UMUM

Regina Phoenix Minta Maaf Usai Serobot Anak Kecil di Konser BLACKPINK, Janji Tak Akan Mengulang Kesalahan yang Sama

165
×

Regina Phoenix Minta Maaf Usai Serobot Anak Kecil di Konser BLACKPINK, Janji Tak Akan Mengulang Kesalahan yang Sama

Sebarkan artikel ini
Disorot Usai Serobot Anak Kecil di Konser BLACKPINK, Regina Phoenix Sampaikan Permintaan Maaf
Disorot Usai Serobot Anak Kecil di Konser BLACKPINK, Regina Phoenix Sampaikan Permintaan Maaf

Media90 – Sosok selebgram cantik Regina Phoenix tengah menjadi sorotan publik usai videonya di konser BLACKPINK “DEADLINE” Tour viral luas di media sosial. Dalam video yang beredar, Regina terlihat menyerobot posisi seorang anak kecil saat sesi dance challenge, sehingga membuat banyak penonton dan warganet merasa geram.

Aksi tersebut dinilai tidak pantas, terutama karena melibatkan anak kecil yang seharusnya mendapatkan kesempatan tampil di panggung. Banyak netizen menilai tindakan Regina menunjukkan sikap tidak empati dan kurang menghargai peserta lain.

Ads
close ads

Video berdurasi singkat itu pertama kali diunggah oleh salah satu penggemar K-Pop yang hadir di lokasi konser. Dalam hitungan jam, potongan klip tersebut menyebar di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga X (Twitter), dan langsung memicu gelombang kritik tajam. Nama Regina Phoenix pun sempat menjadi trending topic, khususnya di kalangan penggemar BLACKPINK.

Buka Suara Setelah Videonya Viral

Setelah kehebohan meluas, Regina akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Senin (3/11/2025). Dalam pernyataannya, ia mengaku menyesal dan menyadari bahwa aksinya telah menimbulkan reaksi negatif di masyarakat.

“Hai teman-teman, terima kasih yang sudah mengingatkan aku soal video ini. Aku tahu itu tindakan bodoh dengan menghalangi adik ini,” tulis Regina Phoenix dalam unggahannya.

Ia mengakui bahwa kejadian itu terjadi secara spontan karena dirinya terlalu bersemangat mengikuti suasana konser yang penuh antusiasme.

“Aku refleks untuk langsung maju dan malah jadi menghalangi. Mungkin aku terlalu excited, jadi kelihatan egois,” lanjutnya.

Regina juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak bermaksud merebut perhatian atau mengesampingkan anak kecil tersebut. Menurutnya, semua terjadi dalam hitungan detik dan tanpa niat buruk.

Hubungi Langsung Keluarga Anak yang Terlibat

Tidak hanya berhenti dengan permintaan maaf di media sosial, Regina mengaku telah menghubungi langsung keluarga anak kecil yang terekam dalam video tersebut. Anak kecil yang diketahui bernama Ghendis itu hadir di konser bersama sang ibu, Ozarazellova, yang juga sempat membagikan kronologi kejadian di akun pribadinya.

“Di belakang kamera, kita sudah duduk berdekatan dan sempat berinteraksi juga. Aku sudah kontak langsung ke Kak Ozarazellova dan memastikan Ghendis baik-baik saja,” tulis Regina menjelaskan.

Ia menegaskan bahwa tidak ada konflik yang berlanjut antara dirinya dan pihak keluarga. Bahkan, menurut penuturan Ozarazellova, Regina sudah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi dengan sopan.

“Lesson learned. Maafkan aku yang super reckless ini. It won’t happen again,” tutup Regina dalam unggahannya.

Respons Warganet Terbelah

Meski sudah meminta maaf secara terbuka, tanggapan publik tetap terbagi dua. Sebagian besar warganet masih mengecam aksi Regina yang dianggap tidak sensitif dan tidak memberikan contoh baik bagi pengikutnya di media sosial.

Namun, ada pula yang menilai langkah cepat Regina dalam mengakui kesalahan dan meminta maaf merupakan tindakan dewasa dan patut diapresiasi.

“Yang penting dia sadar dan minta maaf. Semua orang bisa khilaf,” tulis salah satu pengguna Instagram.

“Semoga influencer lain bisa belajar untuk lebih menghormati ruang publik,” tambah pengguna lain.

Beberapa netizen juga menyoroti bagaimana peran figur publik di era digital kini semakin diawasi oleh masyarakat. Setiap tindakan, sekecil apa pun, dapat dengan mudah direkam dan menjadi viral di dunia maya. Karena itu, warganet berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, khususnya para influencer.

Cerminan Budaya Etika di Ruang Publik

Kejadian yang menimpa Regina Phoenix sebenarnya mencerminkan fenomena yang sering terjadi di tengah budaya digital masa kini. Banyak selebritas dan konten kreator kerap lupa menjaga batas etika saat berada di ruang publik, terutama ketika sorotan kamera dan euforia penonton sedang tinggi.

Pakar media sosial menilai, kasus ini menjadi pengingat bahwa popularitas di dunia maya harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan sosial. Selebriti digital diharapkan mampu menjadi panutan, bukan hanya dalam gaya hidup, tetapi juga dalam sikap dan perilaku di hadapan publik.

Meski telah menimbulkan pro dan kontra, sikap Regina yang segera meminta maaf secara terbuka menunjukkan bahwa ia siap menanggung konsekuensi dari tindakannya. Di sisi lain, peristiwa ini juga memberi pelajaran berharga bagi publik untuk lebih bijak dalam menanggapi viralnya suatu video di media sosial — tanpa langsung menghakimi sebelum mendengar penjelasan dari pihak terkait.

Janji Tidak Akan Mengulang

Dalam penutup pernyataannya, Regina menegaskan bahwa ia telah mengambil pelajaran besar dari insiden tersebut dan berjanji akan lebih berhati-hati di masa mendatang.

“Aku sadar banget, ini jadi pengalaman berharga. Aku janji akan lebih menghormati orang lain dan menjaga sikap di mana pun,” tulisnya di Instagram Story.

Kini, setelah permintaan maafnya tersebar, banyak warganet berharap agar Regina benar-benar menepati janjinya dan menjadikan kejadian ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.

Insiden yang semula menimbulkan hujatan kini perlahan berubah menjadi bahan refleksi bersama — bahwa di tengah gegap gempita konser dan budaya viral, empati dan kesadaran diri tetap menjadi hal paling penting untuk dijaga.

Renungan Firman Tuhan 20 Mei 2026: Pertolongan yang Datang dari Tuhan
UMUM

Media90 – Dalam artikel kali ini akan membahas renungan harian Kristen yang dapat digunakan sebagai bahan renungan dan saat teduh di pagi hari. Penyertaan Tuhan akan selalu hadir dalam setiap perjalanan kehidupan. Apa pun rintangan dan pergumulan yang dihadapi, percayalah Tuhan akan selalu menyertai dan menuntun setiap langkah kehidupan umat-Nya seturut dengan kehendak dan kemuliaan-Nya.Ads close ads Pertolongan Tuhan “Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” — Mazmur 124:8 Saat menghadapi pergumulan hidup yang berat, tidak semua orang mampu menguasai diri dengan baik. Banyak orang lebih mudah mengeluarkan perkataan negatif, mengeluh, atau menceritakan masalah ke sana…

Renungan Pagi Kristen 19 Mei 2026: Kesabaran dan Kesetiaan dalam Iman
UMUM

Media90 – Dalam artikel kali ini akan membahas renungan harian Kristen yang dapat digunakan sebagai bahan renungan pribadi maupun saat teduh di pagi hari. Penyertaan Tuhan akan selalu hadir dalam setiap perjalanan kehidupan umat-Nya. Apa pun rintangan dan pergumulan yang dihadapi, percayalah Tuhan tidak pernah meninggalkan setiap orang yang berharap kepada-Nya.Ads close ads Penyertaan Tuhan akan menuntun kehidupan seturut dengan kehendak dan kemuliaan-Nya. Tetap Sabar dan Setia “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” (Yesaya 64:8) Jika hari ini kita ada sebagaimana keadaan kita sekarang, semuanya…

