Media90 – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, terus mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Lampung.
Hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Salah satunya pada rute Bandar Lampung – Teluk Kiluan – Pantai Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh sekitar 4 jam, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam. Akses menuju kawasan wisata pesisir Lampung pun semakin terhubung dan efisien.
Melalui strategi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat konektivitas menuju destinasi unggulan dengan mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan provinsi, khususnya di jalur pesisir selatan.
Perbaikan konektivitas dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata di Bandar Lampung hingga Lempasing – Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran sepanjang 5,888 kilometer. Jalur ini merupakan pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.
Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai titik kemacetan padat saat musim liburan. Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 unit saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan.
Pemprov Lampung kemudian mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter. Peningkatan tersebut dilengkapi dengan rigid pavement, sistem drainase, bahu jalan, serta perlengkapan keselamatan.
Menurut Gubernur Mirza, pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata.
“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Oleh karena itu, aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemprov Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar. Perbaikan dilakukan di sejumlah titik prioritas yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas.
Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen. Gubernur menegaskan bahwa pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.
“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” tambahnya.
Sementara itu, pada ruas Teluk Kiluan menuju Pantai Gigi Hiu atau Simpang Umbar, pembangunan juga mulai dilakukan secara bertahap. Langkah ini bertujuan membuka akses menuju destinasi eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.
Pantai Gigi Hiu sendiri terkenal dengan panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu, dengan latar ombak Samudra Hindia yang memukau. Namun selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pada tahap awal, pembangunan jalan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar. Pemprov Lampung menilai pembangunan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir.
Selain sektor pariwisata, pembangunan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor lain seperti perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.
Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Mereka berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.
Kini, jalur Bandar Lampung – Kiluan – Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini menjadi lebih cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah.














