NASIONAL

Bocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai, Satu Korban Selamat

Novta Tria
6
×

Bocah 11 Tahun di Jambi Tewas Diterkam Buaya Saat Mandi di Sungai, Satu Korban Selamat

Sebarkan artikel ini
Bocah di Jambi Meninggal Dunia Setelah Diterkam Buaya Ketika Mandi di Sungai

Media90.id – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi. Seorang bocah berusia 11 tahun bernama M Dzaki meninggal dunia setelah diduga diterkam buaya saat mandi di sungai. Sementara seorang temannya, Aldi (11), berhasil selamat meski mengalami luka akibat serangan hewan buas tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ads
close ads

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua bocah tersebut mandi di tepian sungai sebelum berangkat ke sekolah yang dijadwalkan masuk pada pukul 14.00 WIB.

Namun, hingga waktu yang seharusnya mereka pulang, keduanya tidak kunjung kembali. Keluarga kemudian berinisiatif melakukan pencarian ke lokasi tempat mereka mandi.

Saat tiba di tepian sungai, keluarga mendapati salah seorang korban telah hanyut dan diduga menjadi korban serangan buaya. Warga yang berada di sekitar lokasi juga sempat melihat seekor buaya muncul sekitar 20 meter dari titik kedua bocah tersebut mandi.

Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Sukarejo untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, M Dzaki dinyatakan meninggal dunia. Sementara Aldi mengalami luka pada bagian kaki kanan dan saat ini menjalani perawatan.

Kapolsek Betara AKP Frans Septiawan Sipayung membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB terkait dugaan serangan buaya terhadap dua anak.

“Setelah menerima informasi, kami bersama personel piket, Unit Reskrim Polsek Betara dan Bhabinkamtibmas Desa Serdang Jaya langsung menuju Puskesmas Sukarejo untuk memastikan kondisi kedua korban serta melakukan penanganan awal,” ujar Frans dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Polisi bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman atas insiden tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai yang diketahui menjadi habitat buaya.

Warga, khususnya anak-anak, juga diingatkan untuk tidak mandi atau bermain di tepian sungai tanpa pengawasan demi menghindari terulangnya kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *