INTERNASIONAL

Terobosan Imunoterapi: Satu Sel Punca Bisa Hasilkan 14 Juta Sel Pembunuh Kanker

10
×

Terobosan Imunoterapi: Satu Sel Punca Bisa Hasilkan 14 Juta Sel Pembunuh Kanker

Sebarkan artikel ini
Terobosan Medis: Satu Sel Punca Bisa Hasilkan 14 Juta Sel Pembunuh Kanker
Terobosan Medis: Satu Sel Punca Bisa Hasilkan 14 Juta Sel Pembunuh Kanker

Media90 – Dunia onkologi dan imunoterapi mencatat lompatan monumental. Sekelompok ilmuwan dari Tiongkok berhasil menemukan metode untuk memproduksi massal sel Natural Killer (NK) pembunuh kanker di laboratorium dengan efisiensi luar biasa. Hanya dari satu sel punca (stem cell), para peneliti mampu menghasilkan hingga 14 juta sel NK, membuka peluang terapi kanker lebih cepat dan terjangkau.

Penelitian revolusioner ini dipimpin oleh Prof. Wang Jinyong dari Institut Zoologi, Chinese Academy of Sciences (CAS), menjanjikan harapan baru bagi jutaan pasien kanker di seluruh dunia.

Mengurai Kebuntuan Terapi NK Konvensional

Sel Natural Killer (NK) merupakan garis pertahanan alami tubuh untuk melawan sel tumor. Tidak seperti sel T yang perlu “dilatih” mengenali target spesifik, sel NK mampu langsung mendeteksi dan menghancurkan sel kanker.

Baca Juga:  6 Tips Penting untuk Menghindari Smartphone Vision Syndrome: Nomor 5 Wajib Dicoba!

Namun, terapi NK konvensional menghadapi banyak kendala:

  • Sel NK dewasa dari pasien sering terbatas jumlahnya dan kualitasnya bervariasi.
  • Modifikasi genetik pada sel NK dewasa (misal CAR-NK) rumit dan mahal.
  • Sel NK dewasa sulit bertahan lama setelah dimodifikasi.

Akibatnya, terapi CAR-NK menjadi eksklusif dan mahal, sulit dijangkau pasien luas.

Pendekatan Baru: Memanfaatkan Darah Tali Pusat

Alih-alih memodifikasi sel NK dewasa, tim Prof. Wang fokus pada sel punca dan sel progenitor hematopoietik (HSPCs) CD34+ yang diambil dari darah tali pusat. Sel punca ini masih murni, adaptif, dan mudah berkembang biak.

Proses inovatif tiga tahap dilakukan:

  1. Ekspansi sel punca di laboratorium.
  2. Penyisipan instruksi genetik, termasuk reseptor CAR, saat sel masih punca.
  3. Diferensiasi menjadi sel NK yang diwarisi jutaan anakan dari satu sel awal.
Baca Juga:  Workshop Preceptorship Universitas Malahayati: Penguatan Pembimbing Klinik di Dunia Rumah Sakit dan Puskesmas Lampung

Hasilnya, dari satu sel punca CD34+, dapat dihasilkan 14 juta sel iNK dan 7,6 juta sel CAR-iNK.

Skala Produksi Masif dan Pengurangan Biaya

Salah satu biaya terbesar dalam terapi seluler adalah penggunaan vektor virus untuk memasukkan gen. Dengan metode baru ini:

  • Hanya satu sel punca dimodifikasi di awal.
  • Sel NK anakan mewarisi modifikasi, mengurangi penggunaan vektor hingga 1/140.000–1/600.000 dari jumlah biasanya.

Efisiensi ekstrem ini diyakini dapat memangkas biaya terapi imunologi dan memungkinkan pengobatan off-the-shelf yang lebih terjangkau.

Efektivitas pada Model Leukemia

Selain kuantitas, kualitas sel tetap terjaga:

  • Sel iNK dan CAR-iNK menunjukkan ekspresi CD16 tinggi.
  • Uji praklinis pada model hewan dengan leukemia menunjukkan daya hancur tumor yang kuat dan persisten.
Baca Juga:  Samsung Menghadirkan Galaxy Ring: Teknologi AI Unggulan untuk Memonitor Kesehatan dan Kebugaran Pengguna

Temuan ini menandai era baru terapi seluler massal, di mana rumah sakit bisa menggunakan stok sel NK siap pakai, tanpa menunggu minggu-minggu untuk membiakkan sel dari pasien sendiri.

Kesimpulan

Penemuan ini membuka jalan bagi terapi kanker lebih cepat, efektif, dan terjangkau. Meskipun uji klinis manusia masih diperlukan, inovasi dari Institut Zoologi CAS menjadi cetak biru yang menjanjikan bagi masa depan imunoterapi kanker di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *