NASIONAL

Kebakaran Bromo Meluas hingga 120 Hektare, Helikopter Water Bombing Disiagakan

Novta Tria
9
×

Kebakaran Bromo Meluas hingga 120 Hektare, Helikopter Water Bombing Disiagakan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran Gunung Bromo Meluas Capai 120 Hektare Helikopter Water Bombing Disiagakan

Media90.id – Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan kaldera Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Jumat (7/8/2026), luas area yang terdampak kobaran api diperkirakan telah mencapai sekitar 120 hektare.

Balai Besar TNBTS kini menyiapkan langkah pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang berada di lereng curam dan sulit diakses oleh petugas melalui jalur darat.

Ads
close ads

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan helikopter yang akan digunakan dalam operasi pemadaman telah berada di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.

“Masih ada beberapa titik api yang belum padam. Heli water bombing sudah persiapan di Bandara Malang,” ujar Rudijanta saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026) pagi.

Menurutnya, kondisi kebakaran pada Jumat pagi menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Intensitas api di sejumlah lokasi mulai mengecil dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Namun demikian, masih terdapat titik-titik api yang membakar vegetasi di lereng-lereng terjal.

Vegetasi yang terdampak di antaranya cemara gunung, semak belukar, hingga pohon akasia. Kondisi medan yang curam membuat proses pemadaman dari darat menjadi lebih sulit sehingga diperlukan dukungan operasi melalui udara.

Kebakaran di kawasan TNBTS tersebut kini telah memasuki hari kelima. Selama proses penanganan, luas lahan yang terdampak terus bertambah hingga mencapai sekitar 120 hektare.

“Sudah ada 120-an hektare area yang terdampak,” kata Rudijanta.

Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di sejumlah titik api untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain. Operasi water bombing diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman, terutama di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau personel di lapangan.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penelusuran. Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan taman nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *