BERITA

Dosen Polinela Luncurkan Panduan Storynomics Ecotourism untuk Kembangkan Desa Wisata Way Kalam

Luluk RJMP
6
×

Dosen Polinela Luncurkan Panduan Storynomics Ecotourism untuk Kembangkan Desa Wisata Way Kalam

Sebarkan artikel ini
Kembangkan Desa Wisata Way Kalam Dosen Polinela Luncurkan Buku Panduan Storynomics Ecotourism

Media90.id – Tim dosen Program Studi Perjalanan Wisata Politeknik Negeri Lampung (Polinela) yang diketuai Meyliana Astriyantika menyusun panduan ekowisata bertajuk Guidance Book for Storynomics Ecotourism.

Panduan tersebut disusun sebagai langkah untuk membangun narasi pariwisata yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Desa Wisata Way Kalam, Kabupaten Lampung Selatan.

Ads
close ads

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian terapan reguler yang dilakukan tim dosen Polinela. Penelitian berfokus pada identifikasi daya tarik wisata sekaligus perumusan narasi berbasis storynomics sebagai “DNA” dalam pengembangan ekowisata di Desa Way Kalam.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mengangkat berbagai potensi lokal menjadi cerita yang memiliki nilai bagi wisatawan sekaligus memperkuat identitas destinasi.

Desa Wisata Way Kalam memiliki beragam potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata. Salah satu yang menjadi ikon utama adalah Air Terjun Way Kalam.

Destinasi tersebut terus dikembangkan masyarakat melalui penyediaan berbagai fasilitas penunjang, seperti gazebo, toilet, area parkir, hingga papan penunjuk arah.

Tidak hanya mengandalkan wisata alam, Way Kalam juga memiliki potensi agroforestri yang cukup luas. Perkebunan kopi, lada, cengkih, dan jagung dapat dikembangkan sebagai sarana wisata edukasi bagi pengunjung.

Potensi budaya lokal turut menjadi bagian dari pengembangan atraksi wisata. Berbagai kekayaan budaya masyarakat dipadukan dengan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diolah dari sumber daya alam setempat.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata Way Kalam. Sejak dibukanya jalur wisata Air Terjun Way Kalam pada 2014, masyarakat, termasuk generasi muda melalui Karang Taruna, telah ikut terlibat dalam pengembangan destinasi.

Pengelolaan semakin berkembang setelah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dibentuk pada 2019. Pengelolaan tersebut menerapkan pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dengan melibatkan lebih dari 70 persen masyarakat setempat dalam berbagai aktivitas pariwisata.

Masyarakat diberdayakan sebagai pengelola homestay, pelaku seni dan atraksi budaya, pemandu wisata, penyedia kuliner, pelaku industri rumahan, hingga berbagai sektor pendukung lainnya.

Pengelolaan berbasis masyarakat tersebut turut membawa sejumlah prestasi bagi Desa Wisata Way Kalam.

Desa ini berhasil masuk jajaran Top 300 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) selama tiga tahun berturut-turut pada 2021, 2022, dan 2023. Way Kalam juga meraih Juara 1 Wana Lestari Tingkat Nasional pada 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tim peneliti menilai kekayaan sumber daya alam dan budaya yang dimiliki Way Kalam perlu diperkuat dengan narasi yang mampu menghubungkan daya tarik wisata dengan cerita, identitas, serta pengalaman pengunjung.

Atas dasar itu, pendekatan storynomics dikembangkan untuk menjadikan cerita dan kekayaan lokal sebagai bagian penting dari identitas destinasi.

Penelitian tersebut menghasilkan dokumen Storynomics Desa Wisata Way Kalam yang menjadi bagian dari Guidance Book for Storynomics Ecotourism.

Penyusunan panduan dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari research and analysis, pengembangan konsep, pembuatan konten, penyusunan buku, hingga evaluasi dan pengujian.

Melalui buku panduan tersebut, tim Polinela berharap kapasitas sumber daya manusia lokal dalam mengemas potensi pariwisata dapat semakin meningkat.

Masyarakat dan pengelola desa wisata diharapkan mampu mengolah potensi alam, budaya, sejarah, serta produk lokal menjadi kisah yang memiliki nilai sekaligus memperkuat karakter Desa Wisata Way Kalam.

Panduan narasi yang komprehensif juga diharapkan dapat membantu menciptakan pengalaman wisata yang lebih edukatif, terstruktur, dan berkesan bagi pengunjung.

Pada akhirnya, pengembangan ekowisata berbasis storynomics diharapkan tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wisata Way Kalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *