INTERNASIONAL

Viral di China, Anak Muda Ciptakan “Profesor AI” untuk Hadapi Tekanan Orang Tua

7
×

Viral di China, Anak Muda Ciptakan “Profesor AI” untuk Hadapi Tekanan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Viral di China AI Profesor Ini Jadi Tempat Curhat Anak Muda dari Tekanan Orang Tua

Media90.id – Fenomena penggunaan kecerdasan buatan atau AI kini tidak lagi terbatas pada dunia kerja atau hiburan. Di China, sebuah kasus unik menjadi viral setelah seorang anak muda menciptakan sosok profesor virtual berbasis AI untuk menghadapi tekanan dan nasihat dari orang tuanya.

Alih-alih berdebat secara langsung, pemuda tersebut memilih membangun karakter digital bernama “Pak Zhao”, sosok pria paruh baya dengan aura akademisi yang tenang dan berwibawa. Karakter ini kemudian menjadi tokoh utama dalam akun media sosial bertajuk “Lao Zhao jiang dao li” atau “Pak Zhao bicara masuk akal”. Ide ini langsung menyita perhatian publik karena dianggap mencerminkan benturan cara pandang antara generasi muda dan pola pikir lama di masyarakat.

Ads
close ads

Dibuat Karena Pendapat Anak Sering Tidak Didengar

Pembuat akun tersebut mengaku bahwa ide menciptakan “Pak Zhao” muncul karena pendapat pribadinya kerap diabaikan oleh orang tuanya. Ia merasa bahwa nasihat yang datang dari sosok berwibawa dan berpendidikan tinggi justru lebih mudah diterima dibandingkan jika disampaikan oleh anak sendiri.

Situasi ini diperparah dengan kebiasaan orang tua yang sering mengirimkan artikel berisi “nasihat kehidupan” yang menurutnya sudah tidak relevan dengan kondisi modern.

Di China, jenis konten seperti ini dikenal dengan istilah “toxic chicken soup”, yaitu nasihat yang terdengar bijak tetapi sebenarnya mengandung tekanan sosial, pandangan lama, atau norma yang tidak selalu sesuai dengan realitas masa kini.

Melalui “Pak Zhao”, ia mencoba membalik logika tersebut: jika orang tua lebih percaya profesor, maka ia menciptakan “profesor versinya sendiri” menggunakan bantuan AI.

Sosok “Pak Zhao” Dibuat Sangat Meyakinkan

Agar terlihat autentik, karakter “Pak Zhao” dirancang dengan detail yang cukup meyakinkan. Dalam profilnya, ia digambarkan sebagai pensiunan profesor dari Chongqing yang telah meneliti hubungan orang tua dan anak selama lebih dari 30 tahun.

Tidak hanya itu, ia juga diklaim pernah menempuh pendidikan di Singapura serta aktif menulis berbagai karya ilmiah. Seluruh latar belakang tersebut sebenarnya sepenuhnya fiktif.

Untuk memperkuat kesan realistis, kreatornya memanfaatkan teknologi AI generatif untuk membuat video “Pak Zhao” yang berbicara layaknya dosen atau motivator profesional. Dalam waktu singkat, akun tersebut bahkan telah menerbitkan sekitar 18 artikel yang membahas berbagai isu keluarga dan tekanan sosial yang dihadapi anak muda.

Bahas Isu Tekanan Hidup Anak Muda

Konten yang dibahas “Pak Zhao” ternyata sangat relevan dengan kehidupan generasi muda di China. Topik yang diangkat mencakup tekanan untuk segera menikah, tuntutan memiliki pekerjaan mapan, hingga campur tangan orang tua dalam menentukan karier anak.

Salah satu isu yang sering dibahas adalah anggapan bahwa menjadi pegawai negeri merupakan satu-satunya jalan menuju kesuksesan dan stabilitas hidup. Selain itu, terdapat pula kritik terhadap pandangan tradisional yang menilai perempuan harus menikah di usia tertentu atau wajib memiliki kemampuan domestik agar dianggap berhasil.

Karena disampaikan melalui figur “profesor” yang terlihat kredibel, pesan-pesan tersebut justru lebih mudah diterima oleh sebagian orang tua dibandingkan jika disampaikan langsung oleh anak mereka sendiri.

Netizen Ikut Membentuk Kredibilitas

Menariknya, popularitas “Pak Zhao” juga didorong oleh partisipasi warganet. Beberapa pengguna internet turut membantu membangun narasi seolah-olah karakter tersebut benar-benar nyata.

Ada yang mengaku pernah menghadiri seminar “Pak Zhao” di luar negeri, meskipun klaim tersebut tidak dapat diverifikasi. Bahkan, sebagian netizen menyebut bahwa hubungan keluarga mereka membaik setelah mengikuti nasihat sang profesor.

Lebih jauh lagi, sejumlah pengguna membuat foto-foto dokumentasi seminar fiktif menggunakan AI untuk memperkuat citra akademisi tersebut. Kombinasi ini membuat banyak orang semakin percaya bahwa “Pak Zhao” adalah sosok asli.

Cara Baru Menyampaikan Kritik Sosial

Fenomena ini kemudian memicu diskusi luas di media sosial China. Banyak pihak menilai bahwa strategi tersebut menunjukkan cara baru generasi muda dalam menghadapi tekanan sosial dan perbedaan nilai dengan generasi sebelumnya.

Alih-alih melakukan konfrontasi langsung, mereka memanfaatkan teknologi AI untuk membangun narasi yang lebih mudah diterima oleh pihak yang lebih konservatif.

Di sisi lain, kasus “Pak Zhao” juga menunjukkan bagaimana AI kini tidak hanya berfungsi sebagai alat produktivitas atau hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi sosial yang mampu membentuk persepsi publik.

Meski terdengar kreatif dan menghibur, fenomena ini sekaligus menggambarkan adanya kesenjangan pemahaman antara generasi muda dan orang tua di era digital, serta bagaimana teknologi mulai menjadi jembatan—atau bahkan “perantara baru”—dalam percakapan keluarga modern.

Tinggalkan Balasan

Perusahaan Arab Saudi Beralih ke Indonesia untuk Percepat Transformasi Digital
INTERNASIONAL

Media90.id – Seiring Arab Saudi mempercepat pencapaian target ambisius Vision 2030, terjadi perubahan signifikan dalam strategi perusahaan-perusahaan besar di negara tersebut dalam mengelola infrastruktur teknologi mereka. Sejumlah korporasi utama di Kerajaan kini semakin aktif melirik Asia Tenggara, khususnya Indonesia, untuk mendapatkan talenta engineering backend dan full-stack demi mempercepat ekspansi digital mereka. Perubahan strategi ini didorong oleh kebutuhan mendesak akan kecepatan dan efisiensi dalam menghadapi transformasi ekonomi yang bergerak sangat cepat. Banyak perusahaan besar di berbagai sektor menyadari bahwa model rekrutmen tradisional tidak lagi mampu mengikuti laju adopsi teknologi di Arab Saudi. Akibatnya, kerja sama dengan perusahaan engineering internasional menjadi standar…

Heboh Hacker Kembar Diduga Hapus 96 Database Pemerintah AS Usai Dipecat dari Opexus
INTERNASIONAL

Media90 – Kasus pemecatan karyawan yang berujung pada sabotase siber berskala besar mengguncang industri teknologi dan keamanan federal Amerika Serikat. Dua saudara kembar, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter yang berusia 34 tahun didakwa setelah nekat menghapus sekitar 96 database berisi informasi sensitif milik pemerintah federal AS. Ads close ads Aksi destruktif tersebut dilakukan hanya beberapa menit setelah keduanya diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena kedua pelaku bekerja di Opexus, perusahaan kontraktor teknologi yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah AS. Ironisnya, keduanya berhasil lolos proses rekrutmen dan dipercaya menangani data penting negara meskipun…

Heboh di India Kematian Twisha Sharma Picu Dugaan Mahar dan KDRT
INTERNASIONAL

Media90 – Nama Twisha Sharma mendadak menjadi perbincangan luas di India setelah kematiannya pada 12 Mei lalu. Perempuan berusia 33 tahun tersebut ditemukan tidak bernyawa di rumah keluarga suaminya di Bhopal. Ads close ads Kasus ini dengan cepat menyita perhatian media nasional karena muncul dugaan keterlibatan konflik mahar dan kekerasan rumah tangga. Polisi kini masih mendalami penyebab pasti kematian Twisha, termasuk kemungkinan pembunuhan maupun bunuh diri. Twisha diketahui menikah dengan Samarth Singh pada Desember 2025 setelah keduanya berkenalan melalui aplikasi kencan setahun sebelumnya. Awalnya, kehidupan rumah tangga pasangan tersebut tampak harmonis. Namun menurut keluarga korban, masalah mulai muncul tidak lama…

Israel Tuai Sorotan Internasional Usai Hentikan Kapal Bantuan untuk Gaza
INTERNASIONAL

Media90 – Ketegangan terkait konflik Gaza kembali memanas setelah militer Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla di kawasan Laut Mediterania. Insiden tersebut terjadi saat kapal bantuan berada di perairan internasional sekitar 460 kilometer di barat Siprus. Ads close ads Aksi pencegatan itu langsung menjadi perhatian dunia internasional setelah rekaman siaran langsung tersebar luas di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah relawan dan penumpang sipil tampak mengangkat tangan ketika pasukan komando Israel memasuki kapal bantuan tersebut. Langkah militer Israel menuai kecaman dari berbagai pihak karena operasi dilakukan di luar wilayah perairan negaranya. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar…

Darah Buatan Super Clot Diklaim Mampu Menghentikan Pendarahan dalam Hitungan Detik
INTERNASIONAL

Media90 – Dunia medis kembali mencatat kemajuan besar dengan hadirnya teknologi Engineered Blood Clots (EBCs), sebuah inovasi pembekuan darah buatan yang mampu menghentikan perdarahan hebat hanya dalam hitungan detik. Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti lintas institusi dari Kanada dan Amerika Serikat melalui pendekatan revolusioner yang dikenal sebagai click clotting. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi masa depan dalam penanganan darurat, terutama pada kasus kecelakaan, operasi besar, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ads close ads Click Clotting: Cara Baru Membekukan Darah Berbeda dengan proses alami tubuh yang mengandalkan serat fibrin, teknologi EBCs justru memaksimalkan peran sel darah merah sebagai struktur…

Kabel Internet Global di Selat Hormuz Jadi Target, Iran Wacanakan ‘Toll Digital’ untuk Big Tech
INTERNASIONAL

Media90 – Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital energi dunia kini mulai dipandang dari perspektif baru oleh Iran: sebagai pusat infrastruktur digital global yang strategis. Media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Tasnim News Agency, mendorong pemerintah untuk mulai memonetisasi kabel serat optik bawah laut yang melintasi kawasan tersebut. Dalam laporan berjudul “Three practical steps for generating revenue from Strait of Hormuz internet cables”, Tasnim menyoroti bahwa Selat Hormuz tidak hanya menjadi jalur kapal tanker minyak, tetapi juga koridor penting bagi arus data global yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Ads close ads…

Ilmuwan China Ciptakan Sel Bahan Bakar Batu Bara dengan Potensi Nol Emisi
INTERNASIONAL

Media90 – Tim ilmuwan dari Universitas Shenzhen, China, mengklaim telah berhasil mengembangkan teknologi sel bahan bakar batu bara yang berpotensi memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga mendekati nol. Inovasi yang diberi nama zero-carbon-emission direct coal fuel cell (ZC-DCFC) ini dinilai mampu mengubah cara kerja pembangkit listrik berbasis batu bara secara fundamental. Berdasarkan laporan The Independent pada akhir April 2026, teknologi ini menawarkan pendekatan baru dalam menghasilkan energi dari bahan bakar fosil dengan dampak polusi yang jauh lebih rendah dibanding metode konvensional. Ads close ads Mekanisme Kerja Tanpa Pembakaran Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga uap yang mengandalkan pembakaran batu bara, sistem…