Media90 – Wali Kota Eva Dwiana menyambut positif dukungan pemerintah pusat melalui alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk penanganan banjir di Bandarlampung. Bantuan tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam mempercepat penanganan masalah banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah kota.
Dana itu berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan akan digunakan untuk penyusunan masterplan pengendalian banjir. Perencanaan ini diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan Eva Dwiana usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Bandarlampung, Senin (4/5/2026). Ia menilai bantuan dari pemerintah pusat menjadi peluang besar untuk mempercepat penanganan persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Menurut Eva, penyusunan masterplan merupakan langkah strategis agar penanganan banjir tidak lagi bersifat sementara, melainkan berbasis perencanaan yang matang dan menyeluruh.
“Dengan perencanaan yang matang, diharapkan sistem drainase dan pengelolaan air di Bandar Lampung dapat ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan yang berdampak langsung pada masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar wacana.
Lebih lanjut, Eva menyebut program ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana, termasuk Bandarlampung yang kerap dilanda banjir saat curah hujan tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi, Eva Dwiana turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas dukungan yang diberikan, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan warga.
Ia berharap, melalui penyusunan masterplan tersebut, berbagai persoalan banjir di Bandarlampung dapat teridentifikasi secara menyeluruh, sehingga langkah penanganan yang diambil bisa lebih tepat sasaran.
“Ke depan, sistem drainase yang lebih optimal dan berkelanjutan diharapkan mampu meminimalisasi risiko banjir di wilayah perkotaan,” pungkasnya.














