguna lain
  • Berinteraksi layaknya manusia asli

Semua aktivitas ini dirancang agar terasa natural dan konsisten dengan kepribadian pemilik akun semasa hidupnya.

Motif Bisnis di Balik Teknologi

Di balik inovasi ini, terdapat kepentingan bisnis yang cukup jelas. Meta dinilai ingin mempertahankan tingkat keterlibatan (engagement) pengguna di platformnya.

Akun milik pengguna yang telah meninggal—terutama yang memiliki banyak pengikut—masih memiliki nilai komersial tinggi. Dengan menjaga akun tetap aktif, lalu lintas interaksi di platform juga tetap terjaga.

Menariknya, teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk pengguna yang telah wafat. Sistem serupa juga bisa digunakan untuk mengelola akun pengguna yang sedang tidak aktif dalam jangka waktu lama.

Masih Sebatas Konsep, Belum Dirilis

Meski paten telah diterbitkan, teknologi ini belum tentu akan dirilis dalam waktu dekat. Pihak Meta menegaskan bahwa inovasi tersebut masih berada pada tahap konsep.

Dalam industri teknologi, mematenkan ide futuristik merupakan hal yang lumrah. Banyak perusahaan besar mengamankan ide-ide eksperimental tanpa benar-benar mengembangkannya menjadi produk nyata.

Menuai Kontroversi dan Kekhawatiran Etika

Kemunculan teknologi ini langsung memicu perdebatan luas. Laporan dari Business Insider menyoroti berbagai kekhawatiran, terutama terkait etika dan privasi.

Penggunaan data pribadi setelah seseorang meninggal (post-mortem data) dinilai berpotensi melanggar privasi. Selain itu, kehadiran “versi digital” seseorang juga bisa menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.

Alih-alih membantu proses berduka, teknologi ini justru dikhawatirkan memperpanjang rasa kehilangan atau bahkan memicu trauma baru.

Tren “Grief Tech” yang Mengundang Tanda Tanya

Fenomena ini merupakan bagian dari tren baru bernama grief tech atau teknologi kedukaan. Tren ini berupaya menghadirkan kembali sosok yang telah tiada dalam bentuk digital.

Namun, konsep ini juga menimbulkan dilema. Batas antara kenyataan dan simulasi bisa menjadi kabur. Selain itu, AI tidak memiliki empati seperti manusia, sehingga berisiko menghasilkan respons yang tidak pantas dalam situasi sensitif.

Bukan yang Pertama

Meta bukan satu-satunya yang mengeksplorasi ide ini. Sejumlah startup sebelumnya juga telah mencoba mengembangkan chatbot berbasis data orang yang telah meninggal.

Meski demikian, sebagian besar proyek tersebut masih berada di tahap eksperimen dan belum diadopsi secara luas oleh masyarakat.

Pentingnya Kesadaran Privasi Digital

Isu ini juga menyoroti lemahnya perlindungan hukum terhadap data pribadi orang yang telah meninggal. Banyak regulasi privasi saat ini hanya melindungi individu yang masih hidup.

Kondisi ini membuka celah bagi perusahaan untuk memanfaatkan data tersebut. Oleh karena itu, pengguna media sosial disarankan untuk mulai memikirkan aspek privasi digital jangka panjang.

Salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan adalah membuat “wasiat digital” terkait bagaimana akun mereka akan dikelola setelah meninggal dunia.

Teknologi ini mungkin masih sebatas konsep, namun diskusi yang ditimbulkannya sudah sangat nyata. Jika suatu saat benar-benar diwujudkan, inovasi ini berpotensi mengubah cara manusia memandang kematian—dan kehadiran digital setelahnya.

