TEKNO

Upskilling di Era AI: Bukan Soal Bertahan, Tapi Siapa yang Siap Tumbuh Lebih Cepat

8
×

Upskilling di Era AI: Bukan Soal Bertahan, Tapi Siapa yang Siap Tumbuh Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
Hadapi Gelombang AI, Sagara Fokus Tingkatkan Skill dan Kesiapan Kerja
Hadapi Gelombang AI, Sagara Fokus Tingkatkan Skill dan Kesiapan Kerja

Media90 – Diskusi tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan menggantikan pekerjaan manusia sudah terlalu sering mengisi ruang publik. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih penting dan jarang dijawab secara konkret: skill spesifik apa yang membuat seorang talenta digital tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang di era AI ini?

Ketakutan terhadap AI hanya menjadi nyata bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan tepat. Bagi talenta yang memiliki kompetensi relevan, justru era ini membuka peluang lebih besar dari sebelumnya. Pertanyaannya bukan lagi apakah perlu upskilling, melainkan ke arah mana dan bagaimana cara melakukannya.

Ads
close ads

Jebakan yang Tidak Disadari

Banyak developer dan talenta digital merasa aman karena sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun. Namun ancaman utama bukanlah AI yang menggantikan pekerjaan secara langsung, melainkan developer lain yang menggunakan AI sebagai multiplier produktivitas.

Dengan bantuan AI, satu orang bisa menghasilkan output beberapa kali lipat lebih cepat dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik. Di titik ini, pengalaman saja tidak lagi cukup.

Di sisi lain, muncul skill gap baru yang semakin kritis: kemampuan bekerja berdampingan dengan AI, mengintegrasikan solusi AI ke dalam produk, memahami arsitektur sistem berbasis AI, hingga mengelola proyek yang melibatkan machine learning pipeline. Ini adalah area yang belum dikuasai mayoritas talenta digital, sehingga justru menjadi peluang besar bagi mereka yang bergerak lebih cepat.

Window of Opportunity yang Tidak Lama

Perusahaan teknologi di Indonesia kini sedang berlomba mengintegrasikan AI ke dalam produk dan layanan mereka. Kebutuhan akan talenta yang memahami AI secara praktis—bukan hanya teoritis—sangat tinggi, namun belum terpenuhi.

Namun peluang ini tidak akan terbuka selamanya. Semakin banyak talenta masuk ke ruang ini, semakin ketat persaingan dan semakin tinggi standar industri.

Mereka yang bergerak sekarang akan lebih dulu mengisi posisi strategis di era AI. Sementara mereka yang menunda akan menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di masa depan.

Upskilling yang Dibutuhkan Bukan Sekadar Teori

Program upskilling yang relevan untuk era AI tidak cukup hanya membahas teori neural network atau konsep dasar machine learning. Yang dibutuhkan adalah pembelajaran berbasis praktik:

  • Cara mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja nyata
  • Cara membangun produk berbasis AI secara end-to-end
  • Cara mengelola proyek yang melibatkan komponen AI secara profesional
  • Cara menggunakan tools AI modern dalam pengembangan produk

Pendekatan ini memastikan peserta tidak hanya paham konsep, tetapi juga siap terjun langsung ke industri.

Program Upskilling Relevan untuk Era AI

Sagara Technology menghadirkan program sertifikasi dan upskilling yang dirancang untuk mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi era AI secara praktis.

Kurikulum program ini dikembangkan bersama praktisi industri yang telah mengimplementasikan AI dalam produk nyata. Materinya mencakup:

  • AI development tools dan workflow modern
  • Integrasi Large Language Models dalam aplikasi
  • Arsitektur cloud-native untuk AI system
  • Data engineering untuk kebutuhan AI
  • MLOps dan manajemen siklus hidup model AI

Yang membedakan program ini adalah pendekatan berbasis proyek (project-based learning). Peserta tidak hanya belajar, tetapi langsung membangun solusi nyata dengan bimbingan mentor berpengalaman di industri.

Hasil akhirnya bukan sekadar sertifikat, tetapi portofolio yang bisa langsung ditunjukkan kepada perekrut.

Manfaat Mengikuti Program Upskilling Sagara

Peserta program mendapatkan berbagai manfaat, antara lain:

  • Kompetensi AI yang langsung relevan dengan kebutuhan industri
  • Sertifikasi yang diakui dalam ekosistem teknologi
  • Portofolio proyek nyata berbasis AI
  • Akses ke tools dan platform industri
  • Mentoring dari praktisi berpengalaman
  • Peningkatan daya saing di pasar kerja digital

Perspektif Peserta

“Sebelum mengikuti program, saya hanya memahami AI dari artikel. Setelah program, saya bisa membangun model machine learning, mengintegrasikan AI API ke aplikasi production, dan memahami cara menjelaskan potensi serta batasan AI kepada klien secara realistis. Itu skill yang sangat jarang dimiliki.”

Testimoni tersebut menggambarkan pergeseran penting: dari sekadar memahami konsep menjadi mampu menerapkan AI dalam sistem nyata.

Penutup

Era AI bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi perubahan struktur cara kerja industri digital. Dalam situasi ini, yang paling menentukan bukan siapa yang paling lama berpengalaman, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi.

Program upskilling yang tepat dapat menjadi pembeda antara tertinggal atau melompat lebih jauh di depan.

