BERITA

DPRD Bandar Lampung Temukan Kejanggalan dalam Proyek Revitalisasi Sekolah

160
×

DPRD Bandar Lampung Temukan Kejanggalan dalam Proyek Revitalisasi Sekolah

Sebarkan artikel ini
DPRD Bandar Lampung Temukan Kejanggalan Saat Sidak Proyek Revitalisasi Sekolah
DPRD Bandar Lampung Temukan Kejanggalan Saat Sidak Proyek Revitalisasi Sekolah

Media90 – Dalam upaya memastikan kualitas pembangunan fasilitas pendidikan, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah di wilayah setempat, Senin (3/11/2025). Sidak yang dilakukan sejak pagi hari itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Sedikitnya enam sekolah dasar dan menengah menjadi sasaran sidak kali ini, yakni SD Negeri 1 Pengajaran, SD Negeri 1 Rajabasa, SD Negeri 2 Rajabasa, SD Negeri 1 Pinang Jaya, SD Negeri 2 Batu Putu, serta SMP Negeri 23 Bandar Lampung.

Ads
close ads

Dari hasil peninjauan di lapangan, Komisi IV menemukan sejumlah kejanggalan, terutama terkait kualitas bangunan dan kesesuaian anggaran dalam proyek revitalisasi yang saat ini tengah berjalan.

Temuan Tak Sesuai Anggaran

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menjelaskan bahwa sidak ini dilakukan untuk mengevaluasi progres pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah yang menggunakan dana APBN. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah melalui mekanisme swakelola.

“Kami menilai ada beberapa bangunan yang hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan anggaran yang diberikan. Ini sangat mengkhawatirkan, karena dana ini seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan fasilitas pendidikan,” ujar Asroni kepada media90.

Ia menegaskan bahwa anggaran yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat bukan jumlah yang kecil, sehingga harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap sekolah wajib memastikan pelaksanaan proyek berjalan transparan, sesuai spesifikasi, dan tepat sasaran.

Skema Swakelola Dinilai Tidak Optimal

Asroni menambahkan bahwa pemberian dana dengan sistem swakelola sebenarnya memiliki tujuan positif, yaitu agar masyarakat di sekitar sekolah juga mendapatkan manfaat ekonomi. Melalui sistem ini, panitia pelaksana bisa melibatkan tukang lokal dan memanfaatkan bahan bangunan dari daerah sekitar.

Namun, dari hasil pantauan, ia menemukan adanya sejumlah penyimpangan yang berpotensi mengurangi kualitas hasil pekerjaan. “Ada indikasi bahwa pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat. Bahkan, kami menemukan beberapa panitia pelaksana berasal dari luar daerah,” kata Asroni.

Hal tersebut, lanjutnya, bertentangan dengan semangat pemberdayaan masyarakat yang menjadi dasar penggunaan sistem swakelola.

Kasus di SD Negeri 2 Batu Putu

Salah satu temuan yang cukup menonjol ditemukan di SD Negeri 2 Batu Putu. Sekolah ini mendapatkan anggaran revitalisasi sebesar Rp779 juta untuk pembangunan dan renovasi sejumlah fasilitas, termasuk perpustakaan dan ruang kelas.

Namun, hasil pekerjaan di lapangan dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang telah digunakan. “Kami meninjau langsung dan melihat hasil pekerjaannya tidak mencerminkan besaran anggaran yang dikeluarkan. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Asroni dengan nada tegas.

Menurutnya, kasus ini menjadi contoh nyata perlunya pengawasan ketat terhadap proyek serupa di sekolah-sekolah lain. Ia juga mengingatkan bahwa proyek revitalisasi tidak hanya sekadar soal pembangunan fisik, tetapi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Pentingnya Pengawasan dan Akuntabilitas

Dalam kesempatan yang sama, Asroni menekankan bahwa pengawasan terhadap penggunaan dana revitalisasi harus dilakukan secara menyeluruh. Ia meminta seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah hingga panitia pelaksana, bekerja secara profesional dan transparan.

“Dana ini bukan untuk kepentingan individu, melainkan untuk masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, semua pihak harus memiliki tanggung jawab moral agar setiap rupiah yang digunakan memberikan manfaat nyata,” tegasnya.

Ia juga meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dilibatkan dalam proses audit setelah proyek selesai. Tujuannya, agar setiap laporan realisasi anggaran dapat diverifikasi secara objektif dan akurat.

“Kami di DPRD akan terus mengawal proses ini. Pengawasan dari BPK sangat penting untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Rincian Anggaran Revitalisasi Sekolah

Berdasarkan data yang diperoleh media90.id, pada tahap pertama tahun 2025, ada delapan sekolah di Kota Bandar Lampung yang menerima dana revitalisasi untuk perbaikan gedung. Berikut rinciannya:

  • SD Negeri 1 Pengajaran menerima Rp733.462.892 untuk pembangunan satu ruang kelas, perbaikan atap empat ruangan, dan atap kamar mandi.

