Media90 – Xiaomi resmi meluncurkan tablet terjangkau terbaru mereka, Redmi Pad 2 SE, di pasar China. Perangkat ini menjadi penerus dari Redmi Pad SE generasi pertama yang dirilis pada 2023. Meski membawa sejumlah penyesuaian, tablet ini hadir dengan kombinasi peningkatan dan penurunan spesifikasi di beberapa sektor.
Layar Lebih Kecil, Tapi Lebih Tajam
Perubahan paling terlihat ada pada sektor layar. Jika pendahulunya menggunakan panel 11 inci, Redmi Pad 2 SE kini hadir dengan layar lebih ringkas 9,7 inci. Namun, Xiaomi justru meningkatkan kualitas visualnya dengan resolusi 2K (2048 x 1280) serta refresh rate 120Hz.
Kombinasi ini membuat tampilan visual diklaim jauh lebih tajam dan mulus dibanding generasi sebelumnya yang masih mengandalkan resolusi Full HD dan refresh rate 90Hz.
Baterai Sedikit Lebih Kecil
Konsekuensi dari desain lebih ringkas dan peningkatan layar adalah penurunan kapasitas baterai. Redmi Pad 2 SE dibekali baterai 7.600mAh, sedikit lebih kecil dibanding generasi sebelumnya yang memiliki 8.000mAh. Namun, dukungan pengisian daya tetap sama, yakni 18W.
Performa Snapdragon dan Slot Ekspansi
Untuk dapur pacu, tablet ini ditenagai Snapdragon 6s Gen 2 berbasis fabrikasi 6nm. Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan RAM LPDDR4X dan penyimpanan UFS 2.2.
Konfigurasi yang tersedia hanya 6GB/128GB, namun pengguna masih bisa memperluas penyimpanan melalui slot microSD.
Sudah Dukung 4G
Salah satu nilai tambah menarik dari Redmi Pad 2 SE adalah hadirnya slot SIM yang mendukung jaringan 4G. Selain itu, tablet ini juga dibekali Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.0 untuk kebutuhan konektivitas.
Desain Tipis dan Audio Quad Speaker
Dari sisi desain, tablet ini mengusung material metal unibody dengan ketebalan hanya 7,4 mm dan bobot sekitar 400 gram, membuatnya cukup ringkas untuk penggunaan mobile.
Untuk pengalaman multimedia, Xiaomi menyematkan quad-speaker stereo serta jack audio 3.5 mm, yang masih menjadi fitur favorit bagi sebagian pengguna.
Harga dan Ketersediaan
Redmi Pad 2 SE hadir dalam satu konfigurasi 6GB/128GB. Di China, varian Wi-Fi only dibanderol 1.099 yuan atau sekitar Rp2,7 jutaan, sementara versi 4G dijual 1.399 yuan atau sekitar Rp3,5 jutaan.
Belum ada informasi resmi apakah perangkat ini akan masuk ke pasar Indonesia. Namun, kehadirannya berpotensi menarik minat pengguna yang mencari tablet terjangkau dengan layar berkualitas tinggi dan dukungan konektivitas lengkap.