Bagi talenta digital, keputusan hari ini akan menentukan posisi di masa depan: menjadi pengguna AI, atau menjadi bagian dari mereka yang membangun sistem berbasis AI itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Inggris Jadi Negara Pertama Dapat TikTok Ad-Free, Ini Harga Langganannya
TEKNO

Media90 – TikTok resmi memperkenalkan layanan langganan baru bernama TikTok Ad-Free di wilayah United Kingdom mulai Senin (11/5/2026). Layanan ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman menonton tanpa iklan, sekaligus menawarkan peningkatan kontrol privasi dengan biaya berlangganan sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp94.669. Langkah ini menandai perubahan besar dalam model bisnis TikTok yang selama ini sangat bergantung pada iklan berbasis data pengguna. Ads close ads Model “Bayar atau Setuju”: Perubahan Besar di Ekosistem Media Sosial Peluncuran TikTok Ad-Free disebut mengikuti tren industri yang sebelumnya telah diterapkan oleh Meta di kawasan Eropa dan Inggris. Model ini dikenal sebagai “consent or pay”,…

Simbol @, Tanda Kecil dengan Sejarah Besar dari Perdagangan hingga Email
TEKNO

Media90 – Di era digital saat ini, simbol @ hampir selalu hadir dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis alamat email, mendaftar akun media sosial, hingga kebutuhan kerja online, tanda kecil ini menjadi bagian penting dalam komunikasi modern. Namun, di balik perannya yang sangat vital, simbol @ ternyata memiliki perjalanan sejarah panjang yang jauh lebih tua dari internet itu sendiri. Bermula dari Perdagangan Anggur di Abad ke-16 Menurut catatan sejarah yang dirujuk oleh Smithsonian Magazine, simbol @ pertama kali tercatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat pedagang asal Florence, Italia. Pada masa itu, simbol ini bukan bagian dari teknologi, melainkan digunakan…

iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp 13 Jutaan
TEKNO

Media90 – iPhone 17e akhirnya resmi hadir di Indonesia. Smartphone terbaru dari Apple ini mulai tersedia melalui distributor dan reseller resmi pada Mei 2026. Kehadirannya menjadi opsi baru bagi pengguna yang ingin menikmati pengalaman iPhone generasi terbaru dengan harga yang lebih terjangkau dibanding varian reguler maupun Pro. Menariknya, iPhone 17e membawa sejumlah peningkatan penting, salah satunya adalah dukungan MagSafe yang kini resmi hadir di lini “e”. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan berbagai aksesori magnetik seperti wireless charger, dompet magnetik, hingga stand dengan lebih praktis. Ads close ads Harga iPhone 17e di Indonesia Apple menghadirkan iPhone 17e dalam dua varian penyimpanan…

Kabar Baik! MacBook Neo Masuk Indonesia, Preorder Mulai 15 Mei 2026
TEKNO

Media90 – MacBook Neo akhirnya resmi dibawa ke Indonesia oleh Apple. Kehadiran laptop ini langsung menyita perhatian karena disebut sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah masuk pasar resmi Tanah Air. Program preorder MacBook Neo akan dibuka pada Jumat, 15 Mei 2026 melalui jaringan Apple Authorized Reseller di Indonesia. Sementara itu, penjualan resmi dijadwalkan mulai 22 Mei 2026. Ads close ads Dengan harga yang lebih rendah dibanding MacBook Air maupun MacBook Pro, perangkat ini diprediksi menjadi incaran pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Desain Premium, Tetap Ringan dan Modern Meski masuk kategori…

SuperMaker, Platform Kreatif All-in-One dengan Fitur Paling Komprehensif
TEKNO

Media90 – Sebagian besar kreator saat ini masih mengandalkan banyak aplikasi berbeda untuk menyelesaikan satu proyek—mulai dari pembuatan video, desain gambar, musik, hingga voice over. Proses berpindah antar tools ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga sering menimbulkan masalah kompatibilitas dan mengganggu alur kerja kreatif. SuperMaker AI hadir dengan pendekatan berbeda. Platform ini dirancang sebagai creative suite all-in-one yang mengintegrasikan seluruh proses produksi—video, gambar, musik, dan suara—dalam satu workflow tanpa perlu berpindah aplikasi. Ads close ads Apa Itu SuperMaker AI? SuperMaker AI merupakan platform kreatif berbasis browser yang menggabungkan empat tools utama: AI Video Maker, AI Image Maker, AI Music…

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya. Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan…

Motorola Luncurkan Moto Buds Loop, TWS Open-Ear Kini Masuk Indonesia
TEKNO

Media90 – Motorola kembali memperluas lini perangkat audionya dengan meluncurkan TWS open-ear perdana di Indonesia, yaitu Moto Buds Loop. Produk ini hadir dengan pendekatan desain terbuka yang dipadukan dengan teknologi audio hasil tuning dari Bose, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif sekaligus tetap sadar dengan lingkungan sekitar. Moto Buds Loop mengusung desain berbentuk huruf “C” yang cara pakainya dijepit di daun telinga. Konsep open-ear yang digunakan memang tengah menjadi tren karena memungkinkan pengguna tetap mendengar suara di sekitar tanpa sepenuhnya menutup telinga, sehingga lebih aman digunakan untuk aktivitas outdoor maupun mobilitas harian. Ads close ads Audio Imersif dengan Tuning Bose…