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…

Motorola Edge 70 Pro Resmi Debut, Ditenagai Dimensity 8500 Extreme dan Triple Kamera 50 MP
TEKNO

Media90 – Motorola resmi mengumumkan kehadiran Edge 70 Pro sebagai varian tertinggi dari lini Edge 70 untuk saat ini. Smartphone ini hadir dengan pendekatan serba seimbang, mulai dari performa, layar, hingga kemampuan kamera yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dari sisi desain, Edge 70 Pro tampil dengan bodi berlekuk (curved) baik di bagian depan maupun belakang, memberikan kesan premium dan ergonomis saat digenggam. Di bagian depan, perangkat ini dibekali layar Extreme AMOLED berukuran 6,8 inci dengan refresh rate hingga 144 Hz. Ads close ads Layar tersebut juga diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak mencapai 5200 nits serta dukungan warna 100%…

Apple AirTag 2 Kini Hadir di Indonesia, Segini Harga yang Ditawarkan
TEKNO

Media90 – Setelah diperkenalkan secara global pada Januari lalu, Apple AirTag 2 akhirnya resmi tersedia di Indonesia. Perangkat pelacak generasi kedua dari Apple ini kini sudah mulai dijual melalui berbagai distributor resmi Apple di Tanah Air. Berdasarkan pantauan di situs iBox, Apple AirTag 2 dibanderol dengan harga mulai dari Rp599.000 untuk satu unit. Sementara itu, tersedia juga paket bundling berisi 4 unit yang dijual seharga Rp1.799.000, yang membuat harga per unitnya menjadi lebih hemat dibanding pembelian satuan. Ads close ads Peningkatan Fitur dan Performa Sebagai generasi terbaru, AirTag 2 membawa sejumlah peningkatan penting dari sisi perangkat keras. Perangkat ini kini…

OPPO Luncurkan Pad 5 Pro, Tablet Flagship dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
TEKNO

Media90 – OPPO resmi meluncurkan tablet flagship terbaru mereka, OPPO Pad 5 Pro, di China. Berbeda dengan OPPO Pad Mini yang fokus pada gaming ringkas, tablet ini dirancang untuk menunjang produktivitas dan kreativitas dengan layar besar serta performa kelas atas. Perangkat ini menjadi penerus langsung OPPO Pad 4 Pro dengan peningkatan di sisi performa dan fitur pendukung kerja profesional. Ads close ads Layar Besar 13,2 Inci dengan Refresh Rate Adaptif OPPO Pad 5 Pro masih mempertahankan layar besar 13,2 inci dengan resolusi 3.4K (3392 x 2400 piksel). Panel ini menggunakan aspek rasio 7:5 yang lebih ideal untuk multitasking, membaca, hingga…

Redmi K Pad 2 Resmi Diumumkan, Tablet Gaming Ringkas dengan Dimensity 9500
TEKNO

Xiaomi resmi mengumumkan tablet gaming ringkas terbaru mereka di China, Redmi K Pad 2. Perangkat ini menjadi penerus generasi pertama dengan peningkatan signifikan, terutama pada performa chipset dan kapasitas baterai yang kini jauh lebih besar. Tablet ini dirancang sebagai perangkat gaming portable yang tetap bertenaga, cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi dalam ukuran ringkas. Ads close ads Layar 8,8 Inci 3K dengan Refresh Rate 165Hz Redmi K Pad 2 masih mempertahankan layar IPS LCD berukuran 8,8 inci dengan resolusi 3K (3008 x 1880 piksel). Panel ini mendukung refresh rate hingga 165Hz untuk pengalaman gaming yang lebih mulus. Selain itu,…

OPPO Luncurkan Find X9 Ultra, Smartphone dengan Kamera Monster 200MP Ganda
TEKNO

Media90 – OPPO akhirnya resmi memperkenalkan OPPO Find X9 Ultra dalam sebuah event peluncuran di China setelah lama dirumorkan. Smartphone ultra flagship ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kamera “monster” dengan empat kamera Hasselblad, termasuk dua sensor 200MP dan kemampuan zoom optik hingga 10x. Kamera Monster dengan Dual 200MP dan Periskop 10x Zoom Sektor kamera menjadi sorotan utama pada OPPO Find X9 Ultra. Di bagian belakang, OPPO menyematkan setup empat kamera Hasselblad yang sangat ambisius. Ads close ads Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP Sony LYT-901 berukuran 1/1.12 inci dengan aperture f/1.5 dan dukungan OIS. Kamera kedua juga tak kalah gahar,…