TEKNO

YouTube Hadirkan Fitur “Likeness” untuk Lindungi Kreator dari Penyalahgunaan DeepFake

232
×

YouTube Hadirkan Fitur “Likeness” untuk Lindungi Kreator dari Penyalahgunaan DeepFake

Sebarkan artikel ini
YouTube Perkenalkan Fitur "Likeness" untuk Melindungi Identitas Kreator dari DeepFake
YouTube Perkenalkan Fitur "Likeness" untuk Melindungi Identitas Kreator dari DeepFake

Media90 – Fenomena deepfake yang kian marak membuat banyak kreator merasa identitasnya disalahgunakan tanpa izin. Menanggapi hal ini, YouTube sebagai salah satu platform berbagi video terbesar di dunia meluncurkan fitur baru bernama “likeness” atau kemiripan, sebagai upaya menjaga keaslian identitas kreator dan kepercayaan penonton dari manipulasi digital.

Fitur “Likeness”: Deteksi Identitas Kreator dari DeepFake

Fitur ini memungkinkan kreator mendaftarkan wajah dan suara mereka secara resmi kepada YouTube. Dengan begitu, sistem dapat mendeteksi apabila identitas tersebut digunakan pihak lain dalam video tanpa izin, termasuk untuk konten deepfake, iklan palsu, atau konten manipulatif lainnya.

Ads
close ads

Secara teknis, “likeness” menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kemiripan wajah dan suara, mirip dengan sistem Content ID yang selama ini digunakan untuk melindungi hak cipta kreator. Dalam blog resmi YouTube, tim platform ini menegaskan:

“Kami berkomitmen untuk menerapkan keahlian ini guna membantu mengatasi tantangan konten yang dihasilkan AI, tidak hanya di YouTube tetapi juga di dunia maya secara luas.”

Latar Belakang Peluncuran Fitur

Langkah ini muncul setelah banyak laporan kreator mengenai penyalahgunaan identitas mereka. Beberapa kasus yang sempat mencuat antara lain:

  • Komedian George Carlin menggugat dua podcaster yang meniru suaranya dengan AI tanpa izin.

  • Artis Bollywood Anil Kapoor melayangkan gugatan di pengadilan tinggi New Delhi atas penggunaan AI tanpa izin.

  • Penyanyi Arijit Singh mengalami penyalahgunaan gambar dan suara dalam konten video AI.

  • Pengisi suara dari Beijing, Yin, menemukan suaranya digunakan tanpa izin dalam buku audio digital dan menggugat lima perusahaan terkait.

  • Youtuber Jeff Geering menjadi korban penggunaan suara tiruan AI oleh perusahaan Elecrow untuk promosi produk tanpa izin.

Dengan fitur ini, kreator dapat meminta YouTube menghapus video yang menggunakan identitas mereka tanpa persetujuan.

Dukungan YouTube pada UU NO FAKES 2025

YouTube juga menyatakan dukungannya terhadap UU NO FAKES tahun 2025, yang diperkenalkan Senator Chris Coons dan Marsha Blackburn di AS. Undang-undang ini bertujuan melindungi kreator dan penonton dari penyalahgunaan digital yang meniru suara atau identitas seseorang.

Tim YouTube menegaskan:

“Kami bangga mendukung undang-undang penting ini yang mengatasi bahaya replika digital tanpa izin. Bersama UU TAKE IT DOWN, hukum ini memberikan dasar yang jelas untuk melindungi hak individu.”

YouTube menyebutkan tiga tanggung jawab utama terkait penyalahgunaan AI:

  1. Melindungi kemiripan individu – memberikan opsi bagi kreator untuk meminta penghapusan konten yang meniru identitas mereka.

  2. Menciptakan alat baru – menghadirkan fitur “likeness” untuk mendeteksi penggunaan AI.

  3. Memajukan legislasi – mendukung UU NO FAKES dan UU TAKE IT DOWN.

Cara Menggunakan Fitur “Likeness”

Untuk mengaktifkan fitur ini, kreator perlu melakukan verifikasi identitas. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka profil channel, pilih konten deteksi.

  2. Temukan fitur “likeness” di sebelah copyright, lalu klik.

  3. Ikuti arahan verifikasi, termasuk memindai kode QR, mengunggah foto identitas (KTP/Paspor), atau video swafoto singkat.

  4. Tunggu persetujuan dari YouTube. Setelah disetujui, kreator dapat melihat semua video yang terdeteksi dan mengirim permintaan penghapusan sesuai pedoman privasi.

Selama masa uji coba, YouTube bekerja sama dengan kreator ternama seperti MrBeast, Mark Rober, Doctor Mike, Flow Podcast, Marques Brownlee, dan Estude Matematic untuk menyempurnakan teknologi ini. Dengan begitu, penyalahgunaan AI pada konten video di YouTube dapat diminimalkan secara signifikan.

Inggris Jadi Negara Pertama Dapat TikTok Ad-Free, Ini Harga Langganannya
TEKNO

Media90 – TikTok resmi memperkenalkan layanan langganan baru bernama TikTok Ad-Free di wilayah United Kingdom mulai Senin (11/5/2026). Layanan ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman menonton tanpa iklan, sekaligus menawarkan peningkatan kontrol privasi dengan biaya berlangganan sebesar 3,99 poundsterling per bulan atau sekitar Rp94.669. Langkah ini menandai perubahan besar dalam model bisnis TikTok yang selama ini sangat bergantung pada iklan berbasis data pengguna.Ads close ads Model “Bayar atau Setuju”: Perubahan Besar di Ekosistem Media Sosial Peluncuran TikTok Ad-Free disebut mengikuti tren industri yang sebelumnya telah diterapkan oleh Meta di kawasan Eropa dan Inggris. Model ini dikenal sebagai “consent or pay”, di…

Simbol @, Tanda Kecil dengan Sejarah Besar dari Perdagangan hingga Email
TEKNO

Media90 – Di era digital saat ini, simbol @ hampir selalu hadir dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari menulis alamat email, mendaftar akun media sosial, hingga kebutuhan kerja online, tanda kecil ini menjadi bagian penting dalam komunikasi modern. Namun, di balik perannya yang sangat vital, simbol @ ternyata memiliki perjalanan sejarah panjang yang jauh lebih tua dari internet itu sendiri. Bermula dari Perdagangan Anggur di Abad ke-16 Menurut catatan sejarah yang dirujuk oleh Smithsonian Magazine, simbol @ pertama kali tercatat pada tahun 1536 dalam sebuah surat pedagang asal Florence, Italia. Pada masa itu, simbol ini bukan bagian dari teknologi, melainkan digunakan…

iPhone 17e Resmi Hadir di Indonesia, Dibanderol Mulai Rp 13 Jutaan
TEKNO

Media90 – iPhone 17e akhirnya resmi hadir di Indonesia. Smartphone terbaru dari Apple ini mulai tersedia melalui distributor dan reseller resmi pada Mei 2026. Kehadirannya menjadi opsi baru bagi pengguna yang ingin menikmati pengalaman iPhone generasi terbaru dengan harga yang lebih terjangkau dibanding varian reguler maupun Pro. Menariknya, iPhone 17e membawa sejumlah peningkatan penting, salah satunya adalah dukungan MagSafe yang kini resmi hadir di lini “e”. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan berbagai aksesori magnetik seperti wireless charger, dompet magnetik, hingga stand dengan lebih praktis.Ads close ads Harga iPhone 17e di Indonesia Apple menghadirkan iPhone 17e dalam dua varian penyimpanan dengan…

Kabar Baik! MacBook Neo Masuk Indonesia, Preorder Mulai 15 Mei 2026
TEKNO

Media90 – MacBook Neo akhirnya resmi dibawa ke Indonesia oleh Apple. Kehadiran laptop ini langsung menyita perhatian karena disebut sebagai MacBook paling terjangkau yang pernah masuk pasar resmi Tanah Air. Program preorder MacBook Neo akan dibuka pada Jumat, 15 Mei 2026 melalui jaringan Apple Authorized Reseller di Indonesia. Sementara itu, penjualan resmi dijadwalkan mulai 22 Mei 2026.Ads close ads Dengan harga yang lebih rendah dibanding MacBook Air maupun MacBook Pro, perangkat ini diprediksi menjadi incaran pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Desain Premium, Tetap Ringan dan Modern Meski masuk kategori entry-level,…

Hadapi Gelombang AI, Sagara Fokus Tingkatkan Skill dan Kesiapan Kerja
TEKNO

Media90 – Diskusi tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang akan menggantikan pekerjaan manusia sudah terlalu sering mengisi ruang publik. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih penting dan jarang dijawab secara konkret: skill spesifik apa yang membuat seorang talenta digital tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang di era AI ini? Ketakutan terhadap AI hanya menjadi nyata bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri dengan tepat. Bagi talenta yang memiliki kompetensi relevan, justru era ini membuka peluang lebih besar dari sebelumnya. Pertanyaannya bukan lagi apakah perlu upskilling, melainkan ke arah mana dan bagaimana cara melakukannya.Ads close ads Jebakan yang Tidak Disadari…

SuperMaker, Platform Kreatif All-in-One dengan Fitur Paling Komprehensif
TEKNO

Media90 – Sebagian besar kreator saat ini masih mengandalkan banyak aplikasi berbeda untuk menyelesaikan satu proyek—mulai dari pembuatan video, desain gambar, musik, hingga voice over. Proses berpindah antar tools ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga sering menimbulkan masalah kompatibilitas dan mengganggu alur kerja kreatif. SuperMaker AI hadir dengan pendekatan berbeda. Platform ini dirancang sebagai creative suite all-in-one yang mengintegrasikan seluruh proses produksi—video, gambar, musik, dan suara—dalam satu workflow tanpa perlu berpindah aplikasi.Ads close ads Apa Itu SuperMaker AI? SuperMaker AI merupakan platform kreatif berbasis browser yang menggabungkan empat tools utama: AI Video Maker, AI Image Maker, AI Music Maker,…

iPhone Dikabarkan Akan Gunakan Sensor Kamera 200 MP di Masa Depan
TEKNO

Media90 – Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul rumor terbaru mengenai rencana peningkatan kamera iPhone di masa depan. Informasi ini berasal dari leaker Digital Chat Station yang dikenal kerap membocorkan rencana produk teknologi besar, termasuk perangkat dari Apple. Meski saat ini iPhone masih dianggap tertinggal dalam hal resolusi megapiksel dibanding sejumlah pesaing Android, kabar terbaru menyebutkan bahwa Apple mulai menyiapkan peningkatan besar secara bertahap pada sistem kameranya.Ads close ads Awal Perubahan Dimulai di iPhone 18 Pro Menurut rumor yang beredar, perubahan awal akan dimulai pada seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Kedua model tersebut disebut akan membawa…