Media90.id – Setelah sebelumnya membawa kembali Realme ke dalam ekosistem yang lebih dekat dengan OPPO, kini muncul kabar bahwa Realme dan OnePlus telah digabungkan ke dalam sebuah unit bisnis baru. Meski belum ada konfirmasi resmi dari ketiga merek tersebut, langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menyederhanakan struktur organisasi sekaligus memperkuat koordinasi antarbrand yang berada di bawah payung BBK Group.
Dibentuk Unit Baru untuk Realme dan OnePlus
Berdasarkan laporan yang beredar, unit baru tersebut disebut sebagai “sub-series business unit”. Organisasi ini kabarnya akan dipimpin oleh Sky Li, yang saat ini menjabat sebagai CEO Realme.
Sementara itu, urusan pemasaran disebut akan berada di bawah kendali Xu Qi, yang sebelumnya dikenal memiliki peran penting dalam strategi pemasaran global Realme. Dalam struktur baru ini, ia dikabarkan akan bertanggung jawab mengelola strategi pemasaran untuk kedua brand sekaligus.
Selain itu, OPPO juga disebut tengah membangun pusat pengembangan produk khusus yang dibagi antara pasar domestik dan pasar global guna meningkatkan efisiensi pengembangan perangkat.
Realme dan OnePlus Punya Target Pasar Berbeda
Meski berada dalam ekosistem yang sama, Realme dan OnePlus selama ini memiliki positioning yang berbeda.
Realme dikenal menyasar pengguna muda dengan fokus pada produk yang menawarkan spesifikasi tinggi dan harga kompetitif atau value for money.
Sementara itu, OnePlus lebih berorientasi ke segmen premium dengan fokus pada performa, desain, dan pengalaman pengguna yang lebih eksklusif.
Sebagai informasi, Realme resmi berdiri sebagai perusahaan independen pada 2018 setelah sebelumnya menjadi sub-brand OPPO. Di sisi lain, OnePlus yang awalnya berkembang sebagai startup internal akhirnya mulai diintegrasikan lebih dekat dengan OPPO sejak 2021.
Tetap Terpisah Secara Brand
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana strategi diferensiasi kedua merek tersebut ke depannya. Namun, banyak pihak memperkirakan identitas brand masing-masing akan tetap dipertahankan.
Artinya, konsumen masih akan melihat Realme dan OnePlus sebagai dua merek yang berbeda di pasar. Namun di balik layar, keduanya kemungkinan akan berbagi lebih banyak sumber daya, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga platform perangkat keras.
Potensi Produk yang Semakin Mirip
Jika rumor ini benar, bukan tidak mungkin ke depan akan semakin banyak perangkat Realme dan OnePlus yang memiliki kemiripan dari sisi desain, spesifikasi, maupun teknologi yang digunakan.
Strategi seperti ini sebenarnya bukan hal baru di industri smartphone. Dengan berbagi sumber daya dan platform pengembangan, perusahaan dapat menekan biaya sekaligus mempercepat proses peluncuran produk baru.
Kesimpulan
Rumor penggabungan Realme dan OnePlus ke dalam satu unit bisnis baru menunjukkan kemungkinan adanya perubahan strategi besar di dalam ekosistem OPPO dan BBK Group. Meski identitas masing-masing merek diperkirakan tetap dipertahankan, kolaborasi yang lebih erat dapat menghadirkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat inovasi produk di masa mendatang.
Untuk saat ini, publik masih menunggu konfirmasi resmi dari OPPO, Realme, maupun OnePlus terkait kabar tersebut. Namun jika benar terjadi, langkah ini bisa menjadi salah satu perubahan paling menarik di industri smartphone dalam beberapa tahun terakhir.