  • SD Negeri 1 Rajabasa mendapat Rp1.068.982.000 untuk rehabilitasi enam kelas dan satu ruang guru.

  • SD Negeri 2 Rajabasa memperoleh Rp2.059.100.000 untuk pembangunan empat ruang kelas dan rehabilitasi gedung dua lantai.

  • SD Negeri 1 Pinang Jaya menerima Rp1.977.985.978 untuk pembangunan empat kelas serta rehabilitasi atap dan plafon.

  • SD Negeri 2 Batu Putuk mendapatkan Rp779.000.000 untuk pembangunan ruang perpustakaan, WC, dan rehabilitasi empat ruang kelas.

  • SMP Negeri 23 Bandar Lampung memperoleh Rp515.000.000 untuk rehabilitasi ruang laboratorium dan UKS.

  • SD Negeri 1 Jagabaya III serta TK Negeri 4 Bandar Lampung juga termasuk dalam daftar penerima tahap pertama.

Untuk tahap kedua, program revitalisasi dijadwalkan akan mencakup 12 sekolah tambahan, meskipun saat ini belum dilakukan kunjungan oleh DPRD setempat.

Kurangnya Transparansi

Selain permasalahan kualitas pekerjaan, Komisi IV juga menyoroti minimnya transparansi dalam pengelolaan anggaran proyek. Asroni mengungkapkan bahwa sejumlah ketua panitia pelaksana (P2SP) proyek bukan berasal dari wilayah Kota Bandar Lampung, melainkan dari luar daerah seperti Pesawaran, Terbanggi, dan Natar.

“Padahal, dalam petunjuk teknis sudah jelas disebutkan bahwa pelaksanaan proyek swakelola harus melibatkan warga setempat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” tutur Asroni.

Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan ketimpangan, karena justru masyarakat lokal yang seharusnya mendapat peluang kerja dari program pemerintah tidak dilibatkan secara maksimal.

Menuju Pendidikan Berkualitas

Asroni mengingatkan bahwa dana revitalisasi sekolah sejatinya bukan hanya untuk memperbaiki gedung, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Pembangunan sekolah yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, meningkatkan semangat guru dan siswa, serta mendukung terciptanya generasi unggul,” ujarnya.

Ia juga menyinggung visi besar pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Pemerintah pusat melalui program ini ingin memastikan bahwa seluruh anak bangsa mendapatkan fasilitas belajar yang layak, tidak hanya di kota besar, tetapi juga di setiap daerah,” tambahnya.

Komitmen Pengawasan dari DPRD

Sebagai bagian dari Fraksi Gerindra, Asroni menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal penggunaan dana pendidikan agar tepat sasaran. Ia juga menyampaikan bahwa program pembangunan fasilitas pendidikan merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di seluruh Indonesia.

“Program ini sangat baik. Namun pelaksanaannya harus benar-benar diawasi agar hasilnya sesuai harapan masyarakat. Kami tidak ingin ada anggaran besar yang terbuang percuma karena kelalaian atau ketidaktepatan dalam pengerjaan,” tegasnya.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan adanya sidak ini, DPRD berharap agar setiap pihak yang terlibat dalam proyek revitalisasi sekolah di Kota Bandar Lampung dapat lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Asroni menutup dengan pesan agar pengawasan terhadap dana pendidikan tidak hanya dilakukan setelah proyek selesai, tetapi juga sejak tahap perencanaan hingga pelaporan.

“Kami ingin memastikan pembangunan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Jangan sampai niat baik pemerintah pusat untuk memperbaiki fasilitas pendidikan justru ternoda oleh praktik yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Melalui langkah-langkah pengawasan seperti ini, DPRD berharap kualitas pembangunan sekolah di Bandar Lampung akan semakin baik, dan yang terpenting — membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Bupati Egi Dorong Restorative Justice Mujiran Berpeluang Bebas dari Jerat Hukum
BERITA

Media90 – Kasus dugaan penggelapan getah karet yang menjerat Mujiran, lansia 72 tahun asal Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, akhirnya menemui titik terang menuju penyelesaian damai. Harapan agar Mujiran dapat segera bebas dari jeratan hukum kini semakin terbuka, setelah pihak PTPN I Regional 7 bersedia memaafkan terdakwa dan mendukung penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.Ads close ads Kabar baik tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat konferensi pers di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan pada Sabtu malam (23/5/2026). Kesediaan PTPN untuk membuka ruang damai menjadi langkah penting dalam proses penyelesaian perkara yang selama…

Widyya Turro Tantang Drifter Nasional di IDS 2026 Harumkan Nama Lampung Selatan
BERITA

Media90 – Sorak penonton memenuhi arena Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026). Di tengah deru mesin dan kepulan asap ban yang membakar aspal, ada satu nama yang mencuri perhatian publik Lampung Selatan, yakni Widyya Turro. Bukan karena ia datang sebagai pembalap unggulan nasional. Justru sebaliknya, Widyya hadir sebagai wajah baru, talenta muda lokal yang untuk pertama kalinya dipercaya tampil di Indonesian Drift Series (IDS) 2026, ajang drift bergengsi tingkat nasional.Ads close ads Bagi perempuan muda asal Kalianda tersebut, keikutsertaannya bukan sekadar mengikuti perlombaan. IDS Sumatera 2026 menjadi panggung pembuktian bagi dirinya sekaligus bagi anak-anak muda Lampung Selatan yang…

Strategi 0 Rupiah APBD Bupati Egi di IDS Sumatera 2026 Tuai Pujian Menko Zulhas
BERITA

Media90 – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menghadiri gelaran Indonesian Drift Series (IDS) Sumatera 2026 di Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2026). Kehadiran Menko Zulhas di tengah riuh suara mesin drifting dan antusiasme ribuan pengunjung bukan sekadar kunjungan pejabat negara biasa. Momentum tersebut menjadi simbol dukungan pemerintah pusat terhadap keberanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menghadirkan event olahraga otomotif nasional untuk pertama kalinya di Pulau Sumatera tanpa menggunakan dana APBD.Ads close ads Di hadapan masyarakat dan pengunjung yang memadati arena, Zulkifli Hasan secara terbuka memberikan apresiasi kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, atas…

Bupati Egi Sukses Hadirkan Event Nasional IDS ke Lampung Selatan Tanpa Gunakan APBD
BERITA

Media90 – Deru mesin mobil-mobil bertenaga tinggi memecah keheningan akhir pekan di Way Handak Expo, Kalianda, Lampung Selatan. Asap mengepul dari gesekan ban di atas aspal, diiringi tepuk tangan riuh ribuan pasang mata yang memadati arena. Pada Sabtu dan Minggu (23-24 Mei 2026), sejarah baru tercipta. Indonesian Drift Series (IDS) Sumatera 2026, ajang balap drifting bergengsi tingkat nasional, resmi digelar untuk pertama kalinya di Pulau Sumatera.Ads close ads Namun di balik megahnya panggung otomotif dan decak kagum para penonton, tersimpan fakta menarik yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Event besar yang sukses mendatangkan ribuan pengunjung tersebut ternyata digelar tanpa…

PLN Bergerak Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Pascagangguan SUTET Muara Bungo
BERITA

Media90 – PT PLN (Persero) terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Sumatera pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Provinsi Jambi sejak Jumat (22/5/2026). Hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan kembali menikmati pasokan listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang sebelumnya terdampak gangguan.Ads close ads Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan sejak awal gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB, PLN langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan. Indikasi awal menunjukkan gangguan dipicu cuaca buruk yang berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera. “Gangguan…

PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Lampung Kembali Normal 100 Persen Usai Gangguan Interkoneksi Sumatera
BERITA

Media90 – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di wilayah Lampung pascagangguan pada sistem interkoneksi Sumatera. Seperti diketahui, pada Sabtu (23/5/2026) pukul 07.10 WIB, seluruh pelanggan yang sebelumnya terdampak gangguan telah kembali menikmati pasokan listrik secara normal.Ads close ads Gangguan pada sistem interkoneksi Sumatera tersebut terindikasi dipicu oleh faktor cuaca yang menyebabkan terganggunya Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Muara Bungo–Sungai Rumbai 275 kilovolt (kV). Kondisi itu kemudian berdampak pada sistem transmisi 150 kV dan pembangkitan di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Provinsi Lampung. General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan sejak…

PTPN I Regional 7 Pertimbangkan Restorative Justice untuk Lansia Terdakwa Kasus Getah Karet
BERITA

Media90 – Manajemen PTPN I Regional 7 wilayah Lampung menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pendekatan yang adil dan humanis dalam menyikapi kasus hukum yang menimpa Mujiran (72), seorang buruh sadap asal Desa Wonodadi, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan. Lansia tersebut saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Kalianda atas dugaan penggelapan hasil bumi berupa getah karet yang terjadi di area Kebun Bergen.Ads close ads Sekretaris Perusahaan PTPN I Regional 7, Agus Faroni, mengatakan bahwa manajemen tidak menutup mata terhadap dimensi kemanusiaan serta latar belakang sosial yang mencuat di balik perkara tersebut. Menurutnya, perusahaan juga menaruh empati mendalam atas kondisi…