Media90.id – WhatsApp dilaporkan sedang mengembangkan fitur privasi baru yang memungkinkan pesan menghilang secara otomatis setelah dibaca oleh penerima. Fitur yang oleh banyak pengamat disebut sebagai sistem “burn after reading” ini diyakini akan menjadi salah satu pembaruan terbesar WhatsApp dalam meningkatkan kontrol privasi percakapan pengguna.
Informasi mengenai fitur tersebut pertama kali terungkap melalui laporan dari WABetaInfo, situs yang dikenal kerap membocorkan berbagai fitur WhatsApp sebelum dirilis secara resmi. Berdasarkan temuan terbaru pada versi beta WhatsApp untuk iOS dan Android, pengguna nantinya dapat mengatur pesan agar terhapus setelah dibuka dan dibaca, bukan hanya berdasarkan hitungan waktu seperti fitur disappearing messages yang tersedia saat ini.
WhatsApp Ubah Cara Kerja Pesan Sementara
Selama ini, fitur disappearing messages di WhatsApp menggunakan sistem timer tetap. Pengguna dapat memilih agar pesan hilang dalam jangka waktu tertentu, seperti 24 jam, 7 hari, atau 90 hari.
Namun sistem tersebut memiliki kelemahan karena pesan tetap akan terhapus meskipun penerima belum sempat membaca isi percakapan.
Melalui fitur baru ini, WhatsApp mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dan praktis. Penghapusan pesan tidak lagi hanya bergantung pada waktu, tetapi juga dipicu oleh aktivitas penerima saat membuka dan membaca pesan tersebut.
Dengan cara ini, pengirim memiliki kepastian bahwa informasi yang dikirim telah dilihat sebelum akhirnya hilang dari ruang obrolan.
Hadir dengan Opsi “After Reading”
Fitur baru tersebut dikabarkan akan muncul melalui pengaturan baru bernama “after reading” yang terintegrasi dalam menu Default Message Timer.
Setelah pesan dibaca oleh penerima, pengguna dapat menentukan berapa lama pesan akan tetap tersedia sebelum dihapus secara otomatis.
Beberapa pilihan durasi yang disebut sedang diuji antara lain:
- 5 menit
- 1 jam
- 12 jam
Pilihan tersebut memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin membagikan informasi sensitif, dokumen sementara, atau percakapan yang tidak ingin tersimpan terlalu lama.
Timer Berjalan Berbeda untuk Pengirim dan Penerima
Salah satu aspek menarik dari fitur ini adalah mekanisme penghitungannya yang tidak berjalan secara bersamaan antara pengirim dan penerima.
Sebagai contoh, jika pengirim memilih durasi lima menit, maka pesan akan hilang dari perangkat pengirim setelah lima menit sejak pesan terkirim.
Namun apabila penerima belum membuka pesan tersebut, isi chat masih akan tetap tersedia di perangkat penerima.
Timer baru akan mulai berjalan ketika pesan benar-benar dibuka dan dibaca oleh penerima. Setelah itu, hitungan mundur sesuai durasi yang dipilih akan dimulai hingga pesan akhirnya terhapus secara otomatis.
Tetap Ada Batas Maksimum 24 Jam
Meskipun mengandalkan status baca sebagai pemicu utama, WhatsApp tetap menambahkan batas waktu maksimum untuk mencegah pesan tersimpan terlalu lama.
Jika penerima tidak membuka pesan sama sekali dalam waktu 24 jam sejak dikirim, sistem akan menghapus pesan tersebut secara otomatis.
Kebijakan ini dinilai dapat membantu menjaga privasi sekaligus mengurangi penumpukan data yang tidak diperlukan di dalam ruang obrolan.
Selain meningkatkan keamanan percakapan, WhatsApp juga menilai fitur ini dapat membantu pengguna menghemat kapasitas penyimpanan perangkat karena pesan sementara tidak akan tersimpan dalam jangka panjang.
Persaingan Fitur Privasi Semakin Ketat
Pengembangan fitur burn after reading menunjukkan bahwa persaingan antar aplikasi pesan instan kini semakin berfokus pada aspek privasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi seperti Signal dan Telegram terus menghadirkan fitur keamanan yang lebih agresif, termasuk pesan temporer dan kontrol privasi yang lebih rinci.
WhatsApp memang telah lama mengandalkan teknologi enkripsi end-to-end untuk melindungi percakapan pengguna. Namun dibandingkan beberapa kompetitornya, platform milik Meta ini sering dianggap lebih konservatif dalam menghadirkan fitur privasi lanjutan.
Kehadiran sistem pesan yang terhapus setelah dibaca menjadi langkah baru WhatsApp untuk menjawab meningkatnya kekhawatiran pengguna terhadap keamanan data dan jejak digital di dunia online.
Bukan Jaminan Keamanan Absolut
Meski menawarkan lapisan privasi tambahan, fitur ini tetap memiliki keterbatasan.
Sama seperti disappearing messages yang sudah ada saat ini, pengguna masih bisa menyimpan isi percakapan dengan berbagai cara sebelum pesan menghilang. Misalnya melalui screenshot, perekaman layar, atau memotret layar menggunakan perangkat lain.
Karena itu, fitur ini lebih tepat dipandang sebagai alat untuk mengurangi jejak digital sehari-hari daripada solusi keamanan yang benar-benar mutlak.
Kapan Fitur Ini Dirilis?
Menurut berbagai laporan yang beredar, pengembangan fitur burn after reading pertama kali ditemukan pada versi beta Android sekitar April 2026 sebelum akhirnya diperluas ke platform iOS.
Fakta bahwa pengujian kini dilakukan di dua sistem operasi besar sekaligus menjadi indikasi bahwa WhatsApp tengah mempersiapkan peluncuran yang lebih luas.
Saat ini fitur tersebut masih tersedia untuk sebagian penguji beta, meskipun beberapa pengguna umum dilaporkan mulai dapat mengaksesnya melalui versi aplikasi tertentu.
Hingga kini, WhatsApp maupun Meta belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran global fitur pesan yang terhapus setelah dibaca tersebut. Namun melihat perkembangan pengujiannya yang semakin luas, kehadiran fitur ini bagi seluruh pengguna kemungkinan tinggal menunggu waktu.














