UMUM

Gen Z dan Tekanan Mental di Era Digital: Memahami 8 “Penyakit” Modern

53
×

Gen Z dan Tekanan Mental di Era Digital: Memahami 8 “Penyakit” Modern

Sebarkan artikel ini
Dari Doomscrolling hingga Brain Rot, Ini 8 Masalah Mental yang Dialami Gen Z
Dari Doomscrolling hingga Brain Rot, Ini 8 Masalah Mental yang Dialami Gen Z

Media90 – Tumbuh di tengah derasnya arus teknologi digital memang membawa banyak kemudahan. Informasi bisa diakses dalam hitungan detik, komunikasi menjadi lebih cepat, dan berbagai aktivitas dapat dilakukan secara efisien. Namun di balik semua itu, Generasi Z (Gen Z) juga menghadapi tekanan mental yang tidak ringan.

Paparan konten tanpa henti, tuntutan untuk selalu produktif, hingga ekspektasi sosial yang tinggi membuat kondisi psikologis mereka semakin kompleks. Tidak jarang Gen Z dilabeli sebagai generasi yang mudah rapuh. Padahal, kenyataannya mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang serba cepat, penuh distraksi, dan minim jeda.

Ads
close ads

Dari fenomena ini, muncul berbagai istilah baru yang menggambarkan kondisi mental modern yang banyak dialami. Berikut delapan “penyakit” mental yang kerap melekat pada Gen Z.

1. Doomscrolling dan Overstimulation
Doomscrolling terjadi ketika seseorang terus-menerus mengonsumsi berita negatif, terutama melalui media sosial. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, stres, bahkan rasa takut berlebih. Ditambah dengan notifikasi yang terus berdatangan, otak dipaksa selalu siaga. Kondisi overstimulation ini membuat sistem saraf kelelahan dan sulit benar-benar beristirahat.

2. Digital ADHD (Acquired Attention Deficit)
Banyak Gen Z merasa sulit fokus dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering disebut Digital ADHD. Berbeda dengan ADHD klinis, gangguan ini dipicu oleh kebiasaan menggunakan teknologi digital secara intens. Aplikasi yang dirancang untuk menarik perhatian membuat otak terbiasa berpindah fokus tanpa menyelesaikan satu hal secara utuh.

3. Burnout dan Brain Fry
Burnout kini tidak hanya dialami pekerja kantoran, tetapi juga generasi muda. Tekanan untuk selalu aktif dan produktif membuat energi mental terkuras. Dalam kondisi yang lebih parah, muncul istilah brain fry, yaitu keadaan ketika otak terasa “mati rasa” akibat kelelahan. Akibatnya, fokus hilang, motivasi menurun, dan tugas sederhana terasa berat.

4. Brain Rot dan Kecanduan Dopamin
Brain rot menggambarkan penurunan kemampuan berpikir akibat konsumsi konten digital yang dangkal dan berulang. Video pendek dan hiburan instan memicu pelepasan dopamin secara terus-menerus. Otak pun menjadi terbiasa dengan kepuasan instan, sehingga aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi terasa semakin sulit.

5. Decision Fatigue dan Imposter Syndrome
Di era dengan pilihan tak terbatas, membuat keputusan justru menjadi melelahkan. Dari hal sederhana hingga keputusan besar, semuanya menguras energi mental. Kondisi ini dikenal sebagai decision fatigue. Sementara itu, paparan pencapaian orang lain di media sosial sering memicu imposter syndrome—perasaan tidak percaya diri dan merasa tidak layak atas keberhasilan diri sendiri.

6. Revenge Bedtime Procrastination
Istilah ini merujuk pada kebiasaan menunda tidur demi menikmati waktu pribadi setelah seharian sibuk. Malam hari sering dihabiskan untuk scrolling, menonton, atau bermain game. Akibatnya, kualitas tidur menurun dan kelelahan semakin menumpuk di hari berikutnya.

7. Loneliness dan Social Anxiety
Meski selalu terhubung secara digital, banyak Gen Z justru merasa kesepian. Interaksi virtual tidak sepenuhnya menggantikan kedekatan emosional di dunia nyata. Hal ini dapat memicu kecemasan sosial, di mana individu merasa canggung atau takut saat harus berinteraksi langsung dengan orang lain.

8. Popcorn Brain
Popcorn brain menggambarkan kondisi pikiran yang terus “melompat” dari satu hal ke hal lain. Otak terbiasa dengan stimulasi cepat dan instan, sehingga sulit untuk diam dan fokus dalam jangka panjang. Multitasking berlebihan dan konsumsi konten singkat menjadi pemicu utama.

Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi-kondisi ini bukan tanpa solusi. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental di era digital:

  • Membatasi penggunaan gadget, terutama sebelum tidur
  • Melatih fokus dengan teknik seperti Pomodoro
  • Melakukan mindfulness atau meditasi pernapasan
  • Mengurangi konsumsi konten digital yang tidak bermanfaat
  • Menjaga keseimbangan antara dunia digital dan interaksi nyata

Fokus, seperti otot, perlu dilatih agar tetap kuat. Dengan kesadaran dan kebiasaan yang lebih sehat, Gen Z tetap dapat beradaptasi di era digital tanpa harus mengorbankan kesehatan mental.

Pada akhirnya, memahami berbagai kondisi ini bukan untuk memberi label negatif, melainkan sebagai langkah awal untuk menciptakan keseimbangan hidup yang lebih baik di tengah dunia yang serba cepat.

Kampus di AS Hadapi Krisis Literasi Gen Z, Nilai Mahasiswa Jadi Turun Standar
UMUM

Media90 – Sejumlah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan akademis serius yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya. Para dosen dan profesor melaporkan adanya penurunan signifikan pada kemampuan membaca mahasiswa generasi Z (Gen Z) yang baru memasuki dunia perkuliahan. Fenomena ini tidak lagi dianggap sekadar masalah motivasi belajar, melainkan telah menyentuh aspek mendasar seperti kesulitan memahami kalimat sederhana hingga rendahnya ketahanan mental dalam menyelesaikan bacaan panjang. Kondisi tersebut mendorong banyak pengajar melakukan penyesuaian besar-besaran, termasuk menurunkan standar akademik agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan. Ads close ads Kesulitan Memahami Teks Dasar di Ruang Kelas Salah satu pengamatan datang…

Anak yang Sering Gunakan Media Sosial Berisiko Alami Gangguan Membaca
UMUM

Media90 – Penggunaan media sosial pada anak usia dini kembali menjadi perhatian serius. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research on Adolescence menemukan adanya keterkaitan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kemampuan membaca pada anak di bawah usia 16 tahun. Penelitian tersebut mengungkap bahwa anak-anak yang rutin menghabiskan waktu di media sosial cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali serta melafalkan kata secara utuh. Temuan ini menjadi penting karena kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam perkembangan kognitif dan akademik anak. Ads close ads Dampak pada Kemampuan Verbal dan Waktu Membaca Studi yang melibatkan lebih dari 10.000 anak berusia 10 tahun dan…

Film Na Willa Tembus 1 Juta Penonton, Sekuel Segera Digarap? Ini Bocorannya
UMUM

Media90 – Film anak Indonesia Na Willa mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus satu juta penonton di bioskop. Capaian tersebut diraih dalam waktu 17 hari sejak penayangan perdana, menegaskan posisinya sebagai salah satu film keluarga yang sukses menarik minat penonton Tanah Air. Di balik keberhasilan tersebut, kabar menarik datang dari sang sutradara, Ryan Adriandhy. Ia diketahui telah mulai menulis skenario untuk kelanjutan cerita yang akan diberi judul Na Willa 2. Langkah ini dinilai sebagai respons atas antusiasme tinggi dari penonton sejak film pertama dirilis. Ads close ads Sinyal kehadiran sekuel sebenarnya sudah muncul sebelumnya. Produser Anggia Kharisma sempat menyebut bahwa kisah…

Diam-Diam Melejit! Film Lebaran Ini Tembus 1 Juta Penonton di Hari Senin
UMUM

Media90 – Film Senin Harga Naik mencatat pencapaian impresif dengan menembus lebih dari 1 juta penonton. Menariknya, angka tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses bertahap hingga hari ke-19 penayangan, tepatnya pada Minggu, 5 April 2026. Di hari pertama penayangan, film ini hanya meraih sekitar 42.285 penonton. Jumlah tersebut tergolong moderat dan tidak langsung menunjukkan potensi sebagai film blockbuster. Bahkan, sepanjang masa tayangnya, angka penonton harian tidak pernah melonjak hingga ratusan ribu. Ads close ads Namun, tren yang stabil justru menjadi kunci keberhasilan film ini. Konsistensi jumlah penonton dari hari ke hari membuat film ini terus bertahan di bioskop…

Remake “Dad For Rent” Versi Indonesia Siap Tayang, Dwi Sasono Perankan Tokoh Utama
UMUM

Media90 – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan adaptasi menarik dari Korea Selatan. Film Dad For Rent kini resmi di-remake dalam versi Indonesia dan siap meramaikan bioskop Tanah Air. Proyek ini digarap oleh dua sineas asal Korea Selatan, Kim Min Jae dan Park Jin Ha, yang menghadirkan sentuhan khas drama Korea dalam balutan produksi lokal. Ads close ads Deretan Aktor Top Indonesia Versi Indonesia dari “Dad For Rent” menghadirkan sejumlah aktor dan aktris papan atas, di antaranya: Kombinasi aktor senior dan generasi muda ini diharapkan mampu menghadirkan chemistry kuat serta emosi yang menyentuh penonton. Sinopsis: Ayah ‘Disewakan’ demi Bertahan Hidup Film…

Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Resmi Diproduksi, Benidictus Siregar Ambil Peran Utama
UMUM

Media90 – Kabar terbaru datang dari dunia perfilman Indonesia. Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dipastikan segera memasuki tahap produksi dan siap mencuri perhatian penonton. Proyek ini akan digarap oleh sutradara Kuntz Agus, yang dikenal memiliki gaya penyutradaraan khas dengan kekuatan dalam membangun cerita yang emosional dan mendalam. Ads close ads Benidictus Siregar Jadi Sorotan Utama Salah satu daya tarik utama film ini adalah terpilihnya Benidictus Siregar sebagai pemeran utama. Dalam film tersebut, ia akan memerankan karakter Ale, tokoh sentral yang menjadi penggerak utama cerita. Menariknya, ini menjadi debut Benidictus sebagai pemeran utama dalam sebuah film panjang, setelah sebelumnya lebih…

Kitab 3 Yohanes 15 Ayat Emas untuk Mengikuti Yang Baik dan Menjauhi Yang Jahat
UMUM

Media90 – Kebiasaan membaca Alkitab setiap hari tidak hanya menambah pengetahuan rohani, tetapi juga membentuk hati dan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Firman Tuhan yang dihafal menjadi senjata rohani untuk melawan godaan dan kebimbangan, sehingga Alkitab menjadi pedoman hidup yang mampu menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Dalam artikel kali ini, kita akan merenungkan beberapa ayat dari Kitab 3 Yohanes, yang sarat dengan pengajaran rohani dan teladan hidup bagi setiap orang percaya. Ads close ads 1. 3 Yohanes 1:1 “Dari penatua kepada Gayus yang kekasih, yang kukasihi dalam kebenaran.”Ayat ini mengajarkan pentingnya kasih dalam kebenaran, yaitu kasih yang berlandaskan iman dan integritas….