TEKNO

Popcorn Brain: Fenomena Otak Berondong Jagung yang Membuat Gen Z Sulit Fokus dan Cara Mengatasinya

59
×

Popcorn Brain: Fenomena Otak Berondong Jagung yang Membuat Gen Z Sulit Fokus dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Kenapa Gen Z Sulit Fokus? Ini Fenomena Popcorn Brain yang Perlu Diketahui
Kenapa Gen Z Sulit Fokus? Ini Fenomena Popcorn Brain yang Perlu Diketahui

Media90 – Belum usai dengan istilah seperti brain rot, brain fry, atau kebiasaan doomscrolling, Generasi Z kini menghadapi fenomena baru di era digital: popcorn brain, alias “otak berondong jagung”. Kondisi ini menggambarkan fokus yang rapuh, di mana perhatian seseorang mudah melompat-lompat seperti biji jagung yang meletup dalam pemanggang.

Jika Anda pernah berniat menonton serial di Netflix, namun lima menit berjalan tangan sudah otomatis meraih ponsel dan satu jam kemudian terjebak di TikTok, besar kemungkinan otak Anda mengalami popcorn brain.

Ads
close ads

Mekanisme “Otak Berondong Jagung”

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh David Levy dalam bukunya Mindful Tech. Secara neurosains, popcorn brain menunjukkan bagaimana pikiran terus berpindah dari satu hal ke hal lain, dengan perhatian yang terfragmentasi. Dr. Ashwini Nadkarni, Asisten Profesor Psikiatri di Harvard Medical School, menekankan bahwa gejala ini meliputi gangguan konsentrasi tinggi dan penurunan kemampuan fokus yang signifikan.

Meskipun belum menjadi istilah medis resmi, penyebab utama popcorn brain diyakini berasal dari konsumsi media digital berlebihan. Smartphone dan laptop yang selalu mendampingi Gen Z mendorong multitasking, seperti mengetik tugas sambil membalas pesan dan membuka aplikasi belanja online secara bersamaan.

Media Sosial: “Tersangka Utama”

Neuropsikolog Sanam Hafeez menegaskan bahwa platform media sosial berperan besar dalam fenomena ini. Konten berdurasi pendek yang terus-menerus memancing perhatian cepat membuat otak kecanduan stimulasi tinggi, sehingga rentang perhatian menyusut drastis.

“Kita sulit fokus lebih dari beberapa menit,” ujar Hafeez. Otak yang selalu berada dalam high alert akibat aliran konten nonstop dapat menguras energi mental, menurunkan kemampuan berpikir mendalam, dan membatasi kreativitas.

Melatih Kembali “Otot” Perhatian

Menurut Dr. Dave Rabin, psikiater dan ahli saraf dari Apollo Neuroscience, perhatian manusia seperti otot. Tanpa latihan fokus, otot ini melemah, membuat popcorn brain semakin parah.

Beruntung, fenomena ini bisa diatasi dengan latihan mental rutin. Para ahli menyarankan dua strategi utama:

  1. Praktik Mindfulness dan Kesadaran Diri
    Menyadari saat perhatian mulai terpecah adalah langkah pertama. Mindfulness, seperti body scan atau menutup mata sambil merasakan napas, efektif memperkuat kontrol perhatian. Aktivitas fisik seperti yoga atau meditasi juga membantu meningkatkan daya tahan fokus.
  2. Menciptakan Lingkungan Tenang
    Memberi jeda sejenak sebelum memulai tugas dapat membantu otak “reset”. Teknik Pomodoro—fokus 25 menit, istirahat 5 menit—juga sangat direkomendasikan. Penting pula membatasi penggunaan gawai: gunakan satu perangkat dalam satu waktu, matikan notifikasi yang tidak penting, dan lakukan puasa media sosial secara berkala.

Dengan melatih kembali kendali perhatian, Generasi Z dapat merebut kembali fokus mereka di tengah kebisingan digital, sekaligus menjaga energi mental untuk berpikir kreatif dan produktif.

MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan
TEKNO

Media90 – Apple resmi membuka pemesanan awal atau pre-order laptop terbarunya, MacBook Neo, di Indonesia mulai 15 Mei 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya. Sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, hingga Hello Store sudah mulai membuka halaman pemesanan MacBook Neo melalui situs resmi masing-masing. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat entry-level bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Ads close ads Di pasar Indonesia, MacBook Neo dibanderol mulai Rp10.749.000 untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan…

Penelitian Sebut Chip AI Nvidia A100 Mengandung 32 Jenis Logam Termasuk Zat Berbahaya
TEKNO

Media90 – Selama ini, perbincangan mengenai dampak negatif kecerdasan buatan (AI) terhadap lingkungan lebih banyak berfokus pada tingginya konsumsi listrik dan jejak karbon pusat data. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkap sisi lain yang jarang dibahas, yakni jejak material serta kandungan logam beracun di dalam perangkat keras penopang AI. Penelitian yang dilakukan Sustainable AI Lab Bonn tersebut membedah salah satu chip AI paling populer di dunia, Nvidia A100. GPU ini dikenal sebagai komponen utama yang menjadi tulang punggung ledakan awal popularitas chatbot generatif secara global. Ads close ads Dalam eksperimen tersebut, para peneliti melakukan analisis kimia untuk…

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…

Bocoran Desain Sony Xperia 1 VIII Muncul di Internet, Seperti Apa Wujudnya?
TEKNO

Media90 – Sony kembali menjadi sorotan setelah bocoran desain flagship terbarunya, Xperia 1 VIII, beredar di internet. Perangkat ini disebut sebagai generasi penerus lini Xperia 1 yang selama ini dikenal mempertahankan ciri khas desain khas Sony. Menjelang peluncuran resminya, berbagai detail desain hingga spesifikasi awal mulai terungkap. Layar OLED 6,5 Inci dengan Bezel Simetris Berdasarkan bocoran dari @OnLeaks bersama mymobiles.com, Sony Xperia 1 VIII akan hadir dengan layar OLED berukuran 6,5 inci. Ciri khas desain Sony masih dipertahankan, yaitu bezel simetris di bagian atas dan bawah layar, yang membuat tampilannya berbeda dari banyak flagship modern lainnya. Ads close ads Pendekatan…

MediaTek Luncurkan Dimensity 7450 & 7450X, Ini Perbedaan Keduanya
TEKNO

Media90 – MediaTek diam-diam memperkenalkan dua chipset terbaru di kelas menengah atas, yaitu Dimensity 7450 dan Dimensity 7450X. Keduanya sudah tercantum di situs resmi tanpa banyak bocoran sebelumnya, sehingga cukup mengejutkan di kalangan pengamat teknologi. Lalu, apa saja kemampuan yang ditawarkan dan apa perbedaan di antara keduanya? Spesifikasi Dimensity 7450 dan 7450X Kedua chipset ini dibangun menggunakan fabrikasi 4nm yang efisien dan modern. Di sektor CPU, digunakan konfigurasi octa-core yang terdiri dari empat inti Cortex-A78 dengan kecepatan hingga 2,6GHz untuk performa, serta empat inti Cortex-A55 untuk efisiensi daya. Ads close ads Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU Mali-G615 MC2 yang sudah…

vivo Y6 5G Resmi Dirilis, Bawa Snapdragon 4 Gen 2, Kamera 50MP, dan Baterai 7200mAh
TEKNO

Media90 – Vivo kembali memperluas lini smartphone entry hingga mid-range dengan meluncurkan Y6 5G. Perangkat ini hadir tidak lama setelah Y6t, namun membawa paket fitur yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun hiburan ringan. Performa Snapdragon 4 Gen 2 Di sektor dapur pacu, vivo Y6 5G ditenagai oleh Snapdragon 4 Gen 2 yang sudah mendukung jaringan 5G. Chipset ini dirancang dengan efisiensi daya yang lebih baik, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti multitasking, media sosial, hingga gaming ringan dengan performa yang stabil. Ads close ads Layar 120Hz dengan Kecerahan Tinggi Bagian layar menjadi salah satu nilai jual utama perangkat…