Media90 – Rahmat Mirzani Djausal mendorong pentingnya sinergi antara masyarakat Lampung yang berada di perantauan dengan pemerintah daerah sebagai kekuatan baru dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Lampung.
Menurutnya, momentum ini menjadi titik kumpul perdana bagi putra-putri terbaik Lampung di perantauan untuk kembali terlibat dan berkontribusi bagi tanah kelahiran. Ia menilai, keterlibatan diaspora Lampung dapat menjadi energi tambahan dalam mendorong kemajuan daerah di berbagai sektor.
Gubernur juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi Lampung saat ini masih bertumpu pada sektor pertanian yang menghidupi jutaan masyarakat. Di tengah dinamika pemerintahan saat ini, harga komoditas unggulan seperti singkong mulai menunjukkan kestabilan dan berdampak positif terhadap daya beli masyarakat.
“Lampung punya potensi luar biasa di sektor pangan dan energi, jadi kami mendorong hilirisasi industri agar nilai tambah tetap di Lampung. Saya mengajak seluruh elemen untuk meninggalkan pengkotak-kotakan, yang dibutuhkan adalah menyatukan semangat profesional untuk membangun Lampung yang lebih hebat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal saat menghadiri Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP), Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Lampung yang dinilai mampu menjaga stabilitas daerah melalui sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mengawal harga komoditas pertanian.
“Tahun ini fokus melayani masyarakat bawah, termasuk para peternak. Kami pastikan kebijakan seperti penghentian impor singkong tetap berjalan, agar harga di tingkat petani terus membaik,” kata Zulkifli Hasan.
Di sisi lain, tokoh nasional Aburizal Bakrie mengajak seluruh anggota FK-PLP untuk terus mempererat tali persaudaraan sebagai modal utama dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa persatuan tokoh-tokoh Lampung, baik yang berada di Jakarta maupun daerah lain, harus menjadi motor penggerak bagi kemajuan kawasan Sumatera Bagian Selatan.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat lokal, dan perantau, diharapkan pembangunan Lampung dapat berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang.














