Media90 – TikTok resmi memperkenalkan layanan langganan baru bernama TikTok Ad-Free di wilayah United Kingdom mulai Senin (11/5/2026). Layanan ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman menonton tanpa iklan, sekaligus menawarkan peningkatan kontrol privasi dengan biaya berlangganan sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp94.669.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam model bisnis TikTok yang selama ini sangat bergantung pada iklan berbasis data pengguna.
Model “Bayar atau Setuju”: Perubahan Besar di Ekosistem Media Sosial
Peluncuran TikTok Ad-Free disebut mengikuti tren industri yang sebelumnya telah diterapkan oleh Meta di kawasan Eropa dan Inggris. Model ini dikenal sebagai “consent or pay”, di mana pengguna diberi dua pilihan: menerima iklan berbasis data secara gratis atau membayar untuk pengalaman bebas iklan sekaligus mengurangi pelacakan data.
Dalam konteks ini, TikTok menegaskan bahwa pengguna berbayar tidak lagi menjadi target sistem iklan berbasis perilaku. Artinya, data aktivitas mereka tidak akan dipakai untuk membangun profil iklan personal.
Namun, pengalaman utama menggunakan aplikasi dipastikan tidak berubah secara drastis. Konten sponsor dari kreator—seperti video endorsement atau posting bertanda #ad—masih akan muncul karena berasal dari kreator, bukan sistem iklan platform.
Peluncuran Bertahap untuk Pengguna Dewasa
Fitur Ad-Free ini akan digulirkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan, khusus untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas. Saat membuka aplikasi, pengguna akan melihat pop-up pilihan: tetap menggunakan versi gratis dengan iklan personalisasi atau beralih ke paket berbayar.
Menurut TikTok, tujuan utama fitur ini adalah memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas pengalaman digital mereka, bukan sekadar menghapus iklan.
TikTok: Kebebasan dan Ekonomi Digital Bisa Berjalan Bersama
Dalam pernyataan resminya, TikTok menyebut bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang lebih fleksibel.
Kris Boger, Managing Director Kris Boger, menyampaikan bahwa platform ingin memastikan kebebasan memilih pengguna tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi digital.
Ia menegaskan bahwa iklan tetap menjadi bagian penting dari ekosistem TikTok, terutama untuk mendukung bisnis kecil dan menengah.
Tekanan Regulasi dan Masa Depan Privasi Digital
Para analis menilai kebijakan ini tidak lepas dari meningkatnya tekanan regulasi privasi data di Inggris dan Eropa. Kasus-kasus hukum terkait penggunaan data untuk iklan tertarget telah mendorong platform digital besar untuk menawarkan opsi “keluar dari pelacakan” melalui skema berbayar.
Pakar media sosial Matt Navarra menyebut bahwa perubahan ini sedang menggeser fondasi internet modern.
Ia menilai bahwa dulu pengguna “membayar” layanan gratis dengan melihat iklan, namun kini mereka harus memilih antara menyerahkan data atau membayar untuk privasi.
Menurutnya, hal ini dapat memunculkan potensi “internet dua kelas”, di mana perlindungan privasi tingkat tinggi hanya dapat diakses oleh pengguna yang mampu membayar.
Dampak ke UKM: Iklan Tetap Jadi Motor Ekonomi
Meski menghadirkan opsi bebas iklan, TikTok menegaskan bahwa sistem iklan tetap menjadi tulang punggung bagi ekosistem bisnis di platformnya.
ByteDance, sebagai perusahaan induk TikTok, menyebut bahwa jutaan bisnis kecil dan menengah (UKM) di Inggris telah mendapatkan manfaat besar dari iklan di platform tersebut, mulai dari peningkatan penjualan hingga perluasan pasar.
TikTok mengklaim bahwa investasi iklan telah membantu UKM lokal menghasilkan pendapatan ratusan juta poundsterling dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Dari toko roti lokal hingga brand kecantikan independen, iklan membantu UKM mengubah keterlibatan digital menjadi pertumbuhan nyata di dunia fisik,” demikian pernyataan perusahaan.
Belum Ada Rencana Ekspansi ke Asia
Hingga saat ini, TikTok Ad-Free baru tersedia secara resmi di Inggris. Belum ada konfirmasi mengenai apakah layanan ini akan diperluas ke wilayah lain seperti Eropa secara lebih luas, apalagi ke Asia atau Indonesia.
Namun, banyak pengamat industri menilai bahwa jika regulasi privasi terus menguat, model “bayar atau setuju” ini berpotensi menjadi standar baru di industri media sosial global.
Kesimpulan
Peluncuran TikTok Ad-Free menunjukkan arah baru dalam industri media sosial: monetisasi tidak hanya melalui iklan, tetapi juga melalui privasi pengguna. Di satu sisi, pengguna mendapatkan kontrol lebih besar atas data mereka. Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa akses ke privasi penuh akan menjadi layanan premium.
Dengan perkembangan ini, batas antara layanan gratis dan berbayar di internet tampaknya semakin tipis—dan masa depan media sosial bisa jadi akan ditentukan oleh seberapa besar nilai yang diberikan pengguna pada data pribadi mereka.














