Media90.id – Uang puluhan juta rupiah milik seorang pegawai koperasi di Cibitung, Kabupaten Bekasi, dirampok komplotan bersenjata tajam. Aksi tersebut terjadi pada siang hari dan terekam kamera CCTV hingga videonya viral di media sosial.
Perampokan terjadi pada Rabu (5/8/2026). Dalam rekaman yang beredar, korban yang mengendarai sepeda motor terlihat berhenti di sebuah lapak.
Saat hendak memarkirkan kendaraannya, korban tiba-tiba diserang dua pria menggunakan senjata tajam. Kedua pelaku tampak membacok korban beberapa kali hingga tubuh korban membentur gerobak dagangan dan hampir terjatuh.
Pelaku kemudian mengambil tas korban yang berisi uang dan langsung melarikan diri. Sejumlah warga yang berada di lokasi terlihat terkejut menyaksikan kejadian tersebut.
Bahkan, seorang perempuan terlihat bergegas menyelamatkan seorang anak kecil yang sedang makan ketika aksi perampokan berlangsung.
Polisi kemudian berhasil mengungkap komplotan tersebut. Berikut sejumlah fakta perampokan pegawai koperasi di Bekasi:
1. Korban Diintai Sejak dari Bank
Polisi mengungkap komplotan perampok tersebut telah mengincar korban sejak berada di bank. Salah satu pelaku bertugas mengamati calon korban ketika mengambil uang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelaku kemudian memberikan informasi mengenai ciri-ciri korban kepada anggota komplotan lainnya.
“Dari pelaku yang sudah kami amankan itu, ada yang berperan untuk menggambar di banknya. Jadi salah satu pelaku itu melakukan pengamatan di bank pada saat korban sedang mengambil sejumlah uang,” kata Iman, Senin (10/8/2026).
Setelah korban meninggalkan bank, pelaku lainnya membuntuti korban menggunakan kendaraan.
Mereka kemudian menunggu momen yang dianggap tepat untuk melakukan perampokan.
“Kemudian, begitu keluar dari bank, korban diikuti. Melihat situasi dan kondisi di lapangan memungkinkan untuk dieksekusi oleh pelaku yang lainnya, maka pelaku yang lainnya melakukan eksekusi sebagai eksekutornya,” ujarnya.
2. Komplotan Berjumlah Enam Orang
Polisi menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam aksi perampokan tersebut. Para pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari mengamati korban hingga melakukan eksekusi.
“Jadi, keenam pelaku ini semuanya berbagi peran, dari mulai yang mengamati, kemudian yang mengikuti, sampai dengan eksekutornya sudah kami amankan semuanya,” tutur Iman.
Dalam proses penangkapan, dua pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak keduanya.
“Terhadap dua orang pelaku, karena keduanya melakukan perlawanan pada saat dilakukan penangkapan, maka kami melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua tersangka tersebut,” kata Iman.
3. Enam Pelaku Telah Ditahan
Keenam pelaku kini telah ditahan di Polda Metro Jaya dan ditetapkan sebagai tersangka.
Polisi juga menemukan fakta bahwa komplotan tersebut tidak hanya melakukan aksi perampokan terhadap pegawai koperasi di Cibitung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan sebanyak tiga kali dengan modus serupa.
“Mereka sudah melakukan sebanyak tiga kali pencurian dengan kekerasan dengan modus yang sama di wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, kemudian Jakarta Timur,” ungkap Iman.
Para tersangka dijerat Pasal 479 ayat 2 dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya empat sepeda motor yang digunakan untuk melakukan kejahatan, dua sepeda motor hasil kejahatan, serta senjata tajam yang digunakan para pelaku.
4. Sudah Tiga Kali Beraksi dengan Modus Serupa
Polisi memastikan komplotan tersebut telah tiga kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan menggunakan modus yang sama.
Aksi mereka tersebar di wilayah Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, hingga Jakarta Timur.
Menariknya, para pelaku tidak mengenal korban secara langsung. Mereka memilih korban secara acak dengan mengamati nasabah yang baru saja mengambil uang di bank.
“Nggak (saling mengenal), itu pelaku acak. Jadi dia melihat di bank, kemudian dia ikutin, baru dia eksekusi,” ujar Iman.
Dalam kasus terakhir, korban dibuntuti sejak meninggalkan bank hingga akhirnya diserang di kawasan Cibitung. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian aksi yang dilakukan komplotan tersebut, termasuk kemungkinan adanya lokasi lain yang menjadi sasaran mereka.














