Media90.id – Keluarga Sutrimo masih diliputi kesedihan menjelang pelaksanaan ekshumasi makam Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, hari ini.
Ibu almarhum disebut masih mengalami syok atas kepergian Sutrimo. Meski demikian, kondisi sang ibu perlahan mulai membaik dibandingkan sebelumnya.
Kakak tiri Sutrimo, Tukim, mengatakan keluarga terus memberikan pendampingan kepada ibu almarhum menjelang proses ekshumasi.
“Saat ini ya masih shock sih, tapi sudah mendingan, agak mendingan,” kata Tukim saat ditemui wartawan di area makam setempat, Selasa (11/8/2026) sore.
Tukim mengatakan ibu Sutrimo telah mengetahui rencana pembongkaran makam untuk keperluan ekshumasi. Keluarga juga telah menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara.
“Tahu, tahu,” ujar Tukim saat ditanya apakah ibu Sutrimo mengetahui rencana ekshumasi.
Menurutnya, kesedihan yang dirasakan sang ibu merupakan hal yang wajar. Sebagai orang tua, kepergian anak tentu meninggalkan duka mendalam, terlebih makam Sutrimo akan dibongkar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Responsnya ya namanya orang tua pasti ya sedih lah. Kayak ini ya, teringat ya,” tuturnya.
Meski masih berduka, keluarga Sutrimo menyatakan siap menerima apa pun hasil yang diperoleh dari proses ekshumasi.
Tukim menegaskan pihak keluarga tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan. Mereka memilih menyerahkan proses tersebut kepada aparat penegak hukum dan berharap hasil ekshumasi dapat memberikan kejelasan mengenai kematian Sutrimo.
“Ya, ikhlas. Apa pun hasilnya nanti,” tegasnya.
Ekshumasi diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh informasi tambahan melalui pemeriksaan jenazah. Keluarga pun memilih mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut.














