Media90.id – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik menyusul pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan tidak akan menghentikan operasi militer di Jalur Gaza maupun menarik pasukannya dari wilayah tersebut.
Dave menilai Indonesia perlu memanfaatkan posisinya di Board of Peace (BoP) untuk mendorong penghentian konflik dan membuka kembali ruang perundingan damai.
Menurutnya, sikap Indonesia harus tetap berlandaskan amanat konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi nasional.
“Bagi Indonesia, sikap yang perlu dikedepankan tetap berlandaskan amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif. Pemerintah harus terus memanfaatkan berbagai saluran diplomasi, baik di forum multilateral maupun melalui komunikasi bilateral, untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan, serta terciptanya gencatan senjata yang berkelanjutan,” kata Dave, Kamis (6/8).
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace sebagai sarana memperkuat kontribusi diplomasi Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Dave, forum tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong semua pihak yang terlibat konflik agar menahan diri, menghentikan eskalasi kekerasan, dan membuka kembali proses perundingan yang kredibel demi mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) juga perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kontribusi diplomasi Indonesia. Forum tersebut harus menjadi ruang untuk mendorong seluruh pihak menahan diri, menghentikan eskalasi konflik, serta membuka kembali proses perundingan yang kredibel demi tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dave menambahkan Indonesia memiliki kredibilitas di mata dunia dalam memperjuangkan perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional. Karena itu, seluruh forum internasional perlu dimanfaatkan untuk membangun dukungan yang lebih luas bagi penyelesaian konflik secara damai.
Ia menegaskan perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui dialog, kepercayaan, serta komitmen bersama untuk mengakhiri penderitaan masyarakat sipil.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan menolak proposal perdamaian terbaru terkait Gaza dalam pertemuan dengan perwakilan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Berdasarkan laporan surat kabar Israel Hayom yang mengutip sumber pemerintah Israel, penolakan tersebut disampaikan Netanyahu kepada utusan utama Board of Peace untuk urusan Gaza, Nickolay Mladenov, dalam pertemuan pada Senin (3/8) waktu setempat.
Dalam pertemuan itu, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah yang telah dikuasai di Jalur Gaza dan juga tidak akan menyetujui gencatan senjata sebagaimana tercantum dalam usulan perdamaian tersebut.
Pernyataan itu kembali memicu perhatian internasional di tengah terus berlanjutnya konflik di Gaza dan meningkatnya desakan berbagai negara agar proses diplomasi segera menghasilkan penghentian kekerasan serta perlindungan terhadap warga sipil.