Renungan 18 Mei 2026 Menjadikan Perintah Tuhan Sebagai Pedoman Hidup
UMUM

Media90 – Dalam artikel kali ini akan membahas renungan harian Kristen yang dapat digunakan sebagai bahan saat teduh dan perenungan pribadi di pagi hari. Penyertaan Tuhan akan selalu hadir dalam setiap perjalanan kehidupan. Apa pun rintangan dan pergumulan yang dihadapi, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Penyertaan-Nya akan menuntun setiap langkah kita seturut dengan kehendak dan kemuliaan-Nya.Ads close ads Memperhatikan Perintah Tuhan “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,” (Ulangan 6:6) Dalam New International Version (NIV) tertulis: “These commandments that I give you today are to be on your hearts.” Artinya, perintah-perintah Tuhan tidak hanya untuk…

Renungan Kristen Pagi Ini 16 Mei 2026: Tuhan Masih Bekerja Lewat Mujizat
UMUM

Media90 – Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan. Namun sebagai orang percaya, kita diingatkan bahwa penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti. Dalam setiap langkah kehidupan, Tuhan selalu hadir, menuntun, dan menguatkan umat-Nya sesuai dengan kehendak dan kemuliaan-Nya. Mujizat Tuhan Masih Terjadi “Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.” (Mazmur 77:15)Ads close ads Masih banyak orang yang berpikir bahwa mujizat hanya terjadi pada zaman dahulu. Padahal, kebenarannya Tuhan tetap bekerja hingga hari ini. Mujizat tidak berhenti—yang sering kali berhenti adalah kepercayaan manusia itu sendiri. Firman Tuhan berkata: “Adakah sesuatu apa pun yang…

Renungan Kristen Hari Ini 11 Mei 2026: Harta Dunia vs Harta Surga
UMUM

Media90 – Dalam artikel kali ini akan membahas renungan harian Kristen yang dapat digunakan sebagai bahan saat teduh dan perenungan pribadi. Penyertaan Tuhan akan selalu hadir dalam setiap perjalanan kehidupan. Apa pun rintangan dan pergumulan yang dihadapi, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Penyertaan Tuhan akan menuntun setiap langkah kita seturut dengan kehendak dan kemuliaan-Nya.Ads close ads Kumpulan Harta di Surga “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.” (Matius 6:19) Secara alamiah, manusia memiliki dorongan kuat untuk mencari, mengejar, dan menikmati hal-hal yang bersifat materi. Terlebih dalam kondisi ekonomi…

Kampus di AS Hadapi Krisis Literasi Gen Z, Nilai Mahasiswa Jadi Turun Standar
UMUM

Media90 – Sejumlah perguruan tinggi ternama di Amerika Serikat kini menghadapi tantangan akademis serius yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya. Para dosen dan profesor melaporkan adanya penurunan signifikan pada kemampuan membaca mahasiswa generasi Z (Gen Z) yang baru memasuki dunia perkuliahan. Fenomena ini tidak lagi dianggap sekadar masalah motivasi belajar, melainkan telah menyentuh aspek mendasar seperti kesulitan memahami kalimat sederhana hingga rendahnya ketahanan mental dalam menyelesaikan bacaan panjang. Kondisi tersebut mendorong banyak pengajar melakukan penyesuaian besar-besaran, termasuk menurunkan standar akademik agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan.Ads close ads Kesulitan Memahami Teks Dasar di Ruang Kelas Salah satu pengamatan datang dari…

Anak yang Sering Gunakan Media Sosial Berisiko Alami Gangguan Membaca
UMUM

Media90 – Penggunaan media sosial pada anak usia dini kembali menjadi perhatian serius. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research on Adolescence menemukan adanya keterkaitan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kemampuan membaca pada anak di bawah usia 16 tahun. Penelitian tersebut mengungkap bahwa anak-anak yang rutin menghabiskan waktu di media sosial cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali serta melafalkan kata secara utuh. Temuan ini menjadi penting karena kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam perkembangan kognitif dan akademik anak.Ads close ads Dampak pada Kemampuan Verbal dan Waktu Membaca Studi yang melibatkan lebih dari 10.000 anak berusia 10 tahun dan berlangsung…