Media90 – Warga Dusun 7, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, kembali dilanda banjir akibat saluran drainase yang tersumbat di sekitar Jalan Raya Lintas Barat Sumatera. Menyikapi kondisi tersebut, puluhan warga turun langsung membersihkan selokan yang mampet di samping Jalan Ahmad Yani, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan kerja bakti ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukaraja, Cecep Juhairi. Ia menegaskan bahwa banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut tidak lepas dari buruknya sistem drainase serta kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan.
“Got bukan tempat membuang sampah. Kalau terus dibiarkan, sampah akan menumpuk, saluran mampet, dan air meluap masuk ke rumah warga,” tegasnya.
Cecep berharap kegiatan gotong royong ini dapat menjadi langkah awal dalam meminimalisasi potensi banjir, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Saya minta masyarakat Sukaraja lebih tertib dan disiplin menjaga kebersihan. Kalau lingkungan bersih, banjir bisa kita cegah bersama,” tambahnya.
Salah satu warga, Suyanto, menilai kerja bakti seperti ini seharusnya tidak hanya dilakukan saat banjir terjadi, melainkan menjadi agenda rutin.
“Kerja bakti jangan hanya saat banjir datang. Sebaiknya dilakukan sebulan sekali atau dua minggu sekali supaya kebersihan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan gotong royong memiliki manfaat sosial yang besar, selain menjaga kebersihan lingkungan.
“Selain menjaga kebersihan, kerja bakti bisa memupuk rasa kebersamaan dan mewujudkan masyarakat Sukaraja yang guyub,” tutupnya.
Melalui aksi bersama ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga persoalan banjir yang selama ini menjadi langganan dapat diatasi secara berkelanjutan.














