INTERNASIONAL

Selat Hormuz Jadi Sorotan Baru, Iran Dorong “Pajak Digital” dari Kabel Internet Global

8
×

Selat Hormuz Jadi Sorotan Baru, Iran Dorong “Pajak Digital” dari Kabel Internet Global

Sebarkan artikel ini
Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut.

Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.

Ads
close ads

Selat Hormuz: Jalur Energi Sekaligus “Tulang Punggung Digital”

Setidaknya terdapat tujuh kabel internet bawah laut internasional yang melintasi Selat Hormuz, menjadikannya salah satu jalur komunikasi digital paling penting di dunia. Infrastruktur ini mendukung konektivitas pusat data, layanan cloud, hingga transaksi digital global.

Media lain yang juga terafiliasi IRGC, Fars News Agency, bahkan menyebut kawasan ini sebagai “jalan tol digital tersembunyi” yang memiliki nilai strategis setara atau bahkan lebih besar dari minyak mentah di era modern.

Potensi Ekonomi: Triliunan Dolar di Bawah Laut

Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, lebih dari US$ 10 triliun transaksi finansial global terjadi setiap hari melalui jaringan kabel bawah laut yang melewati kawasan ini.

Lebih dari 99% komunikasi internet internasional juga bergantung pada kabel bawah laut. Gangguan kecil sekalipun di jalur ini berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi ekonomi global, baik di sektor keuangan, cloud computing, maupun layanan digital lainnya.

Tiga Langkah Strategis “Pajak Digital” Iran

Untuk memanfaatkan posisi strategis ini, Tasnim mengusulkan tiga langkah utama yang dapat diterapkan pemerintah Iran:

  1. Biaya Lisensi Kabel
    Perusahaan asing yang menggunakan infrastruktur kabel di wilayah tersebut akan dikenakan biaya lisensi awal dan tahunan.
  2. Yurisdiksi atas Big Tech
    Perusahaan teknologi global seperti Meta, Amazon, dan Microsoft diwajibkan tunduk pada regulasi hukum Iran saat data mereka melintasi wilayah tersebut.
  3. Kontrol Pemeliharaan Eksklusif
    Iran diusulkan memiliki hak penuh atas pemeliharaan dan perbaikan kabel bawah laut di kawasan yurisdiksinya.

Meniru Model Mesir di Jalur Digital Global

Strategi ini disebut mengikuti model yang telah lebih dulu diterapkan oleh Mesir, yang memanfaatkan posisi geografisnya di Terusan Suez dan Laut Merah untuk menarik biaya transit kabel internet bawah laut melalui perusahaan milik negara, Telecom Egypt.

Selat Sempit dengan Dampak Global

Secara geografis, Selat Hormuz hanya memiliki lebar sekitar 33 kilometer pada titik tersempitnya, menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Sekitar 20% pasokan minyak dunia—atau sekitar 20 juta barel per hari—melewati wilayah ini, bersama lebih dari seperempat perdagangan LNG global.

Namun, di balik dominasi energi tersebut, laporan media Iran menyoroti bahwa negara-negara Teluk seperti UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi justru sangat bergantung pada infrastruktur internet bawah laut yang melintasi kawasan ini.

Risiko Stabilitas Digital Global

Para analis internasional menilai bahwa jika Iran benar-benar menerapkan skema “pajak digital” atau kontrol ketat atas kabel bawah laut, dampaknya dapat merambat cepat ke sistem keuangan global, layanan cloud, hingga operasional perusahaan teknologi besar.

Dengan posisi geografis yang strategis, Iran dinilai memiliki leverage kuat terhadap arus data global. Namun, langkah tersebut juga berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik baru di era digital, di mana infrastruktur informasi kini sama pentingnya dengan jalur energi tradisional.

Tinggalkan Balasan

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…

Kanker Usus pada Usia Muda Meningkat, Peneliti Temukan Jejak Herbisida di DNA
INTERNASIONAL

Media90 – Tren peningkatan kasus Kanker Kolorektal pada kelompok usia di bawah 50 tahun kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkap temuan mengejutkan, yakni adanya dugaan keterkaitan antara paparan herbisida bernama Picloram dengan meningkatnya kasus kanker ini pada pasien usia muda. Temuan tersebut membuka perspektif baru dalam dunia Onkologi, yang selama ini lebih banyak mengaitkan kanker usus dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Meski masih bersifat awal, peneliti menemukan “sidik jari” DNA pada tumor pasien yang mengindikasikan adanya pengaruh paparan lingkungan terhadap mutasi genetik. Ads close ads Jejak DNA Ungkap Paparan…

Hebat! Menteri Luar Negeri Singapura Gunakan AI Buatan Internal untuk Kerja Negara
INTERNASIONAL

Media90 – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, dunia diplomasi internasional dibuat kagum oleh langkah tidak biasa dari Vivian Balakrishnan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya secara mandiri melakukan coding untuk membangun sistem AI yang membantu menyelesaikan tugas-tugas diplomatik sehari-hari. Aksi ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa kemampuan memahami teknologi kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan penting bagi pemimpin di era digital. Ads close ads AI Buatan Sendiri untuk Membantu Tugas Diplomasi AI yang dikembangkan oleh Vivian Balakrishnan dirancang untuk membantu menganalisis dokumen-dokumen diplomatik yang sangat kompleks dan panjang. Sistem ini mampu merangkum poin-poin penting secara otomatis sehingga proses pengambilan…

Tuai Kecaman, Indonesia Protes Israel atas Spanduk di Reruntuhan RS Indonesia Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Pemerintah Indonesia melontarkan kecaman tegas terhadap tindakan militer Israel yang memasang spanduk propaganda di atas reruntuhan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Jalur Gaza. Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu, 22 April 2026, Indonesia menilai aksi tersebut sebagai tindakan yang sangat provokatif dan tidak dapat diterima. Ads close ads Dinilai Provokatif dan Cederai Nilai Kemanusiaan Spanduk bertuliskan “Rising Lion” yang dipasang oleh pasukan Israel dinilai bukan sekadar simbol militer, tetapi juga bentuk propaganda yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, spanduk tersebut ditempatkan di lokasi fasilitas kesehatan yang telah hancur. Kemlu RI menegaskan…

Teknologi Satelit China Diduga Digunakan Iran untuk Intai dan Serang Basis AS
INTERNASIONAL

Media90 – Isu penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer kembali mencuat. Kali ini, laporan intelijen Amerika Serikat menyebut adanya dugaan bahwa Iran memanfaatkan teknologi citra satelit berbasis AI dari perusahaan China untuk menentukan target serangan di Timur Tengah. Dugaan ini semakin memperkeruh situasi geopolitik yang memang sudah memanas di kawasan tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sumber internal dari Defense Intelligence Agency (DIA), badan intelijen militer di bawah Pentagon. Menurut sumber tersebut, teknologi AI memungkinkan Iran mengidentifikasi target militer dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dibanding metode konvensional. Ads close ads Peran AI dalam Analisis Target Militer Teknologi…

Persaingan Global Memanas, Xi Jinping Andalkan AI dan Militer Lawan Amerika Serikat
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan kedua negara kini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga merambah ke teknologi canggih dan kekuatan militer. Dalam konteks ini, Presiden Xi Jinping disebut mulai memperkuat strategi jangka panjang yang bertumpu pada kecerdasan buatan (AI) dan modernisasi militer sebagai kunci utama menghadapi rivalitas global dengan Washington. AI dan Teknologi Jadi Arah Strategis Masa Depan China saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem teknologi nasional yang lebih mandiri. Dalam rencana lima tahunannya, Beijing memprioritaskan sektor strategis seperti AI, komputasi kuantum, dan jaringan 6G sebagai fondasi…

Peluang Karier: Amerika Rekrut Gamer Jadi Petugas ATC, Gaji Tembus Rp2,6 Miliar
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia gaming kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai hiburan atau hobi, tetapi mulai dipandang sebagai sumber keterampilan kognitif yang bernilai tinggi di dunia kerja profesional. Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, di mana otoritas penerbangan mulai merekrut para gamer untuk mengisi posisi strategis sebagai Air Traffic Controller (ATC) atau petugas lalu lintas udara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga ahli di sektor penerbangan, sekaligus memanfaatkan kemampuan khas yang dimiliki para pemain gim, terutama dalam hal refleks cepat, pengambilan keputusan, dan pengelolaan informasi kompleks. Ads close ads Gamer Dinilai Punya Kecocokan dengan Dunia ATC Menurut evaluasi Federal